Interest | Wellness

Kenali Tanda-tanda Kamu Alami Chronic Overthinker

Rabu, 07 Dec 2022 17:00 WIB
Kenali Tanda-tanda Kamu Alami Chronic Overthinker
Foto: Freepik
Jakarta -

Setiap hari, jam, dan menit, kita terus terhubung ke dunia maya sehingga menyebabkan otak bekerja sangat cepat untuk mencerna arus informasi. Tidak ada ruang untuk berhenti, bahkan sesaat sebelum tidur dan bangun tidur, kita terus disapa dengan hal-hal yang membuat otak berpikir keras.

Tak heran bila kini semakin banyak orang yang berjuang untuk fokus pada satu pikiran dan menyingkirkan informasi lainnya. Tidak sedikit juga yang mencoba melawan kekhawatiran tentang sesuatu yang belum terjadi. Bila otak terus dipenuhi dengan hal-hal yang tidak penting sampai membuatmu mengalami kecemasan, kemungkinan kamu mengalami chronic overthinker.

Tanda-tanda Kamu Mengalami Chronic Overthinker

Menjadi seorang overthinker atau orang yang suka berpikir berlebihan bukan sesuatu yang mudah diatasi. Sebagai seseorang overthinker, saya pun kerap kesulitan untuk menentukan pilihan yang terbaik untuk saya. Bahkan ketika sudah memilih, saya pun masih memikirkan efek ke depannya atau hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi. Nah, apakah kamu juga mengalaminya? Coba simak tanda-tandanya.

1. Terlalu Banyak Pengandaian

Seorang yang mengalami overthinker kronis, sudah pasti sering menggunakan kamus 'bagaimana-kalau'. Pengandaian semacam ini membuat kita terus berpikir bahwa masih ada beribu alternatif lainnya yang sebenarnya masih bisa kita pilih, dan kita malah memilih yang terburuk. Meski sudah membuat pilihan yang matang, situasi hipotesis ini akan terus muncul di otak seorang overthinker.

2. Terlalu Berhati-hati

Bagi seorang overthinker kronis, kita kerap kali sulit untuk berhubungan dengan orang baru. Bukan karena tidak mau, tapi terlalu banyak berpikir tentang orang tersebut dan situasi yang membuat kita kepikiran. Akibat terlalu berpikir inilah yang membuat hubungan para overthinker kerap stuck atau bahkan kandas di tengah jalan karena kehati-hatian yang tidak wajar.

3. Tidak Bisa Membangun Boundaries

Setiap orang sebenarnya memiliki batasan masing-masing dalam dirinya. Misalnya memisahkan pikiran pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun bagi para overthinker kronis, kita sulit membangun boundaries pada orang lain bahkan diri sendiri. Sehingga ketika dikritik oleh atasan atau rekan kerja, kita menanggapinya sebagai 'penyerangan'.

4. Hidup Bukan untuk Saat Ini Tapi Hanya Masa Depan

Berpikir soal masa depan memang dapat membuat kita berpikir ke depan dan mempersiapkan segala hal dengan baik. Tapi tidak bagi orang yang overthinking, justru kita terus melihat masa depan tanpa melihat kondisi saat ini yang dialami. Tak heran, kita terus terpaku pada masa depan, bertanya-tanya bagaimana sebuah keputusan akan mempengaruhi di kemudian hari, dan sulit menikmati spontanitas.

5. Tidak Pernah Santai dan Perfeksionis

Siapa sih yang tidak ingin santai menanggapi atau menjalani sesuatu dan membuatnya berjalan apa adanya. Tapi bagi seorang overthinker kronis, kita terus memikirkan apapun bahkan untuk hal kecil sekalipun. Kita terus menuntut kesempurnaan hingga tidak pernah berpikir untuk mencari alternatif lainnya. Kita pun akhirnya sering dicap sebagai orang yang kaku dan terlalu perfeksionis.

Memikirkan matang-matang keputusan yang akan diambil adalah langkah yang tepat agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan ke depannya. Tetapi terlalu banyak membuat hipotesis sampai-sampai menciptakan perasaan cemas, itu bukan sesuatu yang normal lagi. Untuk menyingkirkan pikiran-pikiran berlebihan ini, ada baiknya kamu mulai untuk bersikap 'bodo amat' atau melakukan teknik meditasi yang bisa meningkatkan konsentrasi untuk menenangkan pikiranmu. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mengurangi pikiran tersesatmu.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS