Insight | General Knowledge

Memahami Pentingnya Social Intelligence

Rabu, 16 Feb 2022 20:00 WIB
Memahami Pentingnya Social Intelligence
Jakarta -

Kecerdasan merupakan sebuah komponen penting dalam menunjang kesuksesan. Selain mengembangkan hard skills atau soft skills, kita juga harus mengembangkan yang namanya social intelligence atau biasa dikenal dengan kecerdasan sosial.

Menurut Thorndike, seorang psikolog asal Amerika Serikat, kecerdasan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk mengatur emosi dan perilaku untuk menjalin interaksi yang efektif dengan orang lain atau lingkungannya. Kecerdasan sosial adalah ukuran kemampuan diri seseorang dalam pergaulan di masyarakat dan kemampuan berinteraksi sosial dengan orang-orang di sekelilingnya.

Daniel Goleman, seorang penulis sains dalam bukunya yang berjudul "Social Intelligence" mengatakan orang dengan kecerdasan sosial tinggi tidak akan menemui kesulitan saat memulai suatu interaksi dengan seseorang atau sebuah kelompok. Ia dapat memanfaatkan dan menggunakan kemampuan otak dan bahasa tubuhnya untuk membaca lawan bicaranya. Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda dalam berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Inilah mengapa social intelligence atau kecerdasan sosial seseorang harus terus diasah.

Elemen Kecerdasan Sosial

Dikutip dari Psychology Today, kecerdasan sosial memiliki enam elemen untuk mengelola kemampuan yang diperlukan demi menunjang komunikasi yang efektif. Enam elemen ini juga harus kamu kuasai agar memiliki kecerdasan sosial. Enam elemen tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Kefasihan Verbal

Seseorang yang memiliki kecerdasan sosial akan memiliki kefasihan verbal atau kemampuan untuk bercakap yang sangat baik. Mereka mampu melakukan percakapan dengan berbagai macam situasi apa pun. Mereka juga sangat bijaksana dalam memilih kata-kata yang dilontarkan karena bisa dengan mudah memahami perasaan lawan bicaranya.

2. Paham dengan Peran Sosial

Salah satu kelebihan dari seseorang yang memiliki kecerdasan sosial yang baik adalah mereka paham dengan peran sosial mereka dan bisa menempatkan diri dengan baik. Mereka tahu bagaimana cara berinteraksi dan bersikap bijaksana saat bersama dengan orang lain.

3. Kemampuan Mendengar yang Baik

Tak hanya kemampuan bercakap, ketika menguasai kecerdasan sosial, seseorang juga bisa memiliki kemampuan mendengar yang baik dan efektif. Mereka selalu mendengarkan dan memperhatikan apa yang dikatakan lawan bicaranya. Dengan begitu, hubungan baik akan mudah terjalin karena saling memahami perasaan masing-masing.

4. Memahami Emosi Orang Lain

Ciri memiliki social intelligence yang tinggi adalah sering mengamati orang-orang di sekitarnya. Karena mereka bisa lebih mudah dalam memahami emosi orang lain. Ketika memiliki kecerdasan emosional sekaligus kecerdasan sosial, ini akan menjadi kombinasi yang pas karena akan mempermudah untuk berteman dan menjaga hubungan dengan banyak orang.

Mengasah Kecerdasan Sosial

Kecerdasan sosial menduduki peran yang sangat penting ketika akan membangun sebuah relasi yang produktif dan harmonis. Relasi kita dengan teman, dengan tetangga, dengan rekan kerja, atau dengan atasan pastinya bisa berjalan dengan baik apabila kita memiliki kecerdasan sosial yang baik juga.

Karl Albrecht, dalam bukunya yang berjudul "Social Intelligence: New Science of Success" menjabarkan secara garis besar lima hal yang harus diperhatikan dan dipelajari untuk mengasah kecerdasan sosial kita yang disingkat sebagai S.P.A.C.E.

1. Situational Awareness (Kesadaran Situasional)

Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kehendak untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan atau hak orang lain. Contohnya, ketika kita sedang naik kendaraan umum yang penuh sesak, ada lansia yang tidak diberikan tempat duduk oleh remaja di depannya. Remaja tersebut dipastikan tidak memiliki situational awareness. Contoh lain, orang yang kentut di lift yang sedang penuh tanpa rasa dosa sedikit pun juga bisa dipastikan tidak memiliki kesadaran situasional.

2. Presence (Kemampuan Membawa Diri)

Cara berpenampilan, bertutur kata, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan merupakan aspek dalam yang tercakup dalam Presence. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berbeda-beda tergantung bagaimana Presence yang ditampilkan. Contohnya, orang yang terbiasa berkata kasar, atau orang yang suka berpenampilan tidak sesuai dengan kondisi dan situasi, bisa dipastikan memiliki Presence yang kurang.

3. Authenticity (Keaslian)

Berperilaku baik yang kita perlihatkan akan membuat orang lain menilai kita sebagai orang yang layak dipercaya (trusted), jujur, terbuka, dan mampu menghadirkan ketulusan. Hal ini penting untuk diasah karena kepercayaan dari orang lain tidak bisa dibayar dengan apa pun.

4. Clarity (Kejelasan)

Aspek ini menjelaskan sejauh mana kita membekali kemampuan untuk menyampaikan gagasan atau ide secara on point sehingga dapat dimengerti oleh orang lain. Sering kali kita memiliki ide yang bagus, tapi ketika dijalankan, kita tidak bisa mengeksekusinya dengan baik. Maka dari itu, aspek Clarity sudah seharusnya diasah sejak dini.

5. Empathy (Empati)

Aspek ini merujuk pada sejauh mana kita bisa berempati terhadap orang lain, termasuk sejauh mana kita memiliki keterampilan untuk bisa mendengarkan dan memahami maksud dari pikiran orang lain. Pastinya kita bisa menjalin relasi yang kuat kalau saja kita dapat mengasah rasa empati dengan sesama manusia.

Bukan hanya membuat kualitas hidup menjadi lebih bermakna, kecerdasan sosial juga membuat kita dapat berbaur di masyarakat dengan sangat baik. Selain itu, kecerdasan sosial juga akan mengasah kemampuan kita untuk bertindak dalam situasi sosial. Maka dari itu, pahami dan pelajarilah kecerdasan sosial sebelum terlambat.

[Gambas:Audio CXO]



(PUA/HAL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS