Interest | Art & Culture

Perbedaan Persepsi Makanan Vegan dalam Budaya Barat dan Asia

Jumat, 24 Jun 2022 12:00 WIB
Perbedaan Persepsi Makanan Vegan dalam Budaya Barat dan Asia
Ilustrasi makanan vegan Foto: Pixabay
Jakarta -

Ketika mendengar gaya hidup vegan, hal pertama yang terlintas adalah makan salad. Bagi sebagian orang, gaya hidup vegan memang tidak terasa tidak menarik. Tidak boleh makan daging apa pun, hanya boleh makan sayuran. Walau memang benar pada dasarnya gaya hidup vegan bertujuan untuk hidup lebih sehat, menentang animal cruelty, dan alasan keagamaan, kamu tidak perlu terus-menerus makan salad, apalagi kalau lidahmu lebih suka makanan yang memiliki rasa yang kompleks.

Stereotip makanan vegan = salad yang populer di masa kini berasal dari pengaruh budaya barat. Dalam media-media barat yang biasanya kamu konsumsi, pasti ada banyak di antaranya yang mengaitkan kedua hal tersebut, seakan-akan memang sudah begitu kodratnya. Sayangnya, makanan yang vegan dan 'bersih' yang bisa kita beli cenderung mahal. Padahal, gaya hidup vegan juga banyak dipopulerkan oleh berbagai daerah di Asia dan biasanya lebih terjangkau.

.Ilustrasi vegetarian/ Foto: Pexels

Berbeda dengan budaya barat, budaya vegan di Asia tumbuh dari masa sulit dan alasan keagamaan. Di masa sulit, akses ke protein hewani menjadi langka, sehingga protein hewani menjadi pilihan agar dapat terus bertahan hidup. Di sisi lain, ajaran agama Asia cenderung mengajarkan belas kasihan kepada semua makhluk hidup, baik itu hewan ataupun serangga.

Selain makanan vegan yang diperkenalkan oleh budaya barat, mungkin makanan vegan Asia bisa mengubah pikiranmu. Pengaruh budaya Tionghoa di Indonesia juga banyak membawakan berbagai olahan makanan tanpa daging yang bisa kita temukan sehari-hari. Di Jakarta sendiri, ada banyak restoran vegetarian yang menyajikan beragam olahan tanpa daging yang lezat, seperti Loving Hut, Namy House, dan banyak lainnya. Mungkin kamu tidak menyadari, tapi makanan yang dekat dengan keseharian kita pun banyak yang tidak mengandung olahan daging. Beberapa di antaranya adalah lontong sayur, ketoprak, nasi pecel, oncom, dan masih banyak lainnya.

.Ilustrasi salad/ Foto: Pexels

Dalam mengadopsi gaya hidup vegan, kamu perlu mengenali apa tujuanmu. Jika tujuanmu mengadopsi gaya hidup vegan adalah untuk menentang animal cruelty, maka pilihlah lauk-pauk yang tidak mengandung olahan daging saat membeli makanan di warteg langganan. Namun, kalau yang kamu prioritaskan adalah clean eating, makanan dari restoran vegetarian bisa menjadi pilihan buatmu.

[Gambas:Audio CXO]

(HAL/MEL)

Author

Handoko Lun