Inspire | Love & Relationship

200 Words Love Story: Menuju Rumah

Minggu, 16 Apr 2023 11:30 WIB
200 Words Love Story: Menuju Rumah
200 Words Love Story Foto: Unsplash
Jakarta -

Di balik pantulan kaca padatnya ibu kota malam itu, aku bertanya pada diri sendiri. Sampai kapan aku seperti ini. Mencari arah tanpa kepastian untuk dapat kebahagiaan, padahal aku sendiri sudah tahu apa yang kurindukan.

Sudah berbagai tempat aku kunjungi selama beberapa tahun ini. Tahun-tahun ke belakang pun aku tak bisa pulang karena pandemi yang menyesakkan. Padahal sudah sedemikian rupa rencana untuk kembali sudah kupersiapkan tahun-tahun itu, tapi apa mau dikata. Aku harus menunggu lagi.

Di tengah kesibukan pekerjaan yang menyita fisik dan mentalku, tidak ada waktu untuk beristirahat dengan tenang. Bahkan, lelapnya tidur kini sebuah harga mahal yang harus kudapatkan. Bukan tanpa alasan aku begini, hanya untuk mereka yang menungguku di rumah.

Ah, rumah. Aku selalu bertanya, kapan aku bisa menuju rumah lagi. Tetapi sore itu, aku mendapat pesan dari ayah dan ibu. Bergantian.

"Nak, Ibu rindu," tulis ibu dalam pesan singkatnya di tengah meeting sore itu.
"Nak, kami ingin bertemu," tulis ayah dalam pesan singkatnya beberapa saat setelah ibu.

Hati anak mana yang tak terenyuh melihat kedua chat dari orang tua yang meratapi anaknya hari demi hari? Aku pun demikian. Aku juga rindu ayah dan ibu. Apalagi sebagai anak bungsu yang merantau, sudah sekian purnama aku belum kembali.

Walau sesekali aku menelepon mereka untuk menanyai kabar, rasanya sesaknya rindu ini belum tertuntaskan. Mungkin inilah saatnya, aku harus pulang. Ya, pulang menuju rumah.

Aku sudah terlalu lama jauh dari tempat di mana semua impian dan harapanku tercipta. Tahun ini adalah waktu yang tepat untukku menyelesaikan semua rasa yang ada di dalam hati ini.

Perjalanan ini memang melelahkan untukku. Aku juga merasa, aku belum bisa sepenuhnya membahagiakan ayah dan ibu lewat jerih payahku yang selama ini aku kumpulkan sedikit demi sedikit.

Tapi setidaknya, pulang bertemu dengan ayah, ibu, dan kakakku, aku mampu melepas rindu. Merekam lagi kehangatan dan canda tawa yang bisa memenuhi diriku. Sebuah 'rumah' yang tidak mampu aku gantikan dengan barang, harga, atau apapun di dunia ini.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS