Interest | Wellness

Ini Alasan Mengapa Kamu Kesal Setiap Bangun Tidur

Minggu, 25 Jun 2023 15:00 WIB
Ini Alasan Mengapa Kamu Kesal Setiap Bangun Tidur
Foto: Istimewa
Jakarta -

Normalnya setiap bangun tidur seseorang seharusnya merasa segar dan juga bersemangat. Tapi, beberapa orang justru bangun dalam keadaan kesal dan menjadi malas tanpa sebab. Apa kamu salah satunya?

Jika kamu mengalami hal ini, kemungkinan kamu mengalami kondisi yang dinamakan sleep inertia. Orang yang mengalami ini akan merasakan tubuhnya kelelahan setelah bangun tidur dan sedikit bingung.

Butuh lama untuk mengumpulkan semangat untuk mengawali hari tersebut. Keadaan ini bisa berlangsung selama beberapa menit bahkan sampai beberapa jam untuk beberapa orang. Jika kamu merasa pusing saat bangun tidur, merasa disorientasi, tidak waspada, dan kinerja mental dan fisik menurun, kemungkinan kamu mengalami sleep inertia.

Dikutip Healthline, para ilmuwan menemukan penyebab sleep inertia bisa jadi karena tingkat gelombang delta atau gelombang listrik di otak cukup tinggi. Ini terkait dengan nyenyaknya tidurmu atau tidak. Orang dengan sleep inertia tidak hanya mempunyai tingkat gelombang delta yang tinggi, tetapi hanya punya sedikit gelombang beta-yang berhubungan dengan tubuh yang terjaga.

Lalu, sleep inertia bisa jadi karena reaktivasi otak yang lebih lambat. Riset menunjukkan bahwa mungkin ada pengaktifan kembali bagian otak tertentu yang lebih lambat setelah bangun tidur, termasuk daerah korteks prefrontal yang bertanggung jawab untuk fungsi utama. Penyebab lainnya juga bisa jadi karena aliran darah yang lambat sampai ke otak.

Lantas, bagaimana cara mencegah rasa kesal setiap bangun tidur ini ya?

Tips Mencegah Sleep Inertia

Sleep inertia sebenarnya bukan penyakit serius, namun mengalami kondisi ini setiap pagi tentu sangat mengganggu. Selain membuat mood saat pagi hari jelek, hal ini juga bisa mempengaruhi bagaimana kamu menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, cobalah untuk mencegahnya dengan cara berikut ini.

1. Fokus pada kualitas dan kuantitas tidur

Pastikan kamu benar-benar beristirahat. Dr. Abhinav Singh, seorang pakar tidur dan direktur medis dari Indiana Sleep Center mengatakan jika kamu mempunyai kualitas dan kuantitas tidur yang buruk, itu bisa membuat kamu mengalami sleep inertia lebih sering.

"Katakanlah kamu muncul di tempat kerja, ada rapat pada pukul sembilan, dan kamu masih mengalami sleep inertia. Kamu mungkin akan kesulitan untuk waspada dan mempertajam pikiranmu. Semua hal ini bisa mempengaruhi kinerja fisik dan kognitifmu. Itu merugikan termasuk ke dalam pekerjaan dan hubungan sosialmu," kata Singh dikutip CNBC.

2. Hindari jet lag sosial

Menuju ke tempat tidur pada waktu yang sama setiap hari adalah kuncinya. Yang paling penting adalah jadwal tidur atau bangun tidur yang teratur. Tubuh, otak, dan sistem organmu yang lain tidak mengenal Sabtu dan Minggu dari Senin dan Selasa. Jadi, hindari jet lag sosial. Saat itulah kamu merasa lelah dan pusing di puncak minggu kerja setelah mengubah jadwal tidurmu secara drastis di akhir pekan.

"Jangan memvariasikan waktu tidur atau bangunmu lebih dari satu jam, jika memungkinkan," saran Singh.

3. Cari tahu penyebab potensial lainnya

Terkadang masalah yang berhubungan dengan tidur terjadi sebagai akibat dari faktor luar. Pertimbangkan hal-hal kecil seperti suasana kamar atau masalah yang lebih besar seperti obat yang kamu minum. Yang harus kamu lakukan adalah pastikan kamar kamu gelap, sunyi dan sejuk.

"Hindari bangun tiba-tiba saat tidur nyenyak. Jika kamu tidur 7 sampai 9 jam dan kamu masih sering mengalami sleep inertia, lebih dari 20 menit, cobalah periksakan kondisimu ke dokter," ujarnya. Mungkin saja kamu mengalami masalah akibat obat yang kamu minum atau gangguan potensial lainnya.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS