Insight | General Knowledge

Ngab, Ngabers, dan Budaya Maskulin

Jumat, 22 Apr 2022 14:00 WIB
Ngab, Ngabers, dan Budaya Maskulin
Jakarta -

Bagi anak muda Jakarta dan sekitarnya, istilah 'ngab' pasti sudah tidak asing lagi. Saya sendiri kerap menemukan kata ini berseliweran di media sosial, atau digunakan oleh teman-teman saya dalam sebuah percakapan. Di kepala saya, seseorang yang dipanggil 'ngab' adalah segerombolan laki-laki yang menggunakan kaos Deus Ex Machina, nongkrong di Lawless Burger Bar, dan mendengarkan lagu metal. Gambaran yang ada di kepala saya ini adalah stereotip yang secara spesifik menyasar laki-laki.

Timbul suatu pertanyaan, mengapa ketika mendengar kata 'ngab' yang muncul di kepala saya adalah stereotip tersebut? Untuk itu, saya mencoba menelusuri asal mula munculnya istilah 'ngab' dan mengapa kata yang seharusnya memiliki arti netral ini kini bisa memiliki arti lain.

Istilah 'ngab' sebenarnya berasal dari kata 'Bang' yang dibalik, kependekan dari 'Abang" yang merupakan kata sapaan yang ditujukan untuk menyapa figur laki-laki yang lebih tua. Dalam bahasa Inggris, 'Ngab' sendiri mungkin setara dengan 'bro' atau 'mate'. Sehingga pada mulanya, sebenarnya kata ini memiliki makna yang netral. Kata 'ngab' atau 'ngabers' sendiri awalnya populer di kalangan komunitas motor.

Namun istilah 'ngabers' lebih merujuk kepada sekelompok orang yang memiliki kebiasaan buruk dalam berkendara, misalnya dengan menggeber knalpot atau ngebut di jalanan dan menyalip pengendara lain. Identitas ini tercerminkan melalui lagu berjudul "Ngabers" oleh Yung Kisut dan Lil Sebatbut yang berbunyi:

Oooh

Ngabers so damn cool I want it
Pengen Aerox, oh gaada duit
Knalpot mberr telinga berisik
Knalpot mberr telinga berisik

Meski pada awalnya istilah 'ngab' atau 'ngabers' identik dengan pengendara motor, seiring berjalannya waktu penggunaan istilah ini akhirnya meluas. Salah satu teman saya mengatakan bahwa ketika mendengarkan kata 'ngab', ia membayangkan sosok yang menjadi 'abang-abangan' atau menuakan dirinya dalam sebuah tongkrongan. Sedangkan teman saya yang lain, mengatakan bahwa ketika ia mendengar kata 'ngab', yang muncul di bayangannya adalah seorang jamet. Jamet, singkatan dari Jawa Metal, merupakan kata yang sama-sama memiliki konotasi negatif dan merujuk ke pemuda yang dianggap 'alay'.

Di media sosial, istilah 'ngab' dan 'ngab culture' sendiri banyak ditemui. Meski sebenarnya tak ada definisi tunggal yang bisa menjelaskan arti dari 'ngab culture', istilah ini sering digunakan untuk merujuk kepada laki-laki yang berpartisipasi dalam subkultur yang maskulin. Sehingga, muncul juga istilah 'ngab culture' yang menunjukkan bagaimana ngabers sendiri telah menjadi bagian dari sebuah fenomena sosial. Memang, dalam skena subkultur banyak ditemui sosok yang "dituakan" atau menjadi "abang-abangan" yang disegani dan memiliki banyak pengikut. 

Keterkaitan istilah 'ngab' dengan subkultur yang maskulin (komunitas motor, skena musik metal, dan lain-lain) membuat istilah ini juga terkadang digunakan untuk merujuk kepada sosok laki-laki problematik yang menunjukkan sifat maskulinitas toksik. Misalnya, di media sosial saya banyak menemui pengguna yang menyebut pembela Gofar Hilman sebagai ngabers. Gofar sendiri merupakan seorang mantan penyiar, content creator, dan mantan bagian dari Lawless Jakarta yang tersandung kasus pelecehan seksual. Lawless Jakarta sendiri merupakan sebuah bisnis yang didirikan bagi pecinta kultur motor custom serta penggemar musik metal dan hardcore.

Pada akhirnya, istilah 'ngab' tidak bisa dipisahkan dari subkultur yang didominasi oleh laki-laki dan cenderung bersifat maskulin. Di titik ini, istilah 'ngab' masih memiliki arti yang netral. Sebab tentu saja, tidak ada salahnya menjadi bagian dari subkultur ini. Tapi, oleh karena keberadaan pihak-pihak yang menunjukkan sifat misoginis dalam kultur ini, istilah 'ngab' pun kini bisa memiliki arti yang berbeda. Pergeseran makna ini menunjukkan bagaimana bahasa-apalagi bahasa gaul-bisa sangat cair, dan berubah   ubah artinya mengikuti konteks budaya masa itu.

Maka dari itu, sudah pasti kita tak bisa menemukan definisi resmi dari istilah 'ngab', yang ada hanyalah definisi-definisi populer yang terbentuk dari pengalaman kolektif.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)