Inspire | Love & Relationship

Turning 25, Apakah Semenyeramkan Itu?

Kamis, 15 Sep 2022 13:00 WIB
Turning 25, Apakah Semenyeramkan Itu?
Foto: Freepik
Jakarta -

Sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat apabila mereka menganggap 25 tahun adalah usia yang menjadi patokan kesuksesan kehidupan seseorang. Menginjak seperempat abad biasanya selalu diasosiasikan oleh kehidupan yang sudah sejahtera, finansial yang stabil dan masih banyak lagi. Namun, karena banyaknya ekspektasi yang dibentuk oleh masyarakat dan keluarga terhadap seseorang yang berusia 25 tahun, banyak orang yang menganggap bahwa usia ini cukup menyeramkan untuk dijalani.

Bagaimana tidak, istilah quarter life crisis yang menjelaskan perihal krisis kehidupan di usi seperempat abad ini memang nyata adanya. Pada umur 25 tahun, biasanya banyak orang yang merasa bahwa mereka tidak memiliki tujuan hidup atau bahkan kehilangan arah dalam apa yang mereka tekuni selama ini. Apa ini yang bener-bener gue mau? Ini yang gue jalanin sekarang tuh beneran bisa bawa gue ke kehidupan yang lebih sejahtera enggak sih? Umur segini kok gue masih begini aja, ya? Paling tidak, itulah yang mayoritas Gen Z rasakan ketika mereka hendak menginjak usia 25 tahun.

.Ilustrasi umur 25/ Foto: Veectenzy

Pada dasarnya kita semua memang termakan dengan ekspektasi keluarga dan masyarakat yang selalu membandingkan kehidupan mereka di umur 25 tahun pada masa lalu di mana pada generasi mereka umur 25 adalah titik di mana mereka menemukan kestabilan kehidupan dari berbagai aspek, mulai dari karir, keuangan hingga jodoh. Sehingga, tak heran apabila generasi Z masa kini yang hendak menginjak atau bahkan melampaui 25 tahun selalu diiming-imingi pernikahan dan kestabilan finansial oleh sekitarnya.

"Gue tahun depan bakalan umur 25, dan beneran berasa sih keluarga gue kayak udah mulai omongin gue buat cepet-cepet cari jodoh karena mereka bandingin gue sama mereka yang dulu umur 25 udah menikah atau bahkan udah punya anak," ungkap Sarah yang pada tahun ini berusia genap 24 tahun. "Karena ekspektasi mereka ke gue yang harus punya jalan kehidupan kayak mereka di umur 25, gue beneran jadi kesel dan lumayan parno sih. Kayak, gimana ya, gue jadi gak yakin gitu sama hidup gue apakah beneran bisa seperti apa yang mereka mau apa enggak nantinya," lanjutnya.

Tidak hanya Sarah, Chika yang pada tahun ini berumur 25 tahun pun merasakan hal yang sama di mana saat ia mulai menginjak usia 25 tahun, ia mulai merasa bahwa di usia ini beban ekspektasi masyarakat, terlebih lagi dari keluarganya semakin besar dan menyeramkan baginya. "Quarter life crisis is real, I must say. Di umur ini gue semakin mempertanyakan hidup gue karena sampai saat ini gue masih belum bisa memenuhi ekspektasi orang-orang terhadap gue," pungkasnya. Lalu, apakah menginjak usia 25 begitu menyeramkan untuk sebagian orang?

.Ilustrasi umur 25 tahun/ Foto: Veectenzy

"Kalo dibilang serem sih ya enggak ya, cuman gue lebih ke merasa terbebani aja gitu. Di umur seperempat abad gue ini gue masih belum jadi apa-apa dan menghasilkan banyak hal kayak yang orang tua gue dulu selalu ceritain tentang mereka dulu," jawab Chika ketika ditanya mengenai kengerian untuk berada di usia 25 tahun.

Dengan apa yang dipaparkan oleh Sarah dan Chika, mereka sama-sama memiliki pandangan yang hampir sama mengenai usia 25 tahun, di mana mereka merasa terbebani dan tertekan oleh ekspektasi masyarakat mengenai mereka di usia seperempat abad. Namun, yang perlu dipahami dan diyakini adalah fakta bahwa setiap orang memiliki step dan pace-nya masing-masing dalam menjalani kehidupan.

Usia memang seharusnya tidak selalu harus dijadikan patokan akan taraf hidup seseorang, terlebih lagi dengan kondisi sosial dan ekonomi masa kini yang jauh berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Jadi, jangan lagi merasa takut untuk menginjak usia 25, ya, karena apabila cita-cita dan impianmu belum terwujud di umur 25 tahun, kamu tetap bisa selalu berusaha untuk mewujudkannya di tahun-tahun berikutnya. Lagipula, banyak juga yang bilang bahwa usia hanyalah angka semata.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/DIR)