Insight | General Knowledge

Beras Bansos Berton-ton Ditimbun di Depok, Apa yang Terjadi?

Senin, 01 Aug 2022 15:01 WIB
Beras Bansos Berton-ton Ditimbun di Depok, Apa yang Terjadi?
Ilustrasi beras bansos Foto: Freepik
Jakarta -

Warga Depok dibuat heboh dengan ditemukannya timbunan berton-ton karung beras bantuan sosial (Bansos) dari Presiden Joko Widodo, pada Minggu (31/07). Paket sembako itu disebut-sebut seharusnya disalurkan kepada para warga yang terdampak pandemi COVID-19 pada 2020 silam. Namun sayangnya, paket bansos itu diduga ditimbun oleh salah satu perusahaan ekspedisi yang bekerja sama dengan pemerintah.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, Polres Metro Depok awalnya mendapatkan informasi adanya timbunan beras di tanah milik seorang warga bernama Rudi Samin. Dari keterangannya, ia mengetahui 'kuburan' beras tersebut dari seorang kenalannya yang bekerja di perusahaan ekspedisi tersebut.

.Beras Bansos yang ditemukan ditimbun di Depok/ Foto: Detikcom

"Menurut keterangan Rudi Samin, dirinya diberi informasi dari Saudara S bahwa sekitar 2 tahun yang lalu, pihak JNE melakukan pemendaman/timbun beras yang diduga bantuan dari pemerintah untuk masyarakat yang tidak disalurkan," kata Zulpan dikutip detikcom.

Menanggapi hal tersebut, perusahaan ekspedisi JNE, meyakini bahwa tidak ada pelanggaran yang mereka lakukan. Mereka merasa sudah menjalankan penguburan beras bansos itu sesuai prosedur. Vice President JNE, Eri Palgunadi mengatakan beras bansos itu dikubur karena kondisi yang sudah tidak layak konsumsi alias rusak.

"Terkait dengan pemberitaan temuan beras bansos di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai perjanjian kerja sama yang telah disepakati kedua belah pihak," kata Eri dalam keterangan resminya.

Ia juga mengatakan, JNE berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, apalagi mendukung program pemerintah terkait penyaluran bansos. "Dalam menjalankan bisnis JNE selalu mematuhi dan mengikuti peraturan yang berlaku serta selalu menjalankan standard operating procedure perusahaan dengan sebaik mungkin," ujarnya.

Sementara itu, polisi kini tengah mendalami temuan beras yang bermerek 'Beras Kita' Premium kemasan 20 kg tersebut. Polisi pun akan memintai keterangan sejumlah saksi dan tentu saja JNE sebagai pihak yang diketahui menimbun beras bansos tersebut.

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)