Insight | General Knowledge

Tren Keripik Pedas Menantang Maut

Jumat, 17 Jun 2022 18:00 WIB
Tren Keripik Pedas Menantang Maut
Foto: Packaging of The World
Jakarta -

Hampir sebagian besar makanan Indonesia bercita rasa pedas. Rasa pedas yang ada dalam makanan pun dimaksudkan untuk menambah nafsu makan. Sebab bumbu pedas yang mengandung capsaicin, zat yang menimbulkan efek 'nyelekit' itu, dapat merangsang indra pengecap kita. Sehingga air liur berproduksi lebih cepat dan makanan terasa lebih enak. Inilah yang membuat kita sangat terobsesi dengan rasa pedas itu sendiri.

Sebagai pecinta makanan pedas, saya sangat suka sensasi panas menusuk hidung hingga tenggorokan. Mungkin terkesan aneh, mengapa ada orang yang sengaja memilih untuk tidak menikmati makanan dengan rasa asli hanya untuk merasakan sensasi panas dan sakit. Tapi bagi para penyuka makanan pedas, sensasi itu justru dicari dan saya selalu merasa kurang bila belum merasakan pedas dalam sebuah makanan.

Faktanya, saya tidak sendiri, rasa pedas sangat disukai hampir sebagian besar penduduk di dunia. Di Amerika Serikat saja, menurut survei terbaru yang dikutip Kalsec menyebut bahwa 80 persen orang yang berusia 18 tahun ke atas sangat menyukai makanan pedas. Dan lebih dari setengah dari mereka mengkonsumsi makanan pedas setidaknya seminggu sekali.

Meningkatnya konsumen terhadap makanan pedas, membuat berbagai produsen makanan menciptakan makanan yang mengandung tingkat kepedasan tertentu. Mulai dari saus pedas hingga keripik kentang pedas. Bahkan para influencer berbondong-bondong membuat sebuah challenge di media sosial untuk mencoba keripik terpedas di dunia bernama Paqui One Chip Challenge. Namun ironisnya, tren yang awalnya terkesan menyenangkan, justru di baliknya terselip bahaya hingga menantang maut.

.Paqui One Chip/ Foto: Atlanta Journal

Keripik Itu Bernama Paqui One

Saya ingat dulu ada tren mencicipi makanan dengan menambahkan saus pedas khas Korea Selatan, Samyang yang dinamakan Samyang Challenge. Challenge ini mengharuskan kamu memakan sebungkus mie atau makanan yang ditambahkan saus samyang tanpa harus minum sebelum habis. Hasilnya? Tentu saja banyak orang yang merasa kesakitan dan pada akhirnya menyerah. Lalu, beberapa tahun ini, tren memakan makanan pedas mulai digandrungi lagi lewat Paqui One Chip Challenge, yakni memakan keripik terpedas di dunia. Lantas, apa itu Paqui One dan mengapa food vlogger hingga influencer mencoba makanan ini?

Paqui chips adalah sebuah perusahaan asal Amerika yang membuat keripik tortila menggunakan ekstrak cabai terpedas di dunia yaitu Carolina Reaper Madness. Tak hanya itu, mereka juga mencampurnya dengan ghost pepper dan cabai jalapeño kering yang diasap. Dihitung dalam skala kepedasan Paqui One mencapai 1,7 juta Scoville Units (ukuran tingkat pedas). Bila dibandingkan dengan cabai rawit Indonesia yang hanya 100 ribu Scoville Units, artinya camilan ini 10 kali lipat lebih pedas.

Bahkan perusahaan yang memproduksi keripik seharga Rp 600 ribu hingga Rp 5,5 juta ini telah memberikan peringatan untuk tidak mengkonsumsi keripik ini bila sensitif terhadap makanan pedas, alergi capsaicin, sedang hamil, dan memiliki permasalahan kesehatan tertentu seperti maag atau GERD. Mereka pun mewanti-wanti bila konsumen mengalami mual, muntah, pusing, sulit bernapas, sampai pingsan harus segera mencari bantuan medis.

.Ilustrasi sakit setelah Paqui One Challenge/ Foto: Freepik

Bisa Membahayakan Nyawa

Peringatan itu nyatanya bukan sekadar tulisan belaka, tapi sudah dibuktikan lewat berbagai laporan dari orang-orang yang mengonsumsi makanan ini. Dilansir CNN Indonesia, setidaknya ada 3 pelajar SMA di California, AS dirawat di rumah sakit setelah melakukan One Chip Challenge. Kepala Sekolah Lodi High School, Adam Auerbach mengatakan para siswa dibawa ke unit gawat darurat (UGD) setelah mengalami reaksi pada makanan pedas.

"Mereka memiliki reaksi yang sama, yakni berjuang untuk bernapas dan mengatur napas mereka. Beberapa siswa juga ada yang muntah-muntah dan kami harus menghentikan perilaku tidak aman itu lebih lanjut, karena telah mengakibatkan siswa harus dilarikan ke ruang gawat darurat," ujarnya.

Tak hanya, di luar negeri. Baru-baru ini, selebriti Indonesia, Irfan Hakim dan 3 krunya yang ditantang oleh food vlogger, Tanboy Kun untuk melakukan Paqui One Chip Challenge ini, langsung dibawa ke rumah sakit usai mencicipi sedikit keripik tersebut. Dalam vlog-nya, Irfan menjelaskan usai mengkonsumsi keripik itu, ia merasakan tenggorokan hingga perutnya mulai panas sampai sulit bernapas. Kondisi itu pun tidak hanya dirasakannya tapi juga ketiga kru lainnya. Setelah mendapat perawatan, Irfan mengaku ia terpikir akan meninggal akibat keripik terpedas itu.

Meskipun melakukan challenge seperti ini terlihat menyenangkan, tapi bila hal tersebut sampai membahayakan diri rasanya bukan sesuatu yang worth it untuk dilakukan. Apalagi di balik tren tersebut, terselip bahaya yang dapat menantang maut yakni bisa berakibat iritasi saluran pencernaan sampai merasakan sensasi terbakar di perut, hingga menimbulkan henti jantung karena serangan pedas yang tiba-tiba. Jadi, masih berani melakukan challenge ini?

[Gambas:Audio CXO]

(DIR/HAL)