Insight | General Knowledge

Dadah, Blackberry?

Senin, 31 Jan 2022 10:30 WIB
Dadah, Blackberry?
Jakarta -

"Di mana ada pertemuan, di situ ada perpisahan," begitulah orang bijak sering berkata. Di momen saling sapa dengan tahun baru kali ini, masyarakat dunia-ternyata harus turut-memberi salam hangat perpisahan, kepada salah satu gadget paling ikonik sepanjang masa. Adalah Blackberry (BB), gadget yang menjadi primadona dunia semenjak tahun 2007 hingga 2013-an lalu, yang pada awal tahun 2022 ini harus pamit undur diri.

Melansir laman resmi Blackberry, segala fitur dan perangkat Blackberry yang pernah kita kenal, per tanggal 4 Januari 2022, resmi tidak akan bisa lagi digunakan. Kabar perpisahan dari Blackberry sebenarnya memang tidak begitu mengejutkan. Pasalnya, sejak beberapa tahun yang lalu, kabar kejatuhan Blackberry telah lebih dahulu diperkirakan oleh banyak pihak. Salah satu hal yang menjadi tanda kejatuhannya adalah nilai kapitalisasi pasar Blackberry itu sendiri.

Pada masa jayanya di 2008 lalu, nilai kapitalisasi pasar Blackberry pernah menyentuh langit. Nominalnya pun terbilang fantastis, yaitu US$78,38 miliar atau setara Rp1.120,8 triliun. Sementara pada tahun ini, nilai kapitalisasi Blackberry terjun bebas ke angka US$5,36 miliar. Nilai yang sangat kecil, yang bahkan tidak sampai seperempat kali lipat jika dibandingkan dengan nilai kapitalisasi pasar pada masa jayanya.

Saat ini, zaman sudah jauh berkembang dan Blackberry memang telah ditinggalkan. Namun demikian, perpisahan Blackberry ini, sejatinya cukup mendapat tanggapan yang sentimental dari para netizen seluruh dunia-terlebih di Indonesia. Ya, bagaimana tidak? Jauh sebelum Android dan iPhone merajalela, Blackberry adalah pilihan utama masyarakat dunia. Lebih atau kurangnya, Blackberry telah menjadi saksi perkembangan kehidupan digital, melalui fitur BBM-nya yang laris manis, serta gaya hidup yang disebabkan oleh keberadaannya.

Nasi memang telah menjadi bubur. Blackberry, yang pernah jaya pada masanya, mau tidak mau harus hilang ditelan peradaban. Sementara kita yang menikmati Blackberry-sebagai media komunikasi terbaik pada zamannya, pasti merindukan kehidupan yang menyenangkan pada masa itu. Untuk kembali membangkitkan memori indah Blackberry di masa lalu, dan juga sebagai ucapan perpisahan kepada Blackberry yang pernah menjadi teman sejati, berikut rangkuman hal-hal yang bisa kita kenang dari perjalanan panjang sebuah gadget yang tenar dengan sebutan BB tersebut.

1. Qwerty adalah jalan ninja kami

Jauh sebelum layar sentuh memadati industri gawai, keypad berjenis Qwerty yang digunakan Blackberry adalah inovasi tercanggih pada zamannya. Deretan huruf-huruf yang berbaris mandiri di sebuah gawai, sebagaimana yang diterapkan pada perangkat komputer, pada masa itu membawa arus komunikasi digital terkesan lebih cepat dan ringkas. 

Sebelum qwerty mulai digunakan, keypad standar telepon seluler memerlukan tangan penggunanya untuk menekan tombol beberapa kali sebelum mendapatkan sebuah huruf pada layarnya. Tidak heran, saat Blackberry memuat keypad qwerty pada produknya, dan berhasil mempopulerkannya, masyarakat ramai-ramai beralih handphone jenis ini dan mulai meninggalkan keypad gaya lama yang masih digunakan oleh produsen Nokia. Semenjak saat itu sampai sekarang, jenis keypad qwerty-sebagaimana yang dipergunakan Blackberry di masa lalu-ternyata masih dipergunakan meskipun gawai telah beralih menjadi layar sentuh.

