Inspire | Love & Relationship

Emotional Blackmail, Apa Kamu sedang Terjebak di Dalamnya?

Rabu, 14 Sep 2022 15:00 WIB
Emotional Blackmail, Apa Kamu sedang Terjebak di Dalamnya?
Ilustrasi emotional blackmail Foto: Freepik
Jakarta -

Terkadang kita lupa bahwa membangun hubungan dengan orang lain juga harus berdasarkan hukum simbiosis mutualisme, alias saling menguntungkan. Bukan tanpa sebab, hukum ini membuat kita tahu mana batasan yang tepat, sehingga kita tidak terjebak dalam hubungan yang toksik. Masalahnya, rasa segan dan tidak enakan kerap dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan untuk dirinya sendiri. Salah satunya adalah perilaku emotional blackmail.

Dilansir Healthline, emotional blackmail adalah tindakan memanipulasi di mana seseorang memanfaatkan perasaan sebagai cara untuk mengendalikan perilaku atau membujuk orang lain melakukan sesuatu dengan cara mereka. Ya, ini memang sering terjadi dalam menjalin hubungan percintaan atau pertemanan. Erika Myers, seorang terapis dari Oregon mengatakan, tindakan ini cukup 'halus' dan berbahaya.

Orang yang melakukan itu kebanyakan adalah orang terdekat karena mereka mampu menutupinya dengan rasa kasih sayang atau kepedulian. Para pemeras emosional ini umumnya tahu bagaimana kamu menghargai hubungan tersebut dan tahu titik lemahmu. Lantas, bagaimana cara mengetahuinya?

.Ilustrasi memaksa pasangan/ Foto: Freepik

Kenali Tanda Kamu Terjebak dalam Emotional Blackmail

Layaknya pemerasan uang atau barang lainnya, pemerasan emosional ini melibatkan seseorang yang berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan dari kamu. Alih-alih menyembunyikan rahasia, mereka lebih suka memanipulasi emosimu. Ini perilaku emotional blackmail yang perlu kamu ketahui seperti yang ditulis oleh Susan Forward dalam bukunya yang berjudul Emotional Blackmail: When the People in Your Life Use Fear, Obligation, and Guilt to Manipulate You.

1. Meminta Hal yang Tak Masuk Akal

Tahap pertama pemerasan emosional adalah melibatkan permintaan. Biasanya para pelaku akan menunjukkan permintaannya seperti mengatakan, "Aku rasa kamu kayaknya enggak usah bergaul dengan dia lagi deh, soalnya...". Atau mereka bisa membuat permintaannya lebih eksplisit seperti menjauhi kamu dan berkata sinis ketika kamu tidak memenuhi keinginannya. Mereka menanggapinya itu sebagai bentuk peduli, padahal mereka sedang berupaya untuk mengontrol pilihanmu atas sesuatu.

2. Melawan

Jika kamu tidak ingin melakukan apa yang mereka inginkan, mereka mungkin akan melakukan perlawanan. Misalnya mereka akan terus berusaha meyakinkanmu untuk melakukan apa yang mereka inginkan dengan kasar dan memarahimu.

3. Menekanmu

Dalam hubungan yang normal, ketika kamu menolak, orang lain biasanya akan merespons dengan menerima pendapatmu dan mencari solusi bersama yang menguntungkan kedua belah pihak. Tapi seorang emotional blackmailers akan terus menekanmu dengan pendekatan yang berbeda.

Misalnya seperti terus-menerus mengulangi permintaan mereka sehingga membuatnya terlihat seperti peduli dengan kamu atau membuat ancaman secara tidak langsung. Seperti mengatakan, "Kalau kamu memang sayang dan cinta sama aku, kamu tuh harusnya dengar aku dan lakuin apa yang aku mau." Tak jarang juga mereka merendahkan atau mengkritik pilihanmu.

.Ilustrasi mengancam/ Foto: Freepik

4. Mengancam

Para pemeras emosional bisa melakukan ancaman secara langsung atau eksplisit. Misalnya ancaman langsung, "Kalau kamu tetap pergi sama teman-teman kamu, kita lebih baik putus saja." Sementara ancaman tidak langsung, mereka akan berkata, "Jika kamu enggak sama aku malam ini, jangan salahkan aku kalau aku cari orang lain buat temenin aku."

Bisa juga mereka tidak mengancam, tapi secara tak langsung sebenarnya tetap memintamu melakukan apa yang mereka inginkan. Seperti, "Lebih baik kamu di rumah aja sama aku, kalau kamu pergi sama teman-teman kamu artinya aku enggak penting buat kamu dan hubungan ini juga enggak penting." Itulah hal-hal yang mungkin akan dia katakan kepadamu untuk memanipulasi emosimu.

5. Membuatmu Menyerah

Setelah kamu termakan oleh manipulasinya, kamu akhirnya menyerah dan menuruti keinginannya. Mungkin di titik ini kamu akan menemui kedamaian dalam hubunganmu, tapi itu awal dari kehancuran dirimu.

6. Memanfaatkan Titik Lemah

Pasangan atau teman yang terbiasa melakukan emotional blackmail seperti ini, akan terus-menerus mencari celah untuk menekan kamu. Mereka pun paham dengan cara apa yang bisa membuatmu menyerah dan menuruti keinginan mereka. Inilah kondisi di mana kamu akan sulit terlepas dari orang semacam ini.

Itulah tanda-tanda seseorang memanfaatkan emosionalmu untuk kepentingan mereka. Setelah kamu mengetahui hal ini, cobalah untuk membuat batasan yang aman agar kamu tidak terjebak dengan mudah dengan orang-orang semacam ini.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/IND)