Interest | Art & Culture

Lebih Mengenal Ki Hajar Dewantara Lewat Film Biopik yang Siap Diproduksi

Selasa, 07 May 2024 18:00 WIB
Lebih Mengenal Ki Hajar Dewantara Lewat Film Biopik yang Siap Diproduksi
Foto: CXO Media/Dian Rosalina
Jakarta -

Ki Hajar Dewantara mungkin dikenal oleh generasi saat ini sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu sosoknya lebih dari sekadar pahlawan, ia adalah pemikir, penemu, pencetus, dan tentu saja sosok yang memiliki inovasi modern dalam pendidikan Indonesia di eranya. Menyadari andil besarnya, Wahana Kreator didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan memproduksi film biopik, Ki Hajar Dewantara.

Mengenal Sosok Ki Hajar Dewantara Lewat Film

Diproduseri oleh Maudy Ayunda dan disutradarai Gina S. Noer, film Ki Hajar Dewantara direncanakan rampung dan diharapkan tayang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 mendatang. Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra mengatakan tak ada alasan pemerintah tidak mendukung.

"Kami berkewajiban mensukseskan terjadinya film ini. Salah satu dukungan yang Kemendikbudristek [berikan] untuk film Ki Hajar Dewantara adalah dalam bentuk riset dan pengembangan ide cerita sesuai dengan nilai-nilai yang kami gali. Insyaallah, setelah tayang di bioskop, akan kami tayangkan di museum-museum kita untuk literasi pendidikan," ujarnya dalam acara Exclusive Media Gathering Film Project Announcement "KHD", Senin (6/5).

Dari pihak keluarga Ki Hajar Dewantara sendiri sangat senang dengan adanya proyek film biopik ini. Ketua Yayasan Keluarga Ki Hajar Dewantara, Ki Bayu Prabangkara mengungkapkan pihak keluarga besar sebenarnya telah lama ingin mengabadikan momen kehidupan sang Bapak Pendidikan Indonesia tersebut. Lewat film, ia ingin seluruh masyarakat—generasi saat ini dan generasi yang akan datang—tidak hanya mengenali Ki Hajar Dewantara sebatas wajah dan kenal wajah, tetapi juga lebih mengenal seperti apa pribadinya serta meneladani sosok beliau.

"Alasan kami merestui film ini, sebab ini adalah momen yang tepat. Selaku keluarga besar KHD bertemu dengan orang-orang yang tepat, orang-orang profesional di bidangnya untuk menggarap film KHD. Jadi kami sangat yakin dan percaya jika film ini berada di tangan mereka, Insyaallah film ini akan menjadi film yang luar biasa dan tentunya film ini bukan sekadar film tetepi bisa dikatakan kita melanjutkan perjuangan dari para pejuang kita," tuturnya.

SISI BERBEDA KI HAJAR DEWANTARA AKAN DITAMPILKAN

Dipercaya sebagai produser dalam proyek biopik sosok pahlawan kenamaan Indonesia, Maudy Ayunda mengaku jadi lebih banyak belajar dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Banyak nilai-nilai yang beliau bawa dan Maudy merasa perlu diceritakan, disampaikan ke khalayak.

"Soal visi, pastinya nilai-nilai dari sosok KHD, tetapi juga obrolan saya dengan keluarga beliau dan banyak pihak, saya belajar bahwa ada value dari kehidupan beliau, dari keluarga, dari cerita masa kecilnya. Sepertinya ini akan menjadi film yang lebih dari sekadar tentang pendidikan, tetapi tentang kehidupan seseorang, tentang manusia. Sehingga pastinya akan ada tema-tema itu yang ingin kami sampaikan," ujarnya.

Perempuan berumur 29 tahun itu juga mengatakan ketika dipercaya sebagai produser untuk film pertamanya ini, ia banyak ngobrol dengan para produser yang lebih dulu terjun di bidang ini. Maudy pun merasa senang karena bisa belajar lagi dan lebih banyak tahu. Untuk itu, proritas pertamanya adalah menemukan partner yang tepat dan memiliki pembicaraan yang tepat sebelum akhirnya dimulai pengembangan cerita itu sendiri.

"Yang kita tahu adalah film ini sifatnya harus kolaborasi maka dari itu kami mementingkan proses yang tepat. Kami tahu harus ngobrol dulu dengan pihak keluarga KHD, kami juga tahu riset dan pengembangan cerita itu membutuhkan waktu serta proses yang cukup panjang, sehingga kami memerlukan expert sebanyak mungkin untuk membangun cerita yang baik dan tepat," kata Maudy.

Sementara dari sisi penyutradaraan, Gina S. Noer membayangkan film ini akan meng-highlight kehidupan dan pemikiran dari Ki Hajar Dewantara itu sendiri. Apalagi salah satu pemikiran yang paling disukainya adalah soal konsistensi, kontinuitas, dan konvergensi terkait pendidikan.

"Jadi bahwa dia itu harus tahu akar budayanya, bisa mengolahnya dalam kehidupan sehari-hari dan membawa nilai-nilai tersebut ke dalam budaya dunia bahkan modern. Kalau saya membayangkan filmnya, ini seperti film biopik pada umumnya, tapi warna-warnanya akan lebih cheerful dan warna baru," ungkapnya.

Ketika ditanya siapakah sosok yang tepat untuk memerankan sosok pahlawan besar ini, Gina mengatakan sosok sepenting Ki Hajar Dewantara, orang yang memainkannya juga perlu punya pemikiran yang matang juga. Sebab ketika sudah dibawa ke layar lebar, si aktor harus punya kemampuan untuk membuat penonton percaya bahwa karakter Ki Hajar Dewantara itu benar adanya.

"Dan saat ini, selama proses penulisannya, akan ada proses casting juga, biar kita bisa yakin bahwa apa yang ada di layar itu adalah proses melalui meritokrasi. Jadi bukan karena followers-nya banyak atau dia terkenal, tetapi memang jati dirinya dia sebagai seorang aktor, itu akan maksimal kalau dia dapat film ini," kata Gina.

Dia pun berharap film ini bisa mengajak penonton untuk bisa merayakan lagi kemerdekaan dalam belajar dan berpikir. Menjadi pembelajar seumur hidup itu adalah harkat dari manusia itu sendiri. Sebab ilmu akan meningkatkan nilai manusia dalam konteks apapun.

Jadi penasaran seperti apa sosok Bapak Pendidikan Indonesia kita ini digambarkan lewat film, ya? Nantikan film Ki Hajar Dewantara di 2026!

(DIR/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS