Interest | Art & Culture

Nostalgia Sinetron Horor Indonesia

Sabtu, 11 Jun 2022 14:00 WIB
Nostalgia Sinetron Horor Indonesia
Foto: Soraya Intercine Film
Jakarta -

Dulu waktu kecil, saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi. Tak hanya untuk menonton kartun, tapi juga untuk menonton sinetron. Sekarang dengan adanya berbagai layanan streaming, saya pun sudah jarang menonton televisi. Pun ketika saya memutuskan untuk menonton televisi, konten-kontennya telah berubah drastis.

Saya teringat masa ketika KKN, di mana satu-satunya hiburan di penghujung hari adalah menonton televisi di rumah warga. Setiap malam, saya bersama teman-teman di pondokan selalu menonton sinetron apa saja yang waktu itu sedang ditayangkan. Selama tiga jam, kami marathon 3 judul sinetron, dan semua sinetron itu berkisah tentang percintaan dan perselingkuhan. Kalau dipikir-pikir, hampir semua sinetron yang sekarang ada di televisi diseragamkan oleh tema yang sama. Mulai dari Ikatan Cinta, Orang Ketiga, hingga Buku Harian Seorang Istri, semuanya bercerita tentang relasi percintaan.

Ada masanya ketika televisi Indonesia menghadirkan tontonan yang beragam. Misalnya, ketika kecil ada tontonan macam Tuyul dan Mbak Yul dan Jinny Oh Jinny yang menggabungkan unsur fantasi dengan komedi. Tak hanya itu, ada juga sinetron horor yang banyak menghiasi layar kaca lokal. Bagi kalian yang tumbuh di tahun 2000 awal, pasti ingat dengan sosok Pocong Mumun dengan mukanya yang bersinar merah dan matanya yang bersinar hijau. Selain Pocong Mumun, masih ada banyak lagi karakter ikonik dari sinetron horor Indonesia. Berikut adalah sinetron horor Indonesia yang bisa membuatmu bernostalgia!

.Sinetron Jadi Pocong/ Foto: Pulsk.com

Jadi Pocong

Bang, aye Mumun bang... Kata-kata ini telah menjadi sapaan khas dari Pocong Mumun yang merupakan karakter utama dalam sinetron Jadi Pocong (2002). Jadi Pocong bercerita tentang sepasang kekasih yaitu Mumun dan Juned yang kemudian dilanda tragedi ketika Mumun tewas akibat ditabrak mobil. Ketika dimakamkan, tukang gali kubur lupa membuka ikatan jenazah Mumun. Akhirnya, Mumun pun bergentayangan sebagai pocong.

Jadi Pocong tayang hingga 2 season, di season kedua ada juga Pocong Jefry yang menghantui orang-orang. Jefry adalah dalang di balik kematian Mumun. Berbeda dengan Pocong Mumun, penampakan Pocong Jefry lebih seram dengan taring yang mengerikan. Sinetron yang diperankan oleh Eddies Adelia, Mandra dan Benny Ruswandi ini telah menjadi salah satu sinetron yang dicintai penonton pada masanya.

.Sinetron Di Sini Ada Setan/ Foto: Sinemart

Di Sini Ada Setan

Di Sini Ada Setan merupakan salah satu tontonan favorit yang tak pernah saya lewatkan. Serial ini bercerita tentang seorang remaja bernama Sashi yang memiliki kemampuan indra keenam. Bersama teman-temannya, ia berpetualang mengungkap misteri. Sinetron ini dibintangi oleh jajaran artis ternama seperti Nagita Slavina, Diva Nadia, Lia Ananta, dan Rionaldo Stockhorst. Salah satu daya tarik utama dari ceritanya adalah unsur horor yang dibumbui dengan kisah cinta remaja. Alhasil, banyak remaja dan anak-anak seusia saya waktu itu gemar sekali menonton serial ini. Setiap episode dari Di Sini Ada Setan mengangkat cerita misteri yang berbeda. Seru sekali waktu itu mengikuti petualangan Sashi dan kawan-kawan. Apalagi, soundtrack-nya diisi oleh lagu hits dari Utopia, Ada dan Tiada.

.Sinetron Si Manis Jembatan Ancol/ Foto: Soraya Intercine Film

Si Manis Jembatan Ancol

Berbicara soal sinetron horor, tidak lengkap rasanya jika tidak memasukkan Si Manis Jembatan Ancol yang begitu populer. Sinetron ini terinspirasi dari urban legend masyarakat Betawi tentang seorang gadis bernama Mariam yang meninggal dengan tragis akibat diperkosa dan dibunuh di atas jembatan di kawasan Ancol.

Karakter Mariam diperankan oleh Diah Permatasari di season pertama dan Kiki Fatmala di season kedua. Sinetron ini menggambarkan hantu-hantu yang mati akibat korban kejahatan manusia. Selain Mariam, ada juga hantu Karina yang diperankan oleh Ozy Syahputra. Mariam dan Karina pun membantu para arwah penasaran untuk membalaskan dendam mereka.

.Sinetron Djail/ Foto: Sinemart

Djail

Apabila di Hollywood ada Chucky, maka di Indonesia ada Djail. Mirip seperti Di Sini Ada Setan, pemeran utama dalam sinetron Djail juga merupakan sekelompok remaja. Sinetron ini berkisah tentang teror boneka bernama Djail yang dirasuki roh halus. Boneka ini digunakan oleh seorang siswa korban bullying bernama Yosi yang ingin membalas dendam. Satu per satu korban pun berjatuhan. Sekelompok sahabat yaitu Dhea, Raya, Mira, Emil, Deny, dan Regina pun mencoba untuk menghentikan teror dari boneka Djail. Sinetron ini dibintangi oleh Dhea Ananda, Sheza Idris, Tyara Renata, dan Handika Pratama. Selain itu, sinetron ini juga diisi dengan soundtrack ciamik dari Riani Sovana berjudul Sisi Gelap.

.Sinetron Misteri Gunung Berapi/ Foto: Detik

Misteri Gunung Merapi

Sebenarnya, Misteri Gunung Merapi bukanlah sinetron horor, melainkan sinetron kolosal. Tapi, siapa yang tak ingat dengan karakter Mak Lampir dengan ketawanya yang mengerikan? Sosok Mak Lampir yang diperankan oleh Farida Pasha sukses membuat saya yang waktu itu masih kecil merasa ketakutan setiap kali melihatnya. Misteri Gunung Merapi sendiri bercerita tentang Mak Lampir yang dikurung selama ratusan tahun di goa kaki gunung Merapi oleh Ki Ageng Prayogo. Namun, Mak Lampir bangkit setelah ada seseorang yang tidak sengaja membuka peti matinya. Mak Lampir pun kembali ke dunia untuk membalas dendamnya kepada keturunan Ki Ageng Prayogo.

Film horor mungkin masih merajai industri perfilman Indonesia. Tapi, absennya sinetron horor dari televisi Indonesia hari ini adalah sebuah kehilangan tersendiri. Mungkin suatu saat akan ada produser atau sutradara yang tergerak hatinya untuk kembali membuat sinetron horor. Dengan sinetron kita yang didominasi oleh percintaan dan perselingkuhan, sinetron horor bisa membawa angin segar yang kita butuhkan.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)