Inspire | Love & Relationship

Sering Mengejar Kebahagiaan Cinta, Apakah Kita Jadi Kecanduan?

Jumat, 15 Jul 2022 20:00 WIB
Sering Mengejar Kebahagiaan Cinta, Apakah Kita Jadi Kecanduan?
Foto: Freepik
Jakarta -

Tak ada yang salah dengan mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Bahkan tidak masalah bila kamu melakukan segala cara untuk mengejar cintanya, agar kamu dan dia bisa bersama. Namun bila hidupmu hanya dipenuhi dengan dia dan dia, sampai-sampai kamu tidak memiliki waktu untuk melakukan hal lainnya, itu patut untuk dipertanyakan. Apakah sikap tersebut masih batas normal atau justru kamu sudah terjebak dalam kondisi love addiction?

Dilansir Verywell Mind, kecanduan cinta atau love addiction adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang mengembangkan fiksasi yang tidak sehat dan obsesif dengan cinta. Bisa dibilang kondisi ini adalah 'bucin' yang tak normal atau pathological love mengacu pada pola perilaku seseorang yang ditandai dengan menunjukkan perasaan berlebihan. Seperti bertindak dengan cara yang aneh dan tidak rasional, sehingga merugikan diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai.

Seseorang yang mengalami love addiction juga akan merasa sulit untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang sehat. Meskipun lebih sering terjadi dalam hubungan romantis, kecanduan cinta bisa terjadi dalam bentuk hubungan yang lain. Misalnya dalam hubungan persahabatan, hubungan keluarga, dan bahkan orang yang baru dikenal.

Adapun orang yang mengalami love addiction sering kali memiliki standar dan harapan tentang cinta yang tidak realistis. Bila tak terpenuhi, itu akan semakin membuat mereka menuntut. Orang yang mengalami love addiction bisa dilihat dari bagaimana fiksasi mereka dengan pasangannya, seperti mencoba mengendalikan hidup pasangannya. Mereka juga bisa menunjukkan perilaku dan impulsif yang di luar kendali mereka.

.Ilustrasi love addiction/ Foto: Freepik

Penyebab Love Addiction

Untuk memahami kecanduan cinta dan apa saja yang menyebabkan kondisi tersebut, diperlukan lebih banyak penelitian. Namun penelitian yang dilakukan menunjukkan faktor-faktor yang menyebabkan love addiction antara lain seperti trauma dan genetika. Penelitian juga menunjukkan hubungan antara perasaan euforia yang kamu dapatkan saat jatuh cinta sama dengan orang yang kecanduan zat kokain atau alkohol.

Orang-orang di kedua kelompok mungkin mengalami ketergantungan emosional, mengidam, perubahan suasana hati, kompulsi, obsesi, dan kehilangan kendali diri. Saat kamu sedang jatuh cinta, otakmu melepaskan pembawa pesan kimiawi yang membuatmu merasa baik, seperti dopamin. Pola yang sama ini terjadi dengan penyalahgunaan zat dan kecanduan.

Pemicu umum love addiction bisa meliputi pengabaian perasaan di masa lalu, mempunyai harga diri yang rendah, mengalami pelecehan secara emosional atau seksual di masa lalu, mengalami hubungan cinta yang traumatis, dan belum bisa berdamai dengan trauma masa kecil.

.Ilustrasi kecanduan cinta/ Foto: Freepik

Melihat Gejala Kecanduan Cinta

Orang yang mengalami kecanduan cinta cenderung terlihat sedikit berbeda dengan orang yang sedang menjalani hubungan yang sehat. Gejala kecanduan cinta yang paling umum adalah fiksasi yang tidak sehat dengan pasangan yang menyebabkan seseorang melakukan kompulsi obsesif, seperti menelpon mereka terlalu sering atau bahkan sampai menguntit mereka. Love addiction sering memanifestasikan dirinya dengan cara berikut:

  • Mereka merasa tersesat atau tidak bisa melakukan apapun jika tidak memiliki pasangan.
  • Mereka merasa terlalu bergantung pada pasangan.
  • Terlalu memprioritaskan hubungan dengan pasangan di atas segalanya. Sampai mengabaikan hubungan pribadi lainnya, seperti hubungan keluarga dan pertemanan.
  • Menjadi depresi dan terobsesi dengan seseorang bila cintanya tidak terbalas.
  • Terus-menerus berusaha menjalin hubungan romantis bahkan dengan pasangan yang toxic.
  • Merasa sedih setiap kali tidak memiliki pasangan romantis atau tidak dalam suatu hubungan.
  • Sulit untuk meninggalkan hubungan toxic.
  • Sering membuat keputusan yang buruk karena emosi yang dimiliki terhadap pasangan. Misalnya karena pasangan tidak suka pekerjaan yang kamu jalani, ia meminta kamu berhenti, kamu akan menurutinya atas nama cinta.
  • Terlalu memikirkan pasangan secara obsesif sampai mengganggu hidupmu.

Sebenarnya ada banyak gejala kecanduan cinta lainnya yang mungkin tak diuraikan lebih lanjut, sebab gejalanya luas dan bervariasi, juga orang cenderung mengekspresikan emosi secara unik. Selain itu, gejala love addiction juga bervariasi tergantung tingkat keparahannya.

Meskipun kecanduan cinta bukan kondisi kesehatan mental yang diakui oleh Diagnostic Manual of Mental Health Disorders, tapi tetap saja kondisi tersebut bisa membuat pola pikir seseorang bermasalah dan bisa mengembangkan kondisi gangguan mental lainnya seperti kecemasan atau depresi. Oleh sebab itu, jika kamu merasa rasa cintamu terhadap seseorang mulai tak wajar hingga mengganggu hidupmu dan hidupnya, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke profesional untuk mendapatkan perawatan dan berlatih membentuk hubungan yang sehat.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)