Interest | Art & Culture

Busting Myths: Sembilan Nyawa Kucing

Kamis, 14 Jul 2022 18:01 WIB
Busting Myths: Sembilan Nyawa Kucing
Jakarta -

"A cat has nine lives. For three he plays, for three he strays, and for the last three he stays."

Seperti tidak takut mati lantaran memiliki nyawa lebih dari satu, kelakuan kucing sering membuat banyak orang terheran-heran karena tak sedikit di antaranya yang sebenarnya cukup ekstrem hingga dapat mengancam nyawa, namun mereka berhasil melaluinya setiap kali. Seperti berkali-kali mencurangi dan menghindari kematian, kucing mendapatkan julukan sebagai makhluk yang memiliki sembilan nyawa. Namun sebenarnya, dari mana asal julukan ini? Mengapa angka sembilan, dan adakah kebenaran di baliknya?

Sebenarnya, kapan awal mula perkataan kucing memiliki sembilan nyawa tidak diketahui, namun dipercaya bahwa perkataan ini telah berkeliaran selama beberapa abad. William Shakespeare bahkan juga menggunakan frasa ini dalam karyanya Romeo dan Juliet;

Tybalt: What wouldst thou have with me?
Mercutio: Good king of cats, nothing but one of your nine lives.

.Atum-Ra/ Foto: Pexels

Faktanya, kucing telah hidup berdampingan dengan manusia selama kurang lebih 10.000 tahun. Hal ini dapat terlihat jelas dalam sejarah Mesir kuno di mana kucing dipercaya sebagai makhluk superior dan orang-orang Mesir pada masanya pernah menyembah kucing, dengan beberapa dewa Mesir digambarkan berkepala kucing. Misalnya, salah satu dewa matahari, Atum-Ra, dipercaya memiliki bentuk kucing dan melahirkan 8 dewa lain. Maka dari itu banyak pihak berpendapat bahwa frasa tersebut mungkin berasal dari zaman Mesir kuno, dikarenakan bahwa Atum-Ra, bersama dengan 8 dewa lain, bertotalkan 9 nyawa.

Selain itu, angka sembilan juga dipercaya sebagai angka keberuntungan dan angka magis. Dalam budaya Yunani kuno, angka sembilan disebut sebagai nomor supernatural dan dipercaya sebagai sebuah trinitas dari semua trinitas. Meski demikian, nampaknya budaya lain memiliki versinya tersendiri mengenai frasa ini. Beberapa wilayah di Spanyol mempercayai bahwa kucing memiliki tujuh nyawa, sementara cerita legenda di Turki dan Arab mengatakan bahwa kucing memiliki enam nyawa.

.Ilustrasi kucing punya 9 nyawa/ Foto: Pexels

Sebenarnya, jika merujuk pada fakta biologis, kucing dapat hidup hingga 14 tahun, yang setara dengan 70 tahun dalam usia manusia. Alasan mengapa kucing mendapatkan julukan tersebut mungkin berhubungan dengan sifat asli dan keahlian mereka yang cekatan, gesit, dan lincah. Merupakan sebuah kodrat kucing untuk memiliki keahlian dalam memanjat pohon, sehingga aktivitas lompat melompat telah mengasah insting mereka dalam menghadapi ketinggian. Keberhasilan kucing dalam mencurangi kematian, misalnya seperti loncat dari ketinggian yang dapat membahayakan manusia, semua dikarenakan anatomi mereka yang luar biasa.

Kucing memiliki apa yang dinamakan sebagai righting reflex yang memungkinkan mereka untuk memutar dan memainkan tubuh agar dapat mendarat dengan aman. Selain itu, luas permukaan tubuh yang lebih besar dibanding dengan beratnya juga membantu kucing untuk mengurangi gaya dari pendaratan mereka. Bahkan, fleksibilitas yang tinggi pada tulang dan ligamen mereka pun dapat membantu mereka untuk menopang cedera ringan akibat sebuah benturan dari melompat.

Alasan biologis tersebutlah yang memungkinkan kucing untuk memiliki nyali dan keberanian yang tinggi hingga mendapatkan julukan terkenal tersebut. Do you wish to possess those abilities?

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/MEL)

Author

Hani Indita