Interest | Wellness

Serial TV Favorit Tamat, Mengapa Kita Merasa Hampa?

Sabtu, 02 Jul 2022 16:00 WIB
Serial TV Favorit Tamat, Mengapa Kita Merasa Hampa?
Jakarta -

Pernahkah kamu merasa hampa dan bingung ingin melakukan apa lagi setelah kegiatan menonton serial tv favoritmu tamat? Jika kamu merasa demikian, itu juga yang saya rasakan. Merasa hampa dan selalu membayangkan bahwa serial tv favorit saya berlanjut. Misalnya drama korea favorit saya, Goblin: The Lonely and Great God yang diperankan oleh Gong Yoo, Lee Dong Wook, dan Kim Go Eun harus tamat tanpa ada season selanjutnya.

Selama dua minggu lamanya saya terus mencari berita seputar drama korea tersebut sampai menonton semua episode di balik layar mereka. Sungguh hal itu membuat saya sedih dan masih penasaran, apakah ada season selanjutnya untuk memuaskan hasrat saya terhadap drama ini. Faktanya, drama ini berakhir begitu saja sama seperti drama-drama lainnya. Perasaan hampa dan sedih ini ternyata merupakan sindrom yang dinamakan Post Series Depression (PSD).

Lantas, seperti apa orang yang mengalami sindrom ini?

.Ilustrasi Post Series Depression/ Foto: Veectenzy

Dilansir News Delivers, Post Series Depression (PSD) adalah sindrom yang memunculkan perasaan sedih ketika sebuah serial atau film berakhir. Meski begitu, PSD belum diklasifikasikan sebagai gangguan atau sindrom medis karena hanya perasaan yang terjadi pada suatu waktu dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa harus bergantung pada perawatan medis.

Post Series Depression (PSD) muncul saat menonton serial atau membaca novel panjang. Saat menonton atau membaca, tubuh akan terus memancarkan pesan-pesan kebahagiaan. Namun ketika serial atau novel berakhir, pesan yang disampaikan oleh otak bisa berkurang dan membuat seseorang merasa kesepian. Terlebih kita terlibat dalam alur cerita yang luar biasa, baik itu dari film, buku, atau serial. Selama waktu tersebut, kita cenderung mengembangkan hubungan dengan karakter yang sudah dikenal dan akhirnya menjadi bagian dari perkembangan emosional mereka.

Psikolog Jeanette Raymond mengatakan salah satu alasan kita merasa sangat sedih setelah sebuah serial tv atau seorang karakter di serial tersebut meninggal, artinya kamu merasa bahwa sebagian dari dirimu ikut berakhir. Inilah yang membuat banyak orang merasa depresi usai serial tv berakhir. Adapun perasaan yang kita akan alami meliputi, situasi merasa tertekan, ketidakmampuan untuk menonton atau membaca cerita lain, ingin terus menonton serial tersebut untuk mengalami emosi dan situasi serupa, dan membuat atau menjadi bagian dari fiksi yang berhubungan dengan film. Misalnya seperti mencari fanfiction yang berhubungan dengan karakter serial tersebut.

.Ilustrasi orang yang mengalami post series depression/ Foto: Veectenzy

Bisakah Kita Mencegahnya?

Kita bisa mencegah perasaan sedih dan kesepian setelah drama korea, film, atau novel favorit berakhir. Berikut hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya:

1. Kalau kamu tidak ingin merasa sedih saat drama atau novel berakhir, usahakan untuk tidak menonton atau membaca novel sekaligus. Jadi kamu tidak merasa terlalu terikat dengan apa yang kamu lihat atau baca.

2. Temukan aktivitas lain untuk berhenti memikirkan akhir serial atau film. Pergi keluar untuk bertemu teman, dan habiskan waktu dengan orang lain seperti biasa.

3. Mencari serial baru atau novel baru untuk dibaca. Jika kamu masih merasa lekat dengan ceritanya, kamu bisa kembali membaca atau menonton serial ini sekali lagi.

4. Temukan teman dengan kesukaan yang sama untuk membicarakan serial yang kamu tonton. Jika kamu memberikan apa yang kamu pikirkan dan rasakan tentang serial tv dengan orang yang juga menyaksikan drama tersebut, itu akan membantu kamu meringankan perasaan sedih dan kesepian.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/MEL)