Insight | Business & Career

Alasan Mengapa Makanan Hewan Peliharaan Mahal

Senin, 18 Jul 2022 10:00 WIB
Alasan Mengapa Makanan Hewan Peliharaan Mahal
Foto: FREEPIK
Jakarta -

Memiliki hewan peliharaan seperti kucing atau anjing di rumah, sedikit banyak membantu kita untuk menghilangkan stres setelah seharian di kantor. Saat membuka pintu rumah dan makhluk berbulu itu menyambut kita dengan mata polos juga suaranya yang khas, membuat kita pun ingin segera memeluknya. Itu adalah dari beberapa kesenangan yang kita rasakan ketika mempunyai hewan peliharaan.

Namun, di balik lembutnya bulu kucing atau anjing kita, di balik kegemasan pipinya, di balik perutnya yang gendut, ada pundi-pundi uang yang mesti kita keluarkan setiap bulan. Dan jumlahnya pun tidak sedikit, apalagi bila hewan peliharaan kita berasal dari hewan ras tertentu. Saya sendiri memiliki dua kucing betina ras persia di rumah. Setiap bulannya saya dan keluarga harus merogoh kocek yang agak dalam untuk membeli segala kebutuhannya. Mulai dari pasir kucing, hingga makanannya untuk satu bulan.

Saya hanyalah satu dari sekian banyak orang di luar sana yang memiliki hewan peliharaan berjenis ras tertentu. Ada satu pertanyaan yang selalu terngiang di kepala saya: mengapa makanan hewan peliharaan saya lebih mahal ketimbang makanan saya sehari-hari?

Dilansir Vox, sebenarnya makanan kucing tidak terlalu mahal. Namun yang membuat kantong kita harus menelan pil pahit adalah hal-hal tambahan lainnya. Seperti bila si kucing atau anjing kita cepat bosan, pilih-pilih makanan, dan tidak mau makanan, tentu hal tersebut membuat kita mencari cara agar mereka mau makan. Belum lagi snack-snack tambahan, biaya grooming, vitamin penunjang, sampai biaya untuk ke dokter saat hewan peliharaan saya sakit. Tentu hal tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Ya, kita benar-benar rela mengeluarkan uang yang banyak karena kita begitu terobsesi dengan mereka.

Perusahaan Tahu Kebutuhan Hewan Peliharaan Kita

Seperti perusahaan yang baik, produsen makanan hewan mengenal pelanggan mereka dengan baik; mereka tahu bahwa manusia mencintai hewan mereka dan akan melakukan banyak hal untuk mereka. Jadi alasan lain mengapa perusahaan hewan membebankan biaya yang sangat tinggi adalah karena kita pasti akan membelinya demi kebaikan hewan peliharaan kita.

Perusahaan juga tahu bahwa orang lebih memperhatikan apa yang ada dalam makanan hewan peliharaan, sebab sebagian besar waktu si anabul dihabiskan di rumah. Pemilik semakin memilih makanan yang mirip dengan apa yang mungkin mereka beli untuk diri mereka sendiri--berbahan organik, non-transgenik, vegan, dan sebagainya. Semua pemilik hewan peliharaan ingin yang terbaik untuk hewan kesayangannya tersebut.

Mahalnya makanan hewan peliharaan ditengarai karena terbatasnya produsen makanan hewan. Kurangnya persaingan dalam suatu industri bisa berdampak buruk bagi konsumen dan buruk bagi harga. Sehingga orang-orang pasti hanya memiliki pilihan yang terbatas untuk membeli makanan untuk hewan peliharaannya, dan pada akhirnya memilih yang sudah terjamin keaslian, kualitas gizi, dan bahan-bahan yang digunakan. Ketimbang membeli makanan hewan peliharaan yang belum memiliki nama.

Lantas, apakah semakin mahal makanan hewan peliharaan menentukan kualitasnya? Hebatnya, tidak banyak penelitian yang membandingkan biaya makanan anjing atau kucing dengan hasil kesehatan hewan. Menurut ahli gizi veteriner di University of Georgia, Joseph Bartges, makanan mahal tidak berarti lebih baik dan tidak ada penelitian yang bagus mengevaluasi ini.

Kendati demikian, pemilik hewan sebaiknya tetap memperhatikan kualitas makanan hewan peliharaannya. Kucing misalnya, dilansir The Spruce Pets, kucing tidak membutuhkan karbohidrat, meskipun jagung, gandum dan nasi digunakan sebagai komposisi dalam makanan kucing kalengan dan kering. Kebutuhan gizi dasar yang kucing butuhkan hanyalah protein dari daging, ikan, atau sumber unggas bernama taurin, asam amino esensial, vitamin, mineral, enzim, dan asam lemak tertentu lainnya. Jadi jika makanan kucing terdapat komposisi ini, itu sudah cukup tak perlu beli yang mahal.

Namun, industri makanan hewan peliharaan premium sepertinya belum akan turun untuk beberapa dekade ke depan dan mereka akan terus seperti itu. "Daya tarik dari makanan yang lebih mahal adalah agar pemilik hewan peliharaan memperlakukan hewan kesayangannya dengan benar karena mereka menyukainya. Padahal hewan peliharaan itu sendiri tak peduli apa yang mereka makan," tutup Nestle Purina.

[Gambas:Audio CXO]



(DIR/HAL)