Interest | Art & Culture

Menatap Akhir dari Citayam Fashion Week?

Sabtu, 13 Aug 2022 18:00 WIB
Menatap Akhir dari Citayam Fashion Week?
Jakarta -

Citayam Fashion Week (CFW) yang fenomenal mengalami pasang dan surut pemberitaan dalam waktu singkat. Usai diobral habis oleh media-media oportunis, influencer medioker, hingga selebritis dan pejabat publik; CFW saat ini tidak lebih dari suatu hype yang ramai namun mulai dilupakan.

Sekilas, keadaan ini tampak membenarkan ramalan Andy Warhol beberapa masa silam. Katanya, "In the future, everybody will be famous at least for fifteen minutes." Secara gamblang, itulah nasib pahit yang memang musti diterima Bonge, Jeje dan kawan-kawan, terlebih sejak ruang bermain mereka di Sudirman-Dukuh Atas, diperhatikan secara bijak oleh pemerintah.

Padahal, CFW sendiri sempat mengukuhkan kawasan Sudirman-Dukuh Atas sebagai ruang inklusif, dengan ragam potensi subkultur asal akar rumput untuk warga Jakarta dan sekitaran; sebagaimana subkultur Harajuku di Jepang, atau Shamate di Tiongkok.

Sialnya, kemungkinan-kemungkinan positif dari CFW justru semakin sirna. Tidak terkecuali bagi impian para remaja yang ingin bergaul dan terkenal lewat ruang terbuka di CFW, terhitung sejak kaum elit turut campur tangan dan mulai memperebutkan sisi komersial Citayam Fashion Week.

Sejatinya, CFW adalah gerakan budaya akar rumput yang lahir secara organik dan berlandaskan kebebasan berekspresi bagi siapa saja; tanpa memperdulikan tudingan nyinyir dari netizen yang budiman.

[Gambas:Youtube]

Simak sudut pandang berbeda dari remaja-remaja Citayam Fashion Week yang hadir karena ragam alasan dan tujuan, selengkapnya hanya di program Perspektif Episode ke-100, yang sudah tayang di kanal Youtube CXO Media.

[Gambas:Audio CXO]



(RIA/DIR)