2. Evolusi model Blackberry
Research in Motion (RIM), perusahaan induk Blackberry yang berasal dari Kanada, mendapati cikal bakal Blackberry dari dua pager andalan mereka yaitu RIM 950 dan RIM 957 pada tahun 1998 dan 2000 dan perkenalan BlackBerry 6210 kepada dunia pada tahun 2003. Kedatangan produk-produk ini, seakan membawa angin segar bagi dunia komunikasi karena kapabilitasnya yang telah berbasis Java, serta mengintegrasi email, telepon, SMS, browser, aplikasi organizer dan mendukung akses roaming internasional.

Produk yang paling mengangkat pamor Blackberry di dunia adalah BB 8520 atau BB Gemini. Peluncurannya di tahun 2009 lalu, memikat masyarakat dunia-termasuk Indonesia-lantaran telah menggunakan kursor jenis trackpad yang lembut mengikuti jejak BB Pearl dan lebih digemari ketimbang kursor trackball pada produk lainnya seperti BB Javelin (BB 8900). Meskipun belum bersinyal 3G, BB Gemini adalah salah satu yang paling melegenda dan kemungkinan pernah dimiliki masyarakat pada umumnya. Hayo, siapa yang pernah pakai BB Gemini?

Selain BB Gemini yang laris manis di pasar dunia, berbagai seri Blackberry juga terus bermunculan dan telah digunakan masyarakat. BB paling populer yang pernah dikenal masyarakat di antaranya adalah BB Onyx (Bold 9700); BB Bold 9000 dan BB Torch 9800 -yang mencoba memadukan keypad qwerty dengan interface layar sentuh, hingga BB Bellagio yang dikenal sensasional karena momen peluncurannya di Jakarta justru berbuah insiden yang tak sedap di telinga. Pada generasinya yang terakhir, BB juga sempat mengeluarkan series OS 10 dengan Z10 dan Q10 meskipun mulai kalah pamor dari handphone Android dan iPhone.

3. Blackberry messenger (BBM)

- "PING!!!"
Siapa yang tidak kenal fitur BBM satu ini? Saat hendak memulai suatu percakapan di BBM, seorang pengguna sudah bisa menyapa lawan bicaranya, hanya dengan memanfaat kesaktian fitur "PING!!!" ini tanpa perlu repot-repot memikirkan pick up line seperti di zaman sekarang. Selain itu, fitur "PING!!!" pada BBM juga sering dimanfaatkan sebagai tanda bahwa pesan yang disampaikan memiliki urgensi tinggi dan harus segera dibalas. Kalian yang pernah berpacaran lewat BBM pasti ngerti, dong?

Anehnya, setelah zaman BBM jauh berlalu dan fitur "PING!!!" telah sirna, banyak netizen yang malah memanfaatkan fitur ini pada aplikasi bertukar pesan zaman sekarang, meski hanya menyisakan huruf "P" semata. Duh, pasti pada kangen, ya, di "PING!!!" sama gebetan?

- Ikon Jam, D dan R
Sebelum Whatsapp dikenal dengan checklist satu, dua, dan checklist biru sebagai tanda terkirimnya pesan, BBM sejatinya telah lebih dahulu memperkenalkan fitur dengan rumusan ini. Para pengguna BBM, pastinya masih ingat betapa mendebarkannya bertukar pesan dengan menunggu perubahan-perubahan ikon disamping pesan, dong?

Waktu itu, Ikon jam kotak menandakan pesan belum terkirim karena koneksi yang lambat; tanda centang beserta huruf D di atasnya sebagai tanda pesan delivered atau terkirim; dan sebuah tanda centang dengan huruf R di atasnya berarti pesan telah dibaca oleh lawan bicara.

