Interest | Art & Culture

Eksperimen Kami: Mencari Babi Guling Terenak di Bali

Jumat, 03 Jun 2022 14:00 WIB
Eksperimen Kami: Mencari Babi Guling Terenak di Bali
Foto: jenzcorner.net/Instagram
Jakarta -

Pulau Dewata memang tidak pernah absen dalam menawarkan keindahan dan keunikannya yang selalu diminati oleh para pengunjungnya, baik turis lokal maupun mancanegara. Mulai dari pantai, bar, hingga deretan kuliner uniknya pasti selalu ramai digandrungi oleh orang-orang. Berbicara mengenai kuliner Bali, makanan yang selalu dicari oleh para pengunjung tentunya adalah Babi Guling. Ya, tidak sah rasanya apabila mengunjungi Pulau Bali tanpa mencicipi makanan lokal yang satu ini. Saking terkenalnya, terdapat sangat banyak restoran Babi Guling untuk kita icip dan membandingkan satu dengan yang lainnya.

Mengulur balik ke ranah sejarah, pulau Bali yang didominasi oleh umat Hindu memang menjadikan babi guling sebagai salah satu makanan wajib yang disajikan dalam perayaan keagamaan. Babi guling yang dikenal dengan sebutan be guling juga merupakan kuliner tradisional khas Bali, sehingga tidak heran apabila para pengunjung pulau ini sudah pasti berbondong-bondong mendatangi warung atau rumah makan babi guling setempat.

Dikutip dari Historia, be guling sudah menjadi makanan nusantara khas Bali semenjak tahun 2011. Babi muda yang perutnya sudah bersih dimasuki dengan base genep atau bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kencur, jahe, kunyit, cabai rawit, gula aren, garam, terasi, daun salam, dan sedikit asam. Setelah dimasuki dengan bumbu base genep, perut babi dijahit dan dipanggang sambil diputar-putar hingga matang.

Selama 3 hari saya mengunjungi Bali, tentu salah satu bucket-list yang saya harus penuhi adalah mencicipi babi guling khas Bali yang tersebar di berbagai daerah. Karena waktu yang terbatas, saya hanya berhasil mendapatkan 3 tempat makan babi guling khas Bali yang cukup terkenal dan diklaim sangat enak berdasarkan rekomendasi yang saya dapatkan dari rekan-rekan. Berikut adalah beberapa tempat babi guling yang berhasil saya cicip selama berada di Bali.

Warung Babi Guling Pak Malen
Rating: 8/10

Berada di Jl. Sunset Road, Seminyak, Warung Babi Guling Pak Malen sepertinya tidak pernah sepi pengunjung. Saya mendatangi tempat makan ini kurang lebih pada pukul 1 siang, di mana orang beramai-ramai datang ke Warung Babi Guling Pak Malen untuk makan siang. Tempatnya cukup luas sehingga dapat menampung banyak pengunjung. Tanpa melihat menu, salah satu pelayan langsung mendatangi tempat duduk saya dan menanyakan jumlah yang dipesan dan tidak sampai lima menit, pesanan tersebut datang, siap untuk disantap.

Visual yang diberikan oleh Pak Malen memang sangat menggugah selera, dengan porsi yang pas--tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Sate babi milik Pak Malen sangat terasa bumbunya dan cenderung agak pedas. Tidak hanya itu, sebagai penyuka masakan pedas, sambal milik Pak Malen sangat enak dan pas dengan lidah saya. Babi crispy serta kerupuk babinya pun sangat gurih dan renyah.

Satu hal yang cukup mengecewakan bagi saya pribadi adalah kurang hangat sajian yang diberikan. Mungkin hal ini dapat menjawab bagaimana pesanan bisa sangat cepat untuk diberikan. Secara keseluruhan, Warung Babi Guling Pak Malen yang dihargai sebesar Rp 40.000 ini cukup memuaskan.

Warung Babi Guling Pak Dobiel Nusa Dua
Rating: 9/10

Berlokasi di daerah Nusa Dua, warung makan yang satu ini juga tidak kalah ramai dengan pengunjung. Bahkan sesampainya saya di lokasi, antrian sudah sangat panjang di jam makan siang. Tidak hanya dari Indonesia, saya pun juga melihat berbagai turis dari luar negara yang ikut menikmati antrian panjang ini untuk menyantap babi guling khas Pak Dobiel. Berbeda dengan Pak Malen, pengunjung diminta untuk membayar terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor antrian dan menunggu pesanan dibuat. Saya menghabiskan kurang lebih selama satu jam sampai akhirnya pesanan saya dibuat. Melihat kondisi warung yang sangat ramai pengunjung, saya akhirnya memutuskan untuk membawanya pulang saja.

Dengan bungkus kotak putih besar yang rapi dan nasi yang masih sangat hangat, saya langsung menyantap babi guling milik Pak Dobiel ini di mobil. Hal pertama yang saya coba adalah satenya. Sate babi Pak Dobiel memang tidak begitu pedas dan terasa bumbunya seperti sate babi Pak Malen, namun rasa asap dari proses pemanggangan sangatlah menggugah selera. Lawarnya saya akui sangat lezat dan daging babinya juga sangat empuk. Dapat saya katakan dengan mudah bahwa menunggu selama satu jam lebih cukup worth it untuk satu kotak menu babi guling Pak Dobiel ini. Sedikit lebih mahal daripada Pak Malen, harga yang ditawarkan oleh Warung Babi Guling Pak Dobiel ini dipatok pada Rp 50.000.

Babi Guling Singaraja Beras Merah "Rendi"
Rating: 8/10

Berbeda dengan kedua babi guling yang sudah saya review sebelumnya, babi guling milik Pak Rendi ini menggunakan beras merah yang merupakan salah satu menu khas Singaraja--tempat di mana Bapak dan Ibu Rendi berasal sebelum pindah ke Denpasar. Tidak hanya itu saja, yang paling membedakan babi guling Rendi ini juga harganya yang terpaut jauh lebih murah dibandingkan dua tempat yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Untuk satu porsi menu babi guling, saya hanya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 25.000 saja.

Sate yang saya cicip terlebih dahulu sangatlah enak dan terasa sekali bumbunya. Kulit babi yang disajikan di atas nasi pun sangat terasa kriuknya dan lemak yang terdapat di balik kulitnya meleleh dengan sempurna di dalam mulut. Untuk yang menyukai pedas, Babi Guling Singaraja Beras Merah milik Pak Rendi ini tentu sangat cocok karena semua bumbu yang digunakan untuk mengolah daging babi serta lauk lainnya cenderung cukup pedas.

Itu dia beberapa tempat babi guling di Bali yang saya sempat datangi dan nikmati. Sebenarnya, masih banyak lagi tempat babi guling yang direkomendasikan dan tidak sempat saya kunjungi dan review yang saya berikan kepada tiga tempat ini sebatas berdasarkan personal preference dan experience saya. Meskipun trip yang saya jalani di Bali hanya sebatas tiga hari, saya sangat puas dengan fakta bahwa saya berhasil menyempatkan diri menikmati beberapa rekomendasi hidangan khas Pulau Dewata ini.

[Gambas:Audio CXO]



(DIP/DIR)