Interest | Wellness

Apa Bedanya Minuman Less Sugar, Zero Sugar, dan Unsweetened?

Selasa, 02 Apr 2024 14:30 WIB
Apa Bedanya Minuman Less Sugar, Zero Sugar, dan Unsweetened?
Foto: Pxhere
Jakarta -

Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) yang biasa kita temui di supermarket andalan memang sudah menjadi 'teman' sehari-hari. Selain murah dan mudah, jenis minuman yang ditawarkan juga ekstensif dan beragam. Mulai dari soda, teh dengan berbagai rasa menarik, kopi on-the-go, hingga minuman isotonik penambah cairan tubuh-semua siap untuk melepas dahagamu.

Perbedaan Minuman Less Sugar, Zero Sugar, dan Unsweetened

Menurut Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), konsumsi MBDK terus meningkat di Indonesia hingga melebihi laju pertambahan jumlah penduduk. Dalam dua dekade terakhir, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia akan produk MBDK meroket hingga 15 kali lipat, yang tadinya berkisar 51 juta liter pada 1996 menjadi 780 juta liter pada 2014. Pada 2021, ditemukan hampir dua dari sepuluh rumah tangga (19%) di Indonesia mengkonsumsi produk MBDK per minggunya.

Padahal, minuman berkemasan merupakan minuman penuh gula tambahan yang tidak baik untuk dikonsumsi terus menerus. Sebab, konsumsi MBDK berlebih memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.

Dalam mensiasati fenomena ini, industri pangan pun mengeluarkan terobosan baru dengan menambahkan variasi minuman yang bebas gula untuk tetap bisa memenuhi 'kebutuhan' dari masyarakat yang sedang diet dengan membatasi asupan gula harian, ataupun bagi mereka yang mulai memiliki kesadaran gaya hidup sehat.

Meski demikian, bebas gula atau sugar free bukan satu-satunya istilah yang sering kita temui dalam minuman kemasan. Istilah lain seperti no added sugar, less sugar, atau bahkan unsweetened juga kerap ditambahkan dalam packaging MBDK. Secara sekilas, istilah-istilah ini terdengar memiliki arti yang sama. Sehingga, tidak sedikit yang beranggapan bahwa produk dengan iming-iming pengurangan gula ini merupakan alternatif minuman yang lebih sehat karena gulanya sedikit, hingga bahkan 'tidak ada gula sama sekali.' Padahal, mereka memiliki definisi yang berbeda dan belum tentu lebih sehat.

Jenis gula dalam MBDK
Untuk memahami perbedaan klaim sugar free, less sugar, dan unsweetened pada MBDK, kita harus terlebih dahulu paham tentang jenis-jenis gula yang biasa digunakan dalam minuman kemasan.

1. Naturally occurring sugar
Gula alami atau naturally occurring sugar merupakan gula yang secara alami sudah ada dalam bahan pangan, seperti fruktosa yang ada dalam buah, atau laktosa yang terdapat dalam susu. Gula alami biasanya disertai dengan serat, protein atau keduanya. Jadi, pilihan makanan seperti apel atau unflavored yoghurt menjadi sumber energi yang lebih sehat dan tahan lama.

2. Added sugar
Added sugar merupakan gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman selama proses pengolahan seperti memasak atau sebelum minuman tersebut dikonsumsi dengan tujuan untuk meningkatkan cita rasa, membentuk tekstur produk, dan memperpanjang umur penyimpanan produk. Gula tambahan ini datang dalam bentuk gula pasir (sukrosa), gula merah, madu, sirup jagung, dan konsentrat jus buah.

3. Artificial sweeteners
Pemanis buatan merupakan pengganti gula yang dihasilkan melalui proses kimiawi. Jenis pemanis ini memiliki rasa yang jauh lebih manis dibandingkan gula pasir biasa. Biasanya, pemanis buatan ada dalam produk permen karet, sereal, agar-agar, dan minuman berkarbonasi. Contohnya seperti aspartam, sakarin, sukralosa, neotam, dan acesulfame potassium.

4. Sugar alcohols
Gula alkohol merupakan pemanis rendah kalori yang 25-100% kemanisannya mirip dengan gula biasa. Terlepas dari namanya, gula ini tidak mengandung etanol dan tidak memiliki dampak negatif yang sama dengan gula pasir seperti menaikkan gula darah ataupun meningkatkan pembusukan gigi. Contoh gula alkohol yang paling sering digunakan oleh industri pangan ialah xylitol, maltitol, sorbitol, dan eritritol.

Klaim label gula dalam minuman kemasan
Setelah memahami jenis-jenis gula yang biasa kita temukan dalam minuman dan makanan kemasan, saatnya mempelajari perbedaan dari istilah kadar gula yang sering mempengaruhi keputusan kita dalam membeli produk MBDK. Berikut ini adalah perbedaan beberapa klaim produk MBDK yang definisinya mengacu pada standar pangan yang diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan-Minuman (BPOM).

1. Sugar free
Sugar free, zero sugar, no sugar, sugarless—beragam namanya. Meskipun berlabel sugar free, tapi produk dengan label ini tidak semata-mata bebas dari gula. Menurut aturan BPOM, produk sugar free merupakan produk yang memiliki kandungan gula >0,5 g per 100 ml.

Klaim bebas gula ini dapat digunakan lantaran adanya aturan pembulatan nilai gula oleh BPOM. Dalam kata lain, saat kandungan gula suatu produk berada di bawah 0,5 g per sajian, maka akan terjadi pembulatan menjadi 0 g gula. Semisal, sebuah produk memiliki gula sebesar 0,25 g per sajian, maka produk itu dapat menyatakan jumlah gula sebesar 0 g dalam tabel informasi nilai gizi.

Gula yang dimaksud pun merujuk pada sukrosa atau gula pasir dan/atau naturally occurring sugar. Jadi, meskipun klaimnya sugar free, bisa saja ada penambahan artificial sweeteners atau sugar alcohols.

2. Less sugar
Sebuah produk dapat dikatakan rendah gula saat berisikan 5 mg gula per 100 g dalam bentuk padat, atau 2,5 g per 100 ml dalam bentuk cair. Selain itu, klaim ini digunakan saat perbandingan relatif kandungan gula antara produk 'normal' gula dan minim gula itu minimal sebesar 25%.

Artinya, jika ada dua jenis produk yang dibandingkan, perbedaan dalam kandungan gula antara keduanya setidaknya sebesar 25%. Sebutan lain untuk klaim ini adalah low sugar, light/lite sugar, dan istilah lain yang maknanya berarti pengurangan gula.

3. No added sugar
Sesuai standar pangan BPOM, klaim no added sugar atau tanpa penambahan gula artinya adalah produk yang tidak ditambahkan gula dari jenis apa pun yang memiliki kalori termasuk gula alkohol, seperti gula pasir (sukrosa), madu, dan sirup fruktosa dari jagung. Klaim ini juga sering disebut dengan unsweetened, saat produknya tidak ditambahkan bahan tambahan pangan pemanis, alias hanya mengandung gula alami (naturally occurring sugar) dari produk yang diolah.

Itu dia perbedaan klaim di minuman kemasan yang sering kita jumpai di pasaran. Yuk, mulai bijak dalam memilih apa yang kamu konsumsi! Langkah awal dimulai dengan memahami pilihan yang tepat untukmu. Jangan sampai terkecoh gara-gara gula!

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/tim)

Author

Hani Indita

NEW RELEASE
CXO SPECIALS