Interest | Art & Culture

Review Unlocked: Bagaimana Teknologi Dapat Menjauhkan yang Dekat dan Mendekatkan yang Jahat

Rabu, 22 Feb 2023 18:00 WIB
Review Unlocked: Bagaimana Teknologi Dapat Menjauhkan yang Dekat dan Mendekatkan yang Jahat
Unlocked Foto: Netflix
Jakarta -

Ulasan ini mengandung spoiler. Read at your own risk.

Era sekarang, dari balita hingga lansia, semua sulit menjauhkan dirinya dari smartphone. Dan sebenarnya, itu bukanlah suatu hal yang salah sebab smartphone sudah menyatu dengan lifestyle masa kini. Tak dapat dimungkiri pula bahwa kemajuan teknologi nyatanya mempermudah kehidupan kita hanya melalui beberapa tap dan klik pada layar yang digenggam. Namun, tentunya hal ini tak membuat kita kebal dari bahaya kejahatan siber. Mulai dari phising, spoofing, peretasan email, pencurian data pribadi, hingga cyberstalking.

Sudah banyak film yang menyorot perihal cybersecurity yang bergenre fiksi maupun diangkat dari cerita nyata, seperti Who Am I (2014), Cyber Hell: Exposing an Internet Horror (2022), atau episode-episode dalam serial Black Mirror. Menambahkan entry dalam genre yang sedang berkembang, Netflix kembali mengilustrasikan kengerian dari kejahatan siber melalui sebuah film yang dibintangi oleh Im Si-wan dan Chun Woo-hee, Unlocked.

[Gambas:Youtube]

Diadaptasi dari novel Jepang karya Akira Shiga yang terbit tahun 2017 dengan judul Sumaho o Otoshita, Unlocked merupakan film thriller-mystery yang menyorot kehidupan seorang wanita biasa bernama Lee Nami. Dirinya merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan start-up dan bekerja paruh baya di kafe kecil milik ayahnya. Suatu malam usai bersenang-senang bersama temannya, Nami tak sengaja menjatuhkan ponselnya. Sialnya, ponsel tersebut ditemukan oleh seorang pria bernama Oh Jun-yeong, seorang hacker, stalker, dan psikopat.

Alih-alih langsung mengembalikan ponsel Nami, Jun-yeong berpura-pura menjadi perempuan saat menjawab telepon dari sahabat Nami. Ia menggunakan rekaman suara seorang perempuan yang menginstruksikan untuk mengambil ponsel Nami di toko reparasi milik Jun-yeong, dikarenakan ia 'tak sengaja menjatuhkan ponselnya hingga rusak.' Sembari memperbaiki layar ponsel Nami, Jun-yeong juga memasang spyware dan meletakkan virus peretas di dalamnya. Sejak saat itu, hidup Nami dipantau dan dipelajari oleh Jun-yeong selama 24 jam setiap harinya.

.Cuplikan Unlocked/ Foto: Netflix

Data-data diri Nami dengan mudahnya diketahui oleh Jun-yeong, mulai dari alamat pribadi, sandi rumah, tempat kerja, rute commuting, jejaring sosial, hobi dan kebiasaan, hingga informasi finansial miliknya. Nami digambarkan sebagai perempuan yang tidak bisa lepas dari ponselnya   cukup relevan setidaknya bagi saya yang selalu membawa ponsel kemanapun bahkan saat ke kamar kecil-sehingga mudah bagi Jun-yeong untuk menguping dan memantau kehidupan Nami.

Dalam waktu singkat, Jun-yeong membuat sebuah list orang-orang disekitar Nami yang harus 'disingkirkannya.' Berawal dari cyberstalking, Jun-yeong pun berakhir di hadapan Nami, menerobos masuk ke rumahnya, memberikannya tiket pertandingan baseball, dan pura-pura membantunya saat Nami sadar bahwa ponselnya telah diretas. Ia menghancurkan hidup Nami secara perlahan, membuat dirinya dipecat dari perusahaan, mencurigai sahabatnya sendiri, hingga menyandera ayahnya.

.Cuplikan Unlocked/ Foto: Netflix

Cerita dalam film ini juga bersinggungan dengan peran seorang detektif bernama Woo Ji-man yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan berantai di sebuah hutan yang pelakunya diduga memiliki hubungan dengan anaknya yang kabur dari rumah, Woo Jun-yeong. Detektif Woo Ji-man awalnya sudah berfirasat bahwa sebenarnya ia sedang mengejar anaknya sendiri karena menemukan banyak clue yang semuanya menunjuk pada Woo Jun-yeong. Pada akhirnya, ia harus berdamai dengan kenyataan pahit bahwa anaknya Woo Jun-yeong merupakan korban pertama dari Oh Jun-yeong. Jun-yeong juga mencuri identitas Woo Jun-yeong karena ending dari film ini menunjukkan bahwa Oh Jun-yeong tidak pernah didaftarkan sejak lahir.

Turut menyuguhkan cuplikan dari layar ponsel Nami yang detail maupun alat pengintai dari perspektif Jun-yeong, Unlocked berhasil membangun ketegangan yang intens sedari awal karena dikemas dengan alur cerita yang langsung pada intinya. Ada satu kalimat yang cukup membuat bulu kuduk berdiri, yaitu saat si psikopat menjelaskan betapa mudahnya ia melanggengkan aksinya. "Kau tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan hingga (bertindak) sejauh ini setelah menemukan ponsel Nami? Tiga hari. Hanya tiga hari. Aku bisa melakukan apapun selama memiliki (ponsel) ini. Aku tahu apa yang kau beli, kau inginkan, yang kau miliki, kau makan, siapa yang kau suka, dan siapa yang kau benci." ungkapnya.

.Cuplikan Unlocked/ Foto: Netflix

Meski aksi kriminal yang dilakukan Jun-yeong sangat menyentil tingkat kewaspadaan saya dan sukses membuat parno, ketidakpuasan dengan film ini jatuh pada kedalaman karakter yang memiliki pengaruh langsung pada koneksi antara si jahat dan si baik, serta motivasi yang jadi jantung kebanyakan film mystery-thriller. Umumnya, motivasi pembunuh berantai punya korelasi kuat dengan masa lalu atau trauma yang menyelimuti seluruh hidupnya. Namun, hal ini absen dalam Unlocked.

Motivasi Jun-yeong terasa sangat dangkal, dirinya tak memiliki alasan yang cukup memuaskan untuk menargetkan Nami sebagai korbannya. Pun saat Nami menanyakan pertanyaan yang juga ingin ditanyakan oleh penonton; "Kenapa kau melakukan ini semua padaku? Apa salahku?" Jun-yeong hanya menjawab dengan alasan yang sangat sederhana; "Karena aku menemukan ponselmu. Apa butuh alasan khusus?" Ya, mungkin Jun-yeong merupakan psikopat gila kelas kakap saja, dan film ini ingin memberikan gambaran bahwa siapa saja bisa jadi korban kejahatan siber. Tapi tetap, film ini akan lebih terasa utuh jika latar belakang Jun-yeong digali lebih dalam.

.Cuplikan Unlocked/ Foto: youngukjeon

Terlepas dari segi pengkarakteran yang gagal memperkukuh cerita, Unlocked tetap menyuguhkan pesan yang kuat bahwa kejahatan siber itu nyata dan bisa terjadi tanpa kita sadari. Dengan teknologi yang terus berkembang, smartphone bukanlah lagi sekadar perangkat elektronik namun juga brankas penuh informasi berharga yang bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah.

Unlocked hadir di Netflix.

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/tim)

Author

Hani Indita

NEW RELEASE
CXO SPECIALS