Insight | Business & Career

Stigma Pentingnya Keindahan Fisik di Dunia Kerja

Kamis, 13 Oct 2022 18:15 WIB
Stigma Pentingnya Keindahan Fisik di Dunia Kerja
Foto: Unsplash
Jakarta -

Dunia kerja menjadi 'bagian akhir' dari perjalanan manusia setelah menempuh pendidikan sesuai dengan standar masyarakat, yaitu dari SD hingga bangku kuliah. Ijazah yang diterima sebagai tanda lulus menjadi salah satu modal untuk melamar kerja di perusahaan impian. Tapi sayangnya dalam praktik di tengah industri, ada stigma bahwa tidak cuma harus siap secara skill saja saat ingin masuk ke dunia kerja, tetapi juga keindahan fisik.

Stigma ini semakin diperkuat ketika beberapa hari lalu muncul video viral. Di dalam video tersebut, ada seorang pria yang ditanya, "Paling enggak suka sama anak intern yang kayak gimana?" Lalu dia menjawab, "Yang jelek! Udah magang, masih diajarin, jelek lagi." Setelah video tersebut muncul dan viral, pria tersebut langsung memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak bermaksud seperti apa yang dipikirkan oleh para netizen.

Namun apakah benar keindahan fisik masih memegang peranan penting untuk mendapatkan pekerjaan hingga mencapai kesuksesan lebih baik, dibandingkan yang secara penampilan lebih 'kurang'?

.Ilustasi standar kecantikan dalam pekerjaan/ Foto: Freepik

Setiap Pekerjaan Punya Standar Tersendiri

Saat datang untuk melakukan interview kerja, tidak dapat dimungkiri bahwa kita pasti memiliki mindset harus memiliki penampilan dan menggunakan pakaian yang layak. Tentu saja hal itu dilakukan demi memberikan kesan pertama yang bagus kepada pihak perusahaan demi mendapatkan pekerjaan. Cara tersebut memang pantas untuk dilakukan karena kita sebagai pencari kerja juga ikut menghormati kesempatan yang diberikan dengan berpenampilan baik.

Masalahnya adalah ada standar tersendiri di dalam masing-masing pekerjaan atau jabatan yang memerlukan penampilan fisik di atas rata-rata. Beberapa pekerjaan tersebut, seperti anak divisi sales atau yang berkecimpung di dunia Public Relation (PR). Mereka memiliki alasan mengapa lebih senang untuk merekrut karyawan dengan penampilan fisik yang lebih baik. Salah satunya karena harus bertemu dengan klien sehingga mampu memberikan kesan yang positif.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh divisi sales atau dunia PR, bisa dibilang sama seperti apa yang kita lakukan saat sedang ingin interview kerja. Semuanya untuk first impression terbaik. Kenyataan pahit yang harus disadari dapat dilihat dari memang ada standar yang sudah tidak bisa diganggu gugat mengenai penampilan fisik untuk beberapa pekerjaan. Jika memang tidak menarik, maka orang tersebut tidak bisa mendapatkan pekerjaan tersebut.

.Ilustrasi beauty previllege/ Foto: Freepik

Tampil Sebaik Mungkin Tanpa Perlu Minder

Pil pahit akhirnya harus ditelan masyarakat mengenai stigma dari pentingnya keindahan fisik di dunia kerja. Kembali kepada respons masyarakat mengenai video viral tersebut, ada beberapa yang bercerita kalau mereka malah minder akibat pernyataan pria itu. Ada yang bercerita sudah mencari kerja berbulan-bulan, malah jadi makin pusing setelah nonton video tersebut, karena tampaknya membuat dia berpikir apakah dia gagal terus akibat fisiknya kurang indah. Sebaliknya ada juga respons yang bilang kalau seharusnya jangan baperan karena isi video tersebut hanya bercanda.

Bagaimanapun respons yang diberikan atas video tersebut, akhirnya banyak fakta terkuak tentang penampilan fisik yang nyatanya memang dipandang penting agar bisa diterima kerja ataupun proses pekerjaannya dipermudah. Hidup yang memang keras, bahkan makin keras di dunia kerja, harus didukung oleh mindset bahwa kita semua sudah seharusnya tampil sebaik mungkin. Bukan malah merasa 'kurang' indah dari orang lain sampai taraf frustasi, hingga merusak mental.

Toh, Seringai dalam lagu 'Citra Natural', juga bernyanyi: "Hey sayang/Mengapa engkau cemas?/Tak usah menjadi sesuatu yang bukan dirimu/Termakan, terbuai/Dengan segala citra emas/Nilai diri, mengapa jadi ragu?/Biarkanlah, tak perlu frustasi."

[Gambas:Audio CXO]

(tim/DIR)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS