Insight | General Knowledge

AFF U-19: Kegagalan Kontroversial Garuda Muda

Selasa, 12 Jul 2022 14:00 WIB
AFF U-19: Kegagalan Kontroversial Garuda Muda
Jakarta -

Timnas Indonesia U-19 sukses menang telak atas Myanmar pada laga terakhir Grup A AFF U-19 yang berlangsung Minggu (10/7) malam, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi. Kendati menang besar dengan skor akhir 5-1; Timnas Indonesia yang mengoleksi total 11 poin dari 4 pertandingan grup A (3 menang 2 seri) atau sama dengan koleksi Thailand dan Vietnam, justru dinyatakan tidak lolos ke babak semifinal sedangkan Thailand dan Vietnam melenggang ke babak berikutnya.

Hasil ini dipastikan usai Timnas U-19 dinyatakan kalah head to head dari Vietnam U-19 dan Thailand U-19. Perhitungan kalah head to head sendiri dihitung melalui dua skor kacamata atau 0-0 Indonesia saat menghadapi Thailand dan Vietnam, sementara kedua tim tersebut berhasil mencatat skor 1-1 saat saling berhadapan.

Situasi ini tentunya menjadi nasib apes bagi Garuda Muda. Apalagi mengingat Indonesia U-19 memiliki produktifitas gol memasukkan lebih banyak daripada Thailand dan Vietnam, dengan 17 gol dan hanya kemasukan 2 bola. Di sisi lain , Thailand hanya mengoleksi 7 memasukan dan 1 kali kebobolan, sementara Vietnam hanya mencatatkan 12 gol dan kemasukan 3 gol.

.Timnas U-19/ Foto: Rifkianto Nugroho - Detik.com

Dugaan Sepak Bola Gajah

Alasan kalah head to head dari Thailand dan Vietnam tentu tidak dapat diterima begitu saja oleh masyarakat Indonesia yang memang fanatik soal sepak bola. Terlebih lagi, hasil ini diperoleh setelah Thailand dan Vietnam bermain 'aman' pada pertemuan mereka sementara Indonesia unggul produktivitas gol dan bisa saja lolos apabila mereka saling mengalahkan di laga terakhir. Walhasil, isu 'match fixing' pun menyeruak kuat ke permukaan dan ramai-ramai dituduhkan oleh netizen.

Banyak yang berpendapat bahwa aksi main 'sabun' dengan ogah-ogahan menyerang dari Thailand U-19 dan Vietnam U-19 kemarin merupakan kesengajaan agar keduanya bisa lolos dan sama-sama tenang. Apalagi situasi ini berbarengan dengan regulasi baru yang menentukan format lolos babak grup Piala AFF U-19 berdasarkan urutan jumlah poin; head to head; dan baru penghitungan produktifitas gol.

Tak pelak hal ini dicocokkan dengan isu pengaturan skor    yang sudah pasti melukai nilai sportivitas dalam olahraga. Berbarengan dengan komentar deras netizen, PSSI sendiri telah melayangkan protes resmi ke AFF dan FIFA soal situasi yang merugikan ini. Kendati demikian, terlepas dari segala tuduhan yang ditujukan kepada penyelenggara AFF U-19, juga Timnas U-19 Thailand dan Vietnam, publik sepak bola Indonesia sendiri seharusnya lebih bisa berkaca. Bahwa ketidaklolosan Garuda Muda tidak sepenuhnya kesalahan dua tim lain atau regulasi baru yang diterapkan AFF.

.Shin Tae Yong/ Foto: Antara Foto - Fakhri Hermansyah

Sebab sebenarnya, skuat Indonesia sendiri juga gagal tampil maksimal dan tidak konsisten sedari awal turnamen U-19 bergulir di Bekasi kemarin. Apalagi kita sendiri pernah pula menjadi salah satu oknum yang terlibat 'Sepak Bola Gajah', entah pada level Timnas atau di kompetisi lokal.

Oleh karena itu, menyikapinya dengan protes secara berlebihan akan terasa sia-sia juga, mengingat hasil ini telah terjadi dan kita juga telah terbiasa dengan hasil nihil Timnas usai diberikan ekspektasi tinggi. Jadi, alangkah lebih baik bagi kita untuk menjadikan situasi ini sebagai pelajaran berharga berikutnya demi masa depan yang lebih baik, di mana kita masih memiliki kans tinggi merajai Asia Tenggara lewat tangan dingin coach Shin Tae Yong dan para pemuda berbakat yang mengisi skuat Timnas U-19 kali ini.

[Gambas:Audio CXO]

(RIA/DIR)