Insight | General Knowledge

Perkenalan Dengan: Beach Cleaning

Rabu, 08 Jun 2022 20:00 WIB
Perkenalan Dengan: Beach Cleaning
Jakarta -

Laut nan biru dengan pasir pantai yang berkilau di bawah matahari adalah salah satu harta karun yang dimiliki Indonesia. Sedari dulu, Indonesia memang dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan laut berlimpah. Sayangnya, laut dan pantai yang dulu indah kini sudah tercemar oleh timbunan sampah. Bahkan, untuk bisa menemukan pantai yang belum tercemar oleh sampah telah menjadi suatu tantangan tersendiri. Kalaupun bisa menemukannya, biasanya pantai-pantai yang bersih ini adalah hidden gem yang belum dikunjungi oleh banyak wisatawan.

Menurut data KLHK tahun 2020, wilayah laut Indonesia tercemar oleh 1.772,7 gram sampah per meter persegi. Sampah yang menggunung ini tak hanya mencemari ekosistem, tapi juga berdampak buruk terhadap kehidupan biota laut. Pada tahun 2018, misalnya, seekor paus ditemukan terdampar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Di perutnya, ditemukan 5,9 kilogram sampah plastik.

.Ilustrasi sampah di pantai/ Foto: Flickr

Krisis sampah di area laut dan pantai telah mendorong banyak komunitas di berbagai daerah untuk berinisiatif melakukan beach-cleaning. Beach-cleaning sendiri merupakan aktivitas membersihkan sampah di sepanjang area pantai. Para relawan pun terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga setempat hingga wisatawan yang peduli dengan lingkungan.

Di Indonesia sendiri, beach cleaning sudah banyak dilakukan selama beberapa tahun terakhir di berbagai daerah. Salah satunya, yaitu kampanye One Island One Voice yang diinisiasi oleh Bye Bye Plastic Bags di Bali. Selama 6 tahun terakhir, One Island One Voice telah berhasil menyelenggarakan beach cleaning tahunan yang diikuti oleh 70.000 orang yang tersebar di 560 lokasi. Gerakan ini berhasil mencegah pencemaran laut dengan mengumpulkan 203 ton sampah non-organik yang menimbun di pantai.

.Ilustrasi bersih-bersih sampah di pantai/ Foto: Flickr

Pada bulan Februari kemarin, One Island One Voice menyelenggarakan beach cleaning keenam yang diikuti oleh 3.981 orang. Selain elemen masyarakat, berbagai badan usaha pun turut berpartisipasi sebagai kolaborator. Banyak entitas bisnis yang turut mendukung kampanye ini, beberapa di antaranya adalah Potato Head, Ayana Resort and Spa, Four Seasons Resort Bali, The Lawn, Hard Rock Cafe Bali, dan masih banyak lagi. Sementara itu untuk pengolahan sampah, One Island One Voice berkolaborasi dengan Sungai Watch, ecoBali, Plastic Bank, Octopus, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

Kolaborasi dari berbagai pihak merupakan kunci untuk bisa mewujudkan kampanye lingkungan. Dengan menggaet badan usaha dan pemerintah setempat, kegiatan beach cleaning bisa dilakukan secara masif. Selain One Island One Voice, ada banyak inisiatif lainnya seperti Beach Clean Up Jakarta, Beach Clean Up Bengkulu, Reresik Pantai di Yogyakarta, Selayar Bebas Sampah Plastik di Sulawesi, dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang ingin berpartisipasi dalam beach cleaning dan berkontribusi untuk menjaga lingkungan, kamu bisa berpartisipasi dalam beach cleaning yang diadakan oleh komunitas-komunitas di atas. Atau, kamu bisa juga berinisiatif sendiri dengan mengajak keluarga atau teman-temanmu untuk membersihkan sampah di pantai terdekat. Sebab, siapa pun bisa memulai inisiatif untuk menjaga lingkungan, dimulai dari sekarang.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)