Insight | Business & Career

Kenali Tanda Kamu Di-bully di Kantor dan Cara Menghadapinya

Kamis, 21 Dec 2023 18:27 WIB
Kenali Tanda Kamu Di-bully di Kantor dan Cara Menghadapinya
Foto: Istimewa
Jakarta -

Banyak orang yang masih menganggap bahwa aksi bully atau perundungan hanya dilakukan dan dialami oleh anak-anak. Tetapi faktanya, tempat kamu bekerja juga tidak terlepas dari potensi bully itu terjadi. Mungkin kamu sendiri tidak sadar bahwa kamu adalah korban dari penindasan yang dilakukan oleh atasan atau rekan kerjamu.

Work Bullying Institute (WBI), lembaga independen yang berbasis di Amerika Serikat mendefinisikan situasi ini sebagai penindasan yang berulang dan merugikan kesehatan terhadap satu atau beberapa orang yang dilakukan oleh banyak pelaku. Perilaku yang dilakukan antara lain seperti mengancam, mempermalukan, mengintimidasi, menghalangi penyelesaian pekerjaan, atau pelecehan verbal.

Dalam praktiknya, perundungan di tempat kerja bisa terjadi dalam banyak situasi, mulai dari pengelolaan yang tidak bertanggung jawab dan tidak mendapat penghargaan yang pantas, menjadi sasaran kritik berlebihan, dikucilkan, diharapkan memenuhi tuntutan yang tidak masuk akal, dan dipermalukan.

Tanda-tanda Kamu Di-bully di Kantor

Sebagai seorang korban, kamu mungkin belum menyadari bahwa kamu diperlakukan seperti itu. Nah agar kamu lebih tahu apakah kamu di-bully atau tidak, simak tanda-tandanya berikut ini.

1. Merasa diserang secara pribadi

Menerima kritik yang membangun saat bekerja mengenai hal-hal seperti keterampilan komunikasi dan kemampuan untuk menghasilkan adalah hal yang normal dilakukan oleh atasan atau rekan kerja. Pakar karier eksekutif, Elizabeth Pearson mengatakan, tanda kamu mengalami intimidasi di tempat kerja adalah jika kritik tersebut mulai melanggar hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, Misalnya diserang secara personal, kecerdasan, jenis kelamin, ras, suku, agama, atau bahkan orientasi seksualmu.

2. Kamu mulai takut berangkat ke kantor

Kalau kamu selalu takut hari Senin akan tiba dan enggan untuk bertemu orang-orang di kantor, bisa jadi itu tanda bahaya bahwa ada sesuatu yang terjadi. Mungkin kamu hidup dalam ketakutan akan dipecat atau hanya merasa terlalu stres dan cemas menghadapi pekerjaan. Rasa takut yang terus-menerus ini bisa menjadi tanda bahwa kamu di-bully atau diintimidasi di tempat kerja.

3. Kamu merasa siap berperang dengan orang kantor

Kantor seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan untukmu mencari uang. Seharusnya situasi dan suasana kantor bisa mendukungmu untuk tetap bersemangat dan produktif. Namun kalau kamu merasa setiap ke kantor seakan ingin berperang, seperti selalu menghindari orang yang kerap mengejekmu atau sangat antipati terhadap orang tersebut, kemungkinan kamu adalah korban dari tindakan pembullyan.

4. Hilang kata-kata

