Insight | General Knowledge

FIBA Asia 2022: Langkah Pertama Indonesia Ke Panggung Dunia

Rabu, 13 Jul 2022 19:00 WIB
FIBA Asia 2022: Langkah Pertama Indonesia Ke Panggung Dunia
Jakarta -

Timnas Basket Indonesia sukses melewati tapak terjal pertama di FIBA Asia 2022, usai membungkam Arab Saudi 80-54 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/7). Kemenangan ini merupakan hasil penting bagi Tim Garuda mengingat target besar yang diincar pada turnamen ini adalah lolos ke 8 besar dan melangkah ke Piala Dunia FIBA untuk pertama kali dalam sejarah.

Tampil di hadapan pendukung setia yang memadati Istora, skuat asuhan Milos Pejic bermain tanpa celah sejak tip-off dengan memimpin 10 angka tanpa balas di awal quarter pertama. Gap ini pun berhasil dijaga oleh Prastawa dkk. dengan menjaraki Arab Saudi 14 poin pada akhir quarter kedua.

.Suporter Timnas Indonesia di Istora, Selasa (12/7)./ Foto: FIBA Asia

Secara konsisten, gaya menyerang dan bertahan yang diterapkan coach Milos terlaksana dengan efektif sehingga mampu mengendurkan mental para pemain besar Arab Saudi. Ditambah gemuruh sorai para pendukung militan, Timnas Indonesia kian menjauhkan keadaan menjadi 61-45 di penghujung quarter ketiga; dan meninggalkan gap 26 poin dari Arab Saudi di akhir laga.

Marques Terrell Bolden, center andalan Timnas bersinar terang pada laga kemarin sore. Pemain kelahiran Texas, Amerika Serikat itu menorehkan total 32 angka, 16 rebound, dan 6 blok sepanjang pertandingan. Mengimbangi permainan impresif Bolden, lima pertama Timnas lainnya juga mencatatkan kontribusi signifikan.

Derrick Michael menyumbang 14 rebound; Andakara Prastawa menorehkan 9 assist; Abraham mengumpulkan 13 poin, 4 rebound, dan 2 assist; serta catatan 10 poin dan 4 rebound dari Brandon Jawato. Tak luput, penampilan all out seluruh skuat Timnas di laga kontra Arab Saudi kemarin turut melengkapi misi revans atas "The Falcons", yang sempat 2 kali mengatasi perlawanan Timnas Garuda di Kualifikasi Piala Dunia FIBA, 10 hari lalu di Istora Senayan.

Angkat Topi untuk Bolden

Sorotan utama pada laga Indonesia melawan Arab Saudi memang tepat ditujukan pada seorang Marques Bolden. Determinasinya sepanjang pertandingan terbukti membuat para pemain lawan kewalahan. Bermain selama 37 menit, pria 24 tahun ini hadir di setiap sudut lapangan. Mulai dari disiplin mengawal lini pertahanan, hingga menyebabkan kerusakan setiap berada di situasi menyerang. Dilengkapi catatan 14-19 field goal, Bolden memang pantas dinobatkan sebagai Player of The Match pada laga ini.

.Marques Bolden melakukan dunk. / Foto: FIBA Asia

Mohamed Mounir Youssef, Pelatih Arab Saudi menilai kehadiran Bolden membuat Indonesia berkembang dan memberi perbedaan. "Saya lihat statistik Bolden sangat bagus. Itu adalah bukti pengaruhnya. Selamat bagi Indonesia dan kami ke depannya akan berusaha lagi di dua laga tersisa," ucap Mounir pada konferensi pers setelah pertandingan.

Sementara Kapten Timnas Basket Indonesia, Arki Dikania Wisnu menyebut jika Bolden merupakan kepingan hilang Timnas yang telah kembali. "Bolden adalah bagian penting dalam laga ini, dan dia adalah kepingan yang hilang dari tim kami [saat Kualifikasi Piala Dunia Basket 2023. Ditambah Derrick kami jadi kuat secara defense dan offense. Saat defense dia bisa membantu Derrick melawan big man tim lawan. Dia punya peran penting di tim ini. Dia melengkapi apa yang hilang," ucap pemain berusia 34 tahun tersebut.

Perjalanan Masih Panjang

Kemenangan melawan Arab Saudi kemarin mengukuhkan Indonesia di posisi pertama Klasemen Sementara Grup A dengan koleksi 2 poin atau setara dengan Australia   yang menang atas Yordania 60-78 sesaat sebelum partai Indonesia Vs Arab Saudi berlangsung. Sekilas, hasil ini memang cukup membuat pendukung Indonesia tidur nyenyak. Akan tetapi, PR di depan mata masih menumpuk tebal.

Jeremy Manuel, Manajer Tim Indonesia membeberkan, "Saya pikir tekanan selalu ada, tapi bagaimana cara kami menyalurkannya menjadi sesuatu yang dapat kami jadikan sebagai hal positif. Sebagai satu tim, dan kami melihat dari penonton, dari energi para pemain, itulah yang ingin kami pertahankan sepanjang FIBA Asia Cup," pada rilis resmi FIBA Asia.

.Brandon Jawato menghalau upaya pemain Arab Saudi. / Foto: FIBA Asia


Brandon Jawato menghalau upaya pemain Arab Saudi. Foto: FIBA Asia

Indonesia memang tidak punya alasan untuk tidak memenangkan dua laga sisa melawan Yordania dan Australia jika ingin mulus melaju ke babak 8 besar dan mengamankan satu tiket Piala Dunia FIBA yang bergulir tahun depan. Namun begitu, Yordania dan Australia bukanlah lawan yang mudah untuk ditaklukan; apalagi Indonesia baru saja dua kalo kalah dari Yordania di lanjutan kualifikasi Piala Dunia FIBA beberapa waktu lalu; sementara Australia merupakan Juara Bertahan FIBA Asia dan saat ini menempati peringkat ke-3 FIBA dunia.

Jeremy lantas menambahkan, "Saya harap semua penggemar bola basket akan lebih banyak bermunculan setelah pertandingan (melawan Arab Saudi) ini, terutama melawan Yordania dan Australia." Timnas memang masih memerlukan sokongan dalam upaya melengkapi kisah bak dongeng yang berlangsung dalam beberapa hari kedepan, terutama menuntaskan kisah ajaib "si kecil melawan raksasa" saat berhadapan Australia. "Yang terbaik belum datang, pekerjaan belum selesai," pungkas Jeremy.

Terlepas dari beragam skenario yang memungkinkan Indonesia melaju ke 8 besar dan Piala Dunia FIBA   seperti menghadapi peringkat kedua atau ketiga dari grup sebelah jika gagal merajai grup dan terhindar posisi juru kunci; kita sebagai pendukung tentu mengharapkan penampilan clutch Timnas akan bertahan sepanjang turnamen. Hingga pada akhirnya, Timnas Basket Indonesia bisa benar-benar terbang ke pentas dunia dan membalas lirikan sebelah mata atas kualitas bola basket kita yang selama ini belum maksimal lewat pencapaian gemilang.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/MEL)