Inspire | Love & Relationship

Cinta Beda Agama

Selasa, 22 Feb 2022 14:20 WIB
Cinta Beda Agama
Jakarta -

"Tuhan memang satu, kita yang tak sama~" lirik lagu dari Marcell Siahaan yang berjudul Peri Cintaku ini mungkin menjadi salah satu lirik lagu yang tepat untuk menggambarkan hubungan percintaan yang berbeda keyakinan. Menjalani hubungan yang berbeda keyakinan tidak bisa dianggap sepele, apalagi di Indonesia.

Psikolog dari International Wellbeing Center Jakarta, Tiara Puspita mengatakan, pada dasarnya hubungan beda agama memang lebih rumit. Mereka yang akan menjalani hubungan beda keyakinan harus mengerti konsekuensi yang akan dihadapi, seperti perbedaan nilai, kebudayaan, kemungkinan pertentangan dari lingkungan terdekat, sampai isu perpindahan agama.

Pro-Kontra Hubungan Beda Agama

Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mulai membuka hati terhadap hubungan yang berbeda agama. Beberapa pasangan bahkan tidak peduli dan berpendapat bahwa 'cinta tidak mengenal agama dan ras'. Tapi ada juga yang sebagian menganggap hubungan beda agama tidak bisa berjalan mulus dan berakhir dengan perpisahan. Namun, setiap hal yang kita jalani dalam hidup ini pasti ada yang namanya pro dan kontra, termasuk dalam hubungan dengan perbedaan keyakinan.

Sebelum kita masuk ke sisi negatif dalam menjalani hubungan beda agama, ada baiknya kita mengetahui sisi positifnya dari hubungan beda agama. Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa sisi positif dari menjalani hubungan beda agama yang dirangkum sebagai berikut.

1. Lebih Menghargai Perbedaan

Setelah menjalani hubungan beda agama, kamu akan lebih mengerti arti perbedaan dan toleransi yang sebenarnya. Misalnya, di hari minggu saat kamu mengajak pasanganmu untuk berkencan, tapi pasanganmu harus ke gereja terlebih dahulu. Atau di hari Jumat saat pasanganmu mengajak untuk makan siang, tapi kamu harus sholat Jumat terlebih dahulu.

2. Mengerti Caranya Berjuang Tanpa Dukungan

Dengan menjalani hubungan beda agama, kamu sudah pasti akan belajar caranya bertahan dengan keputusan kamu sendiri di saat lingkungan kamu tidak mendukungmu. Kamu akan meyakinkan diri sendiri dengan keputusan yang kamu anggap terbaik dan tidak memikirkan pendapat orang banyak.

3. Pikiran Jadi Lebih Terbuka

Cinta beda agama akan memaksamu untuk keluar dari pikiran yang sempit. Kamu dan pasanganmu secara tidak sadar akan terbuka dan menerima banyak pendapat dari sudut pandang agama masing-masing. Cara berpikirmu akan lebih luas, dewasa, dan visioner dalam menjalin hubungan ke depannya.

Sisi negatif dari cinta beda agama pastinya sudah banyak kita ketahui, seperti tidak direstui orang tua, tidak memiliki masa depan hubungan yang jelas, atau kemungkinan untuk sulit berbaur dengan keluarga besar. Sah-sah saja untuk menjalani hubungan cinta beda agama, tinggal bagaimana cara kamu dan pasangan untuk tetap kuat dan terus bergandengan tangan dalam menghadapi semua rintangan yang ada atas hubungan yang kalian jalankan.

Cinta beda agama bukanlah sesuatu yang mustahil untuk terjadi, terutama dalam sebuah negara yang memiliki multikultur dan multiagama seperti di Indonesia. Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Seperti contohnya pasangan Michael (28) dan Nabila (26) yang bahkan sampai saat ini sudah 3 tahun menikah. Pasangan asal Jakarta ini saling menerima pilihan agama masing-masing, Michael yang menganut agama Katolik tidak mempermasalahkan sedikit pun perbedaan keyakinan yang dianut pasangannya yang beragama Islam, begitu juga sebaliknya.

"Justru karena perbedaan ini jadi menguatkan kita dan saling percaya satu sama lain. Uniknya ketika gue ngelamar Nabila, kedua keluarga besar kita setuju dan cukup open minded," kata Michael. Sejak menjalani hubungan yang berbeda keyakinan ini, Michael dan Nabila juga mengerti arti toleransi yang lebih dalam, kedua pasangan ini kerap mengikuti dua acara keagamaan yang berbeda. Pada hari raya Natal, Nabila akan bersilaturahmi ke rumah Michael. Sebaliknya, pada saat hari raya Idul Fitri, Michael akan bersilaturahmi ke rumah Nabila. "Kalau setiap lebaran gue pasti akan silaturahmi ke rumah mertua gue, rumah orang tuanya Nabila. Begitu juga sebaliknya kalo Natal. Kita dan keluarga besar gak pernah mempermasalahkan hal itu. Karena kita percaya kalau Tuhan itu satu, cuma cara menyembahnya aja yang berbeda-beda", cerita Michael.

Selain cerita Michael dan Nabila tadi, ada juga cerita dari Vika (23) yang tidak mempercayai hubungan cinta dengan perbedaan agama. "Gue gak mau ngejalanin hubungan beda agama, karena menurut gue ujungnya bakalan susah. Kalau dari awal udah keliatan gak bisa, ngapain gue harus coba? Bakal buang-buang waktu," ucap Vika. Selain itu, ada juga cerita dari Merry (30) yang hubungannya harus kandas dan bercerai di pengadilan karena perbedaan agama. "Gue ngejalanin pernikahan selama 4 tahun dengan mantan suami gue, dan kita punya latar belakang agama yang beda, kita berkomitmen untuk gak ada yang pindah agama dan tetap menganut agama masing-masing. Tapi pada perjalanan pernikahan kita, akhirnya mantan suami gue nemuin perempuan lain yang seagama sama dia. Dia selingkuh dan gue diceraikan begitu aja. Dan sedihnya lagi, keluarga besar mantan suami gue juga ngedukung biar kita bercerai dan dia nikah lagi sama yang seagama tadi," cerita Merry.

Menjalani Cinta Beda Agama

Mungkin benar adanya kalau perbedaan keyakinan selalu menjadi halangan bagi dua insan untuk saling mencinta. Bahkan tidak sedikit juga pasangan yang akhirnya memutuskan untuk berpisah karena perbedaan ini. Menjalani hubungan beda agama memang bukan perkara mudah. Akan tetapi, bukan berarti tidak bisa untuk dijalani.

Perbedaan dalam hubungan bisa menjadi sebuah tantangan atau peluang untuk mempersatukan. Dikutip dari berbagai sumber, ini adalah beberapa tips untuk menjalani hubungan beda agama.

1. Saling Menghormati

Semua hubungan harus dilandasi upaya saling menghormati. Prinsip ini tidak hanya untuk hubungan antar manusia, tapi juga berlaku bagi perbedaan agama atau ras. Akui perbedaan agama ini dan berkomunikasilah satu sama lain sepanjang hubungan berlangsung.

2. Atur Prioritas

Prioritas ini tentang toleransi bagaimana menghormati waktu ibadah pasangan. Awalnya mungkin akan terasa aneh, tetapi hal ini penting untuk melatih kesabaran dan kesetiaan. Dalam menjalani hubungan beda agama, kamu dan pasangan juga bisa saling bertukar informasi mengenai agama masing-masing. Langkah ini bisa membantu kamu dan pasangan agar bisa lebih memahami satu sama lain.

3. Jangan Coba untuk Mengubah Keyakinan Pasangan

Memiliki keyakinan masing-masing tetapi saling menjalani hubungan bukan berarti kamu punya hak untuk mengubah keyakinan pasangan. Jangan pernah berpikir bahwa mencoba untuk mengubah keyakinan pasangan dapat membuat hubungan kamu menjadi mulus. Hal ini bisa memicu konflik di antara kamu dan pasangan. Bahkan ini menandakan kalau kamu tidak bisa menerima pasangan apa adanya.

4. Berdiskusi dan Komunikasi

Seiring berjalannya hubungan kamu dan pasangan, kalian akan sadar bahwa perjalanan cinta yang dijalani tentu memiliki tujuan dan masa depan. Jadi, pastikan untuk membicarakan masalah perbedaan ini dengan pasangan di waktu yang tepat. Kalau ingin mempertahankan hubungan ini sampai jenjang pernikahan, maka tidak hanya restu dari orang tua maupun keluarga besar saja yang harus diperhatikan. Pertimbangkan pula hal lain seperti upacara pernikahan, atau keturunan di masa depan.

Tentunya, akan banyak jalan terjal yang akan kamu dan pasangan lalui dalam menjalani hubungan beda agama. Maklum, agama adalah urusan yang sensitif dan fundamental di Indonesia. Menghindari pembicaraan soal perbedaan keyakinan antara kamu dan pasangan yang ada hanya menunda masalah saja. Cepat atau lambat, kamu dan pasangan harus mengakui kalau kalian memiliki latar belakang kepercayaan yang berbeda dalam hidup.

Whether it works or not dalam hubungan beda agama, semua itu bergantung pada kamu dan pasangan. Jangan lupa pertimbangkan juga pro dan kontranya tadi. Banyak pasangan yang langgeng dan harmonis sampai ke jenjang pernikahan, banyak juga yang akhirnya harus berpisah karena berpegang teguh oleh keyakinan masing-masing. Sebenarnya dalam sebuah hubungan tidak ada yang salah kecuali perselingkuhan. Perkara lanjut atau tidak, jalani atau tidak, mau atau tidak, it's your choice, mate. Choose wisely!

[Gambas:Audio CXO]



(PUA/HAL)