Inspire | Love & Relationship

First Impression dalam Hubungan Asmara dari Sudut Pandang Pria

Kamis, 27 Jan 2022 18:00 WIB
First Impression dalam Hubungan Asmara dari Sudut Pandang Pria
Foto: Khoa Vo/Pexels
Jakarta -

Menemui calon pasangan di zaman serba digital seperti sekarang, tampaknya tidak begitu menyulitkan. Dengan adanya berbagai dating apps, kini seorang pria atau wanita bisa menjelajah hingga penjuru Nusantara untuk menjumpai calon tambatan hati. Meski demikian, faktor pertemuan-yang terjadi di ruang virtual itu, ternyata masih membutuhkan validasi yang nyata ketika terjadi momen pertemuan yang sesungguhnya.

Pada momen pertemuan di dunia nyata, first impression sering disebut sebagai faktor penentu yang dapat mengubah segalanya. Ilmu psikologi bahkan menyatakan bahwa 7 detik pertama pertemuan dengan orang baru, adalah masa krusial meski sebelumnya telah melalui masa perkenalan secara virtual. Sulit dimungkiri, perangai fisik seseorang -mulai dari bentuk wajah, suara, gaya berpakaian dan attitude- hingga saat ini masih menjadi faktor pembentuk opini dominan kepada orang baru -atau dalam kasus ini, calon pasangan.

Kelanjutan sebuah hubungan biasanya juga cukup dipengaruhi atribut atau faktor-faktor lain, seperti terjalinnya komunikasi dengan baik dan seru. Namun, hal ini tidak cukup untuk menutupi fakta bahwa, kebanyakan orang masih berusaha tampil sebaik mungkin ketika hendak bertemu calon pasangan untuk pertama kalinya. Bagi seorang pria, bagaimana penampilan seorang perempuan pada momen kencan pertama adalah hal yang paling sering diperhatikan, selain gerak bola mata dan senyuman.

Jika wanita pada umumnya akan tampil penuh effort saat melakoni kencan pertama, sebagai seorang pria, saya rasa tampil penuh gaya atau tampil santai dan apa adanya, adalah dua opsi yang sama memungkinkan berpeluang untuk dipilih. Walau tidak ada aturan yang pasti mengenai bagaimana cara berpakaian yang tepat dalam berkencan, setidaknya tampil sopan dan sadar keadaan adalah pedoman umum yang layak dipatuhi bagi laki-laki dan perempuan di kedua sisi. Jadi, santai atau penuh gaya, semua sah saja asal masih sopan, bukan?

Pepatah "don't judge the book by its cover" memang tidak selamanya berlaku dalam konteks pertemuan atau kencan pertama. Tetapi psikologi di sisi lainnya, kembali mengungkap bahwa cara berpakaian seseorang ternyata mengindikasikan bagaimana seseorang berpikir dan mempresentasikan dirinya. Jika attitude dianggap penting bagi wanita, komunikasi yang efektif dan menyenangkan akan lebih disukai para pria. Terlepas dari faktor penampilan yang mewarnai kesan pertama, bagi saya, bagaimana komunikasi berlangsung saat pertemuan adalah hal yang akan sangat mempengaruhi keberlanjutan sebuah hubungan.

Ya, walaupun pada zaman sekarang komunikasi biasanya telah lebih dahulu dilakukan pada ranah virtual, pembicaraan di dunia nyata yang seru tampaknya belum bisa tergantikan. Hal yang saya sampaikan di atas, sebetulnya hanya pandangan subjektif saya mengenai seberapa berpengaruhnya first impression dengan keberlanjutan sebuah hubungan. Oleh karena itu, akan lebih bijak bagi semua orang, untuk selalu memandang sesuatu secara keseluruhan, tanpa harus dibatasi atau diukur dari kesan yang pertama saja.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS