Interest | Art & Culture

Menilik Desain dalam Keseharian di Pameran Harmonisasi/Harmonizing

Jumat, 07 Jun 2024 14:30 WIB
Menilik Desain dalam Keseharian di Pameran Harmonisasi/Harmonizing
Menilik Desain dalam Keseharian di Pameran Harmonisasi/Harmonizing/Foto: Nusaé
Jakarta -

Walau mungkin kerap tak terpikirkan, segala hal di sekeliling kita telah melalui proses desain yang menyeluruh sebelum termaterialisasi dalam bentuk fisik. Kiranya, hal inilah yang ingin dikomunikasikan oleh studio desain Nusaé dalam pameran retrospektifnya yang bertajuk Harmonisasi/Harmonizing.

Desain Kontekstual dan Harmonis

Digelar di Galeri Emiria Soenassa di kompleks Taman Ismail Marzuki, pameran ini merangkum perjalanan dan prinsip desain Nusaé selama lebih dari 10 tahun sejak mereka pertama berdiri. Selama rentang waktu ini, karya-karya environmental graphic Nusaé bisa ditemui di proyek yang sangat beragam—mulai dari ruang publik, bandara, stasiun, hotel, kafe, hingga kabupaten baru. Lebih lanjut, desain Nusaé juga menyentuh jenama fashion, proyek pemerintah, hingga proyek inisiatif editorial yang dimaksudkan untuk menyentuh audiens luas.

Judul Harmonisasi/Harmonizing sendiri mengacu pada nilai sentral yang dianut oleh Nusaé dalam tiap pendekatan kreatifnya. Bagi Nusaé, desain yang baik harus memenuhi fungsinya sambil tetap eksis secara harmonis dengan konteks karakter atau lingkungannya masing-masing. Karya-karya yang dipamerkan dalam Harmonisasi/Harmonizing sendiri terbagi ke dalam lima kategori; Subtle, Adapt, Contrast, Fusion, dan Aptness.

Kategori Subtle memperlihatkan bagaimana desain Nusaé bisa memberikan dampak tanpa perlu "tampil di depan", seperti pada instalasi pameran Elevation andramatin di Venice Architecture Biennale 2018. Adapt memperlihatkan bagaimana Nusaé mengambil elemen kebudayaan untuk diaplikasikan dalam desainnya. Selanjutnya, Contrast adalah pendekatan di mana Nusaé membuat desain yang distingtif dari latar lingkungannya, tanpa merusak harmoni secara keseluruhan. Uniknya, pendekatan ini juga bisa ditemui pada signage dan environmental graphic kawasan Taman Ismail Marzuki yang didesain oleh Nusaé. Fusion menggabungkan berbagai perspektif dan gagasan dalam desain yang kolaboratif, seperti pada proyek pembangunan city branding Kabupaten Tulang Bawang Barat. Terakhir, kategori Aptness menunjukkan eksplorasi Nusaé dalam mencari kemungkinan-kemungkinan baru terkait harmoni dalam desain, seperti melalui publikasi Saturasi yang mereka inisiasi untuk memantik diskusi soal ranah kreatif secara luas.

Selain pameran retrospektif karya selama 11 tahun ke belakang, Harmonisasi/Harmonizing juga menghadirkan diskusi bersama desainer kenamaan Jepang, Taku Satoh, pada tanggal 8 Juni 2024. Gelar wicara bertemakan "Merawat Harmonisasi: Desain Sebagai Wujud Kebudayaan Lintas Zaman" ini juga menghadirkan Diaz Hensuk dari SWG Design sebagai moderator, serta panelis Andi Rahmat sebagai co-founder Nusaé, Stephanie Larassati dari At-Lars, dan Adjie Negara dari Paragon Corp.

Pameran Harmonisasi/Harmonizing dari Nusaé terbuka untuk umum dari 31 Mei hingga 16 Juni 2024, dengan tur berkala yang dipandu oleh Andi Rahmat, penasehat pameran Andra Matin (andramatin), serta kurator Rizki M. Supratman (Ragam). Untuk informasi lebih lanjut soal pameran Harmonisasi/Harmonizing serta pembelian tiket diskusi, kunjungi laman Instagram @nusae.exhibition.

(alm/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS