Insight | Science

Mengapa Orang Gemar Menonton Film Horor dan Gore?

Sabtu, 19 Mar 2022 18:00 WIB
Mengapa Orang Gemar Menonton Film Horor dan Gore?
Ilustrasi film horor Foto: Karolina Grabowska - Pexels
Jakarta -

Mungkin bagi kamu yang bukan penggemar horor, beberapa kali sempat terheran-heran mengapa orang bisa tahan menonton film yang menakutkan, mengagetkan, dan penuh dengan darah. Film horor, meskipun menunjukkan kematian yang tragis ataupun makhluk-makhluk yang mengerikan, merupakan salah satu genre film yang lumayan populer dan banyak dinikmati. Lihat saja, Carrie, The Conjuring, Saw, Hereditary, Final Destination, dan masih banyak lagi. Beberapa orang menganggap beberapa adegan terlihat disturbing, namun sisanya justru menikmati adegan tersebut dengan mata terbuka.

Kata horror berasal dari bahasa Yunani, phryke, yang berarti merasa ngeri, gemetar, atau bergidik. Beberapa orang menonton horor untuk mendapatkan cheap thrills, yang juga dapat disamakan dengan pengalaman menaiki roller-coaster, namun tentunya rasa mendebarkan yang dirasakan tidak seintens seperti itu. Menurut sains, jaringan saraf yang mengendalikan ketakutan dan kecemasan dapat diaktifkan dengan menonton film horor, diikuti dengan pelepasan hormon pada otak seperti dopamin, adrenalin dan kortisol. Hal ini memicu aktifnya respons fight or flight.

.Ilustrasi nonton film horor/ Foto: Cottonbro - Pexels

Ketegangan atau suspense serta resolusi dari suspense tersebut merupakan dua aspek penting yang berperan dalam pembentukan respons kita terhadap film horor. Suspense yang dimaksud adalah meningkatnya rasa takut atau kekhawatiran tentang peristiwa yang dapat mengancam si protagonis cerita. Hal ini akan memunculkan rasa ketegangan dan juga rasa mendebarkan yang mengelilingi tubuh, serta keinginan pada si karakter protagonis untuk melawan musuh ataupun kejadian buruk yang akan menimpanya. Jika mereka berhasil melalui ancaman yang ada, maka rasa ketegangan ini akan berubah menjadi euforia.

Meminjam kacamata ilmu psikologi, penikmat film gore ataupun horor memiliki tingkat empati yang lebih rendah, dan juga memiliki kepribadian yang menyukai sensasi dan pengalaman yang mendebarkan. Namun hal ini tidak berarti bahwa mereka yang memiliki kesenangan dalam menonton film horor merupakan pribadi yang menyukai bentuk kekerasan.

.Ilustrasi film horor/ Foto: Cottonbro - Pexels

Salah satu alasan lain mengapa beberapa orang gemar menonton film horor kembali lagi kepada seni dari film tersebut, mulai dari visual, alur cerita, hingga scoring yang tiada dua. Tidak sedikit yang menganggap film-film tersebut layak ditonton karena hal tersebut merupakan mahakarya yang sayang untuk diabaikan kendati memicu rasa takut, terkejut, hingga sampai menutup mata ataupun berteriak.

Mungkin terdapat kesenangan dan keseruan tersendiri yang muncul dari menonton film horor, baik itu karena rasa adrenalin yang dapat muncul, maupun penggambaran skena yang impresif bagi para penikmat seni. But when it comes to horror movies, it's better to have a good companion alongside to make your experience more fun and entertaining to watch!

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/DIR)

Author

Hani Indita

NEW RELEASE
CXO SPECIALS