Insight | General Knowledge

Kenali Bentuk-Bentuk KBGO

Senin, 20 Jun 2022 16:00 WIB
Kenali Bentuk-Bentuk KBGO
Ilustrasi kekerasan gender berbasis online Foto: Marcos Calvo - Istock
Jakarta -

Di era digital, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya di ruang maya. Ruang maya, terutama media sosial, kerap dianggap sebagai safe space untuk bebas mengekspresikan diri. Tapi, teknologi internet juga menyimpan sisi gelap. Di tangan orang-orang tak bertanggung jawab, ruang maya bisa menjadi tempat yang mengerikan. Sisi gelap dunia maya ditunjukkan melalui maraknya kasus Kekerasan Berbasis Gender Online atau KGBO.

KBGO merupakan kekerasan berbasis gender yang difasilitasi oleh teknologi dengan tujuan melecehkan korban. KBGO berbeda dengan kejahatan siber lainnya, sebab dalam konteks ini korban diserang karena gender dan identitas seksualnya. KBGO bisa mengakibatkan kerugian psikologis, yaitu membuat korban hidup dalam ketakutan, kecemasan, bahkan depresi. Selain itu, korban juga bisa mengalami pengasingan sosial yang membuatnya menarik diri dari lingkungan sekitar dan tidak bisa bergerak bebas baik di ruang online maupun offline.

KBGO memiliki beragam wujud, mulai dari komentar bernada seksis, pengiriman konten vulgar tanpa izin, pemalsuan akun, hingga doxxing. Beberapa teknologi perantara yang menjadi lokasi terjadinya KBGO adalah situs jejaring sosial, situs kencan, dan situs hiburan. Karena luasnya spektrum dan skala KBGO, terkadang sulit untuk mengidentifikasi mana yang termasuk KBGO dan mana yang bukan. Maka dari itu, kami merangkum 8 jenis KGBO yang perlu kamu ketahui.

.Ilustrasi revenge porn/ Foto: Freepik
  • Revenge porn (penyebaran konten intim non konsensual)
    Revenge porn adalah istilah yang merujuk pada kegiatan menyebarkan foto atau video intim seseorang secara online tanpa izin sebagai bentuk usaha balas dendam dan bertujuan untuk merusak kehidupan korban di dunia nyata. Dalam banyak kasus, pelaku datang dari orang terdekat seperti pasangan atau mantan pasangan.
  • Malicious distribution content
    Penggunaan teknologi untuk menyebarkan konten yang dapat merusak reputasi korban, terlepas dari kebenarannya. Mirip seperti revenge porn, pelaku bisa mengancam untuk menyebarkan foto atau pribadi korban. Tapi bedanya, konten yang disebarkan tidak terbatas pada konten intim.
  • Cyber harassment
    Seperti pelecehan di dunia nyata, pelecehan di dunia maya juga melibatkan kekerasan verbal. Biasanya, pelaku melakukan hal ini dengan cara membanjiri akun korban dengan komentar dan pesan yang bertujuan untuk mengganggu, mengancam, atau menakut-nakuti korban.
  • Impersonation
    Impersonation adalah ketika pelaku menggunakan teknologi untuk mengambil data pribadi korban dan membuat akun palsu atas nama korban. Tujuan dari akun palsu ini bisa untuk mempermalukan, menghina, ataupun untuk melakukan penipuan.
.Ilustrasi membuat fake account/ Foto: Pexels
  • Cyber stalking
    Stalking atau menguntit adalah kejahatan yang lazim ditemukan di ruang offline, tapi di dunia maya hal ini dilakukan dengan bantuan teknologi. Melalui teknologi, pelaku bisa mengawasi keseharian korban, dan bahkan bisa juga menguntit korban dengan bergabung di forum online yang sama atau mengirim pesan bernada ancaman untuk mengontrol korban.
  • Cyber recruitment
    Cyber recruitment adalah penggunaan teknologi untuk memanipulasi korban sehingga ia tergiring ke dalam situasi yang merugikan dan berbahaya. Salah satu contoh kasus cyber recruitment dapat kamu lihat dalam dokumenter Netflix berjudul Cyber Hell. Di sini, korban dihubungi secara online dan diiming-imingi kesempatan kerja. Pelaku menggunakan modus ini untuk menggali data pribadi korban dan menyebarkan video/foto mereka dalam forum daring.
  • Sexting
    Sexting bukanlah hal yang asing dilakukan di antara pasangan. Tapi, sexting di sini bukanlah yang dilakukan secara konsensual. Di sini, pelaku mengirimkan konten vulgar kepada akun personal korban tanpa persetujuan.
  • Cyber Hacking
    Hacking merupakan salah satu kejahatan siber yang paling umum ditemukan. Dalam konteks KBGO, hacking atau peretasan dilakukan agar pelaku bisa mengakses data pribadi korban seperti foto, video, atau dokumen berharga lainnya. Bahkan, pelaku juga bisa mengambil alih akun media sosialmu.
.Ilustrasi cyber hacking/ Foto: Pexels

Dengan maraknya KBGO, mengetahui jenis-jenis kejahatan ini barangkali tidak cukup untuk membuat kita merasa aman. Lalu, apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya? Salah satu caranya adalah dengan melindungi privasi di media sosial. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah memisahkan akun pribadi dengan akun publik, mengatur ulang pengaturan privasi seperti geo-tag atau location sharing, serta menciptakan kata sandi yang kuat dan menyalakan verifikasi login. Selain itu, kamu juga bisa melakukan data detox untuk mengecek keberadaan data pribadi di internet.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/HAL)