Insight | General Knowledge

Busting Myths: Aturan Makanan 5 Detik

Rabu, 30 Mar 2022 08:00 WIB
Busting Myths: Aturan Makanan 5 Detik
Jakarta -

Aturan 5 detik atau yang biasa dikenal oleh orang barat dengan 5 seconds rule adalah mitos mengenai aturan memakan makanan sudah terjatuh tapi dikatakan aman untuk dikonsumsi sebelum 5 detik. Cara lain untuk mendeskripsikan aturan ini adalah kita memiliki waktu hanya 5 detik untuk mengambil kembali makanan yang sudah jatuh tersebut sebelum terkontaminasi oleh mikroorganisme yang tidak terlihat dan berbahaya. Sebenarnya, mitos populer ini memiliki sejarahnya tersendiri hingga masih diyakini masyarakat dunia termasuk Indonesia, sampai sekarang.

Mitos aturan ini diketahui berasal dari bangsa Mongolia, Genghis Khan yang merupakan seorang penguasa Mongol pada masanya. Ia menetapkan 5 seconds rule atau "aturan Khan" di perjamuannya. Ada beberapa tulisan kuno tentang Genghis Khan yang menyatakan bahwa makanan apapun yang ada di lantai yang disiapkan untuknya boleh dimakan asalkan tetap ada di sana. Aturan Khan ini didasarkan oleh gagasan bahwa makanan yang disiapkan untuk Khan sangat istimewa sehingga tahan terhadap semua bahaya.

Sejarah mengenai aturan makanan yang sudah jatuh namun tetap dikonsumsi kembali hingga saat ini masih diaplikasikan ke kehidupan kita sehari-hari. Pasalnya, terlepas dari sejarah tersebut banyak orang-orang yang menganggap bahwa makanan yang jatuh untuk waktu yang singkat dan membuangnya begitu saja masih dianggap mubazir atau sia-sia. Mereka beranggapan bahwa selama belum kotor, seharusnya makanan masih bisa untuk dikonsumsi. Lalu, bagaimana sisi ilmiah melihat hal ini?

Sebenarnya, semua studi penelitian sangat melarang orang-orang untuk mempercayai mitos mengenai 5 seconds rule ini. Mereka yakin bahwa makanan apapun yang jatuh ke permukaan-terlepas sebentar atau lama--dapat terkontaminasi karena bakteri bisa dengan cepat berpindah begitu saja. Bahkan, Profesor Anthony Hilton dari Aston University, selaku ahli kuman dan bakteri mempertunjukkan 5 seconds rule ini ke kalangan muda pada The Big Bang Fair, perhelatan sains, teknologi, rekayasa teknik dan matematika (STEM) di Birmingham, Inggris.

Hilton menjelaskan, "Makan makanan yang hanya jatuh beberapa detik di lantai tidak bisa bebas seluruhnya dari risiko. Bila makanan terkena kotoran yang jelas terlihat, tentu jangan dimakan. Tapi, bila tidak jelas terkontaminasi, sains menunjukkan makanan itu kurang mungkin mengandung bakteri hanya dengan beberapa detik terkena lantai dalam ruangan."

Tidak hanya itu, jika kamu benar-benar mengaplikasikan aturan makanan 5 detik dan memakan kembali makanan yang sudah jatuh, kamu menempatkan diri pada kemungkinan untuk terkontaminasi bakteri seperti E.Coli dan salmonella. Bakteri ini dapat memberikan efek samping kesehatan yang berbahaya bahkan mematikan.

Terlepas dari sejarah, kata mubazir, dan mitos 5 seconds rule ini, kita seharusnya lebih memikirkan aspek kesehatan dibandingkan mempercayai mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Alih-alih menghindari sifat yang menyia-nyiakan makanan, yang ada nanti kamu malah terjangkit penyakit yang membahayakan diri kamu. Jadi apabila makanan sudah jatuh ke permukaan walau hanya 5 detik atau bahkan hanya 1 detik pun, kamu sangat dilarang untuk mengonsumsinya lagi, ya!

[Gambas:Audio CXO]



(DIP/DIR)