Ya, BBM pada masanya, sudah mampu memberikan efek rollercoaster yang mendebarkan saat kita berkirim pesan dengan pacar atau gebetan. Saking berkesannya fitur yang satu ini, sebuah kelompok boyband cilik Coboy Junior bahkan sampai menyanyikan lagu yang merujuk pada fitur ini, bunyinya "kenapa D lagi D lagi D lagi kok ngga R R , R R," Yang pernah pakai BBM pasti paham, deh!

- Broadcast Message
Meskipun fungsi utamanya sebatas membagikan pesan secara serentak kepada seluruh kontak-atau yang telah dipilih, fitur Broadcast Message (BM) ini pernah juga, lho, digunakan sebagai media promosi tergaul di masanya. Mulai dari BM yang sekadar berisi "Test Contact, sorry spam" atau sebatas "tc", promosi pin BBM teman kepada seluruh isi kontak dengan cara yang unik, hingga menjadi sarana membagikan guest list code untuk pesta anak muda di zamannya.

- Emoticon dan Emoji
BBM merupakan titik perkenalan bagi emoticon seperti yang kita ketahui di zaman sekarang. Ikon wajah berwarna kuning dengan ilustrasi berbagai mimik wajah, sudah dikenal dan ramai digunakan pada masa itu. Selain emoticon yang langgeng, emoji-emoji yang menggambarkan perilaku menggemaskan-meski sedikit lebay- seperti mencium atau memeluk juga bisa dimanfaatkan saat bertukar pesan di BBM, lho.

- Status dan Recent Update
Sebelum media sosial seperti Instagram memuat lagu apa yang kita dengarkan pada InstaStories, BBM telah lebih dahulu memuatnya di timeline internal BBM. Fitur ini juga memungkinan para pengguna untuk membagikan status terbaru mereka seperti "Love you (inisial nama pacar)". Tidak jarang, fitur ini juga dimanfaatkan sebagai sarana keisengan para teman dengan "pembajakan" status BBM yang konyol dan memalukan.

4. Media Sosial dengan embel-embel "for Blackberry"

Blackberry selain berfungsi sebagai alat komunikasi ternyata juga menjadi sebuah gengsi. Ya, secara tidak langsung, kita tentu mengetahui bahwa terdapat sebuah relasi antara perangkat dengan kadar pride bagi penggunanya. Di zaman BB berjaya, media sosial Twitter adalah pasangan emasnya. Pada masa itu, rasanya kurang gaul apabila menulis tweet tanpa keterangan "from twitter for Blackberry" di bawahnya. Hal ini juga kemudian memunculkan beberapa aplikasi twitter di Blackberry yang memfasilitasi juga membawa embel-embel "from (blablabla) for Blackberry" seperti UberTwitter dan UberSocial. 

5. Aplikasi penangkap layar dengan watermarks

Saat ini melakukan screenshot di layar gawai sangatlah mudah dan tanpa memiliki tanda apa-apa. Sementara pada Blackberry, aplikasi penangkap layar yang menyertakan watermark di bawahnya terkenal cukup keren untuk digunakan bahkan menjadi ciri khas. Ya, betul, aplikasi screenmuncher merupakan paket lengkap yang wajib dimiliki seorang pengguna BBM. Masih ingat, kan, dengan suara aplikasi ini yang seakan melahap layar saat kita melakukan screenshot di Blackberry?

Apapun kenangan yang pernah kita rasakan bersama Blackberry di tangan, baik manis atau pahitnya, semuanya telah berlalu dan memang harus berlalu. Ya, begitulah kira-kira kehidupan, terkadang sesuatu datang dan menjadi teman, kemudian segera bergegas pergi dan terlupakan. Ya, betul, kata-kata itu tampaknya cukup mewakilkan perjalanan Blackberry di dunia. Terlepas dari kesombongan Blackberry yang kurang awas dengan ancaman kompetitor seperti Android dan iPhone, rasanya merk ini memang sulit dilupakan dari kisah hidup kita.

(RIA/MEL)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS