Insight | General Knowledge

Perkenalan dengan: Para Bakal Calon Presiden Indonesia

Rabu, 06 Dec 2023 18:30 WIB
Perkenalan dengan: Para Bakal Calon Presiden Indonesia
Jakarta -

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta demokrasi terbesar untuk memilih pemimpin berikutnya yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Sebanyak lebih dari 200 juta orang yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia dan diaspora yang ada di luar negeri akan memberikan suaranya untuk memilih presiden, wakil presiden, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di tingkat nasional serta daerah.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan berhadapan dalam pemilihan presiden di 14 Februari 2024 mendatang. Meskipun sosok-sosok mereka sudah wara-wiri di berbagai media, tapi apakah kamu sudah mengenal para bakal calon yang salah satunya akan menjadi Presiden Indonesia itu? Mari berkenalan dengan mereka.

Mengenal Sosok Calon Pemimpin

Berbeda dengan pemilu yang berlangsung pada 2014 dan 2019 lalu yang hanya menampilkan dua pasang kandidat, kali ini ada tiga pasang yang akan memperebutkan suara terbanyak dari rakyat. Sejumlah pengamat politik dan akademisi pun mengungkapkan pendapat mereka dengan fenomena ini.

Dikutip The Conversation, pengamat politik mengatakan kehadiran ketiga capres ini menjadi pertanda baik bagi stabilitas politik Indonesia. Adanya tiga kandidat ini bisa mencegah polarisasi yang terjadi pada pemilu sebelumnya. Sementara, akademisi berpendapat bahwa pilpres ini akan menjadi ujian bagi demokrasi Indonesia, sebab para kandidat yang bertarung merupakan pemain lama—sehingga pilihan baru dengan ide-ide segar pun tidak terlalu didapatkan. Namun, ada baiknya kita lebih mengenal sosok-sosok seperti apa mereka.

1. Anies Baswedan

Anies Baswedan bukan sosok baru di dunia politik. Setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendidikan di era pemerintahan pertama Joko Widodo, ia juga merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta. Anies satu-satunya capres yang bukan kader dari partai politik mana pun.

Ia diusung oleh Partai Nasdem sebagai partai terbesar kelima di Indonesia, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebelum berkarier di dunia politik, ia adalah seorang akademisi ternama lulusan Amerika Serikat (AS) yang mempunyai gelar doktor di bidang ilmu politik.

Lahir di keluarga akademisi—kedua orang tuanya juga profesor—Anies mengawali kariernya menjadi seorang dosen dan rektor. Lalu setelah masa baktinya sebagai Menteri Pendidikan usai di tahun 2014, Anies pun maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017 dengan dukungan kelompok-kelompok Islam.

Dulu lekat dengan sosok dengan isu politik identitas, Anies berupaya untuk menghilangkannya dalam pertarungan Pilpres 2024 mendatang. Bersama dengan Muhaimin Iskandar—Ketua Umum PKB yang punya pengaruh dalam organisasi Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU)—Anies berharap bisa menarik perhatian dengan sosoknya yang digambarkan cerdas, santun, tegas, dan religius.

2. Prabowo Subianto

Mantan jendral dari Angkatan Darat, Prabowo Subianto merupakan calon presiden nomor urut 2 yang akan bertarung di Pilpres 2024 mendatang. Pemilihan kali ini adalah kali ketiganya ia mendaftar menjadi calon presiden Indonesia. Meski dua kali ia kalah dalam pemilihan dengan Joko Widodo, tetapi kali ini Prabowo optimis bisa meraup suara yang cukup banyak.

Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa sosoknya juga selalu dikaitkan dengan beberapa kasus zaman Orde Baru, seperti kasus penculikan mahasiswa dan aktivis tahun 1998 dan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Ini bukan tanpa alasan sebab pada saat itu ia merupakan komandan pasukan khusus TNI Angkatan Darat di bawah kekuasaan Suharto.

Meskipun dikenal sebagai rival Jokowi dalam dua kali pemilu berturut-turut, tetapi Prabowo kini sudah menjadi "teman" usai menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet periode kedua Jokowi menjabat sebagai Presiden. Dalam pemilu kali ini, ia memilih Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi sekaligus Wali Kota Surakarta sebagai cawapresnya.

Keputusannya pun menjadi topik hangat karena kontroversi di balik pemilihannya melibatkan putusan Mahkamah Konstitusi tentang Undang-Undang (UU) Pemilu 2017. Dalam UU itu menyatakan bahwa calon presiden atau wakil presiden harus berusia minimal 40 tahun, namun MK memutuskan ada pengecualian jika calon pernah menjabat sebagai kepala daerah.

Kontroversi ini pun segera menjadi buah bibir di mana-mana, hingga menimbulkan spekulasi bahwa Jokowi mencoba membangun sebuah dinasti politik. Walaupun diselimuti banyak kontroversi, tetapi elektabilitas Prabowo pun tetap menunjukkan peningkatan usai Gibran menjadi pasangannya.

3. Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo adalah calon presiden berikutnya yang akan bertarung di Pilpres 2024 mendatang. Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang juga merupakan partai politik Joko Widodo berada.

Bersama dengan Mahfud MD, seorang profesor hukum sekaligus menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Ganjar diperkirakan bisa menggaet suara dari berbagai kalangan. Ini bukan tanpa alasan sebab menurut para ahli komunikasi politik, Ganjar menjadi satu-satunya figur capres yang punya gaya kepemimpinan yang "membumi" dan "merakyat" layaknya Jokowi.

Berdasarkan track record-nya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar digambarkan sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakatnya, tetapi juga tegas. Namun di balik sosoknya tersebut, ia pun juga tidak terlepas dari kontroversi.

Misalnya pada permasalahan Wadas, dan yang terbaru adalah pada Maret 2023, Ganjar dengan berani menolak partisipasi tim sepak bola Israel dalam perhelatan Piala Dunia FIFA U-20 yang seharusnya diselenggarakan di Indonesia. Akibat kontroversi tersebut, FIFA akhirnya memutuskan untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah acara olahraga bergengsi tersebut.

Itulah sedikit perkenalan dengan para bakal calon presiden Indonesia yang akan berlaga pada Pilpres 2024 mendatang. Walaupun kamu hanya punya waktu dua bulan lagi untuk mengenal lebih baik calon pemimpin-pemimpin ini, namun manfaatkan sebisa mungkin untuk memahami visi-misi mereka jika terpilih nanti. Yuk, gunakan suaramu di Pemilu 2024 ini dengan bijak dan bertanggung jawab!

(DIR/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS