Inspire | Love & Relationship

Scrall-scroll Scrall-scroll

Kamis, 17 Feb 2022 19:10 WIB
Scrall-scroll Scrall-scroll
Jakarta -

Lalu harus aku scrall-scroll lagi mulai atas hingga dasar Instagram-ku, memastikan tidak lagi ada fotomu di sana.

Fotomu sendiri, atau berdua denganku, atau siluet saja, atau tanganmu saja, atau foto kita berdua di Mandalika, atau foto masa kecilmu yang gemuk dan lucu itu, atau fotomu melongo ketiduran di sofa rumahku, atau foto kita dengan filter merubah wajah jadi kuda, atau fotomu yang meski blur tetap saja kuterbitkan di Instagram-ku.

Berbeda denganmu, masih ada satu fotoku bertengger di Instagram-mu. Fotoku dengan berbagai ekspresi yang kau arahkan gayanya, sebab menurutmu aku orang yang tak banyak bendahara ekspresi wajah, kau minta aku pura-pura sedih, senang, kaget, marah, memintaku untuk dijelek-jelekin mukanya, padahal sudah jelek. Memintaku untuk dipelotot-pelototin matanya, padahal bisa saja aku melotot beneran ketika tahu beberapa minggu setelah itu kita putus, kamu langsung pacaran lagi.

Mungkin pacar barumu yang baru santai saja, dia tidak banyak nanya kita lima tahun ini sudah pernah ngapain saja, atau bagaimana ibuku dan ibumu sama-sama menangis tahu kita tidak lagi sama-sama, atau bagaimana perasaanmu terhadapku sekarang. Mungkin pacar barumu santai saja, sementara pacar baruku masih berbentuk bibit dalam pembicaraan basa-basi di kolom matched aplikasi mencari jodoh yang baru kuunduh beberapa hari lalu. Belum-belum dia sudah nanya, "Itu siapa yang di Instagram-mu? Cantik sekali. Kamu sudah punya pacar, ya?"

Jadi, harus aku scrall-scroll mulai atas hingga dasar Instagram-ku, memastikan tidak lagi ada fotomu di sana.

[Gambas:Audio CXO]



(SAL/HAL)

Author

Sal Priadi