Interest | Art & Culture

Busting Myths: Foto Bertiga

Sabtu, 09 Apr 2022 22:00 WIB
Busting Myths: Foto Bertiga
Jakarta -

Kita hidup di era modern. Era di mana teknologi mempermudah banyak hal di kehidupan manusia. Meskipun peradaban masa kini disebut sebagai masa yang penuh kecanggihan, kepercayaan akan mitos-mitos tradisional tidak juga luntur dipegang sampai sekarang. Salah satunya adalah mitos mengenai foto bertiga, yang dianggap dapat membawa kesialan kepada salah seorang di antaranya.

Mitos foto bertiga, berkembang sejak awal pemanfaatan kamera sebagai pelengkap gaya hidup masyarakat. Di Indonesia, tidak sedikit yang mempercayai mitos ini. Pada praktiknya, mitos mengenai foto bertiga cukup beragam. Ada yang beranggapan bahwa jika foto bertiga, maka sosok yang di tengah akan mati, atau akan ada sosok gaib yang ikut berfoto. Ada juga yang percaya jika sepasang kekasih foto bertiga bersama orang lain, akan terjadi perselingkuhan atau hubungan tersebut akan kandas.

.Ilustrasi foto bertiga/ Foto: Cottonbro - Pexels

Anggapan mengenai mitos berfoto bertiga memang cukup beragam. Konon, mitos ini diawali dari Jepang dan Vietnam, yang menganggap berfoto dalam bilangan ganjil, terlebih berjumlah tiga, adalah suatu awal kesialan. Selain itu, masyarakat yang masih memegang teguh unsur adat dan tradisi menganggap foto bertiga dapat menimbulkan kemaslahatan. Bagi kaum yang menolak open-minded, berfoto bertiga disebut dapat menimbulkan penyakit, karena menurut mereka terpaan flash kamera pada tiga orang tidaklah sehat.

Di Indonesia sendiri, mitos berfoto bertiga lebih bersifat kisah turun-temurun antargenerasi. Seperti yang kita ketahui, Tanah Air yang kita cintai ini memang sulit dilepaskan dari nuansa mistis. Entah dari mana juntrungannya, berfoto bertiga dimaknai sebagai momen yang akan memberikan tempat kepada makhluk halus untuk tampil narsis di dalam foto. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia biasanya akan menggenapi foto menjadi 4,6 dan seterusnya. Selain perkara gaib, teori cocoklogi juga sering dipraktikkan dalam menyikapi mitos berfoto bertiga.

Kepercayaan paling mainstream ketika ada orang yang di foto bertiga, adalah kematian bagi salah seorang di antaranya dan unsur perselingkuhan apabila di foto tersebut terdapat sepasang kekasih. Masyarakat Indonesia merasa menemukan kebenaran perihal teori mitos ini melalui foto. Para pecinta teori konspirasi sering mengasosiasikannya dengan apa yang menimpa Kurt Cobain dari Nirvana. Selain itu, kejadian Cinta Segitiga Ahmad Dhani, Maia Estianty, dan Mulan Jameela juga sering disangkutkan dengan mitos foto bertiga.

.Ilustrasi foto bertiga/ Foto: Dziubi Steenbergen - Pexels

Pada kenyataannya, akibat dari mitos berfoto bertiga sedikit sulit diterima akal. Pertama, jika salah seorang di dalam foto tersebut akan mati lebih cepat, maka alasannya bukanlah karena takhayul receh tersebut, namun memang telah menjadi suratan Tuhan. Toh, pada akhirnya, semua orang yang ada di dalam foto, atau bahkan yang mengambil dan mencetak foto akan mati juga, bukan?

Selain itu, perihal blitz yang membahayakan kesehatan, sepenuhnya telah dibantah oleh fotografer profesional. Kemudian, soal cinta segitiga, rasanya mempercayai sebuah foto sebagai penyebab perselingkuhan adalah hal yang naif di saat masih banyak hal yang lebih mungkin menyebabkan perselingkuhan ketimbang berfoto bertiga. Terakhir, soal makhluk halus di antara orang yang berfoto bertiga, sepertinya ilusi optik dan imajinasi manusia, menjadi faktor yang membuat asumsi seperti ini cukup dipercaya dan menjadi ramai dibicarakan.

Berfoto bertiga masih dilingkupi banyak mitos di sekitarnya meski masyarakat zaman sekarang mulai menghiraukannya. Ya, memang tidak semua mitos masuk akal dan kredibel untuk dipercaya. Namanya juga mitos. Namun, apabila kamu mau percaya dengan mitos mengenai berfoto bertiga, sebaiknya kamu memikirkannya kembali secara berulang. Karena selama ini, banyak pula orang yang berfoto bertiga dan tetap langgeng bijaksana, bukan?

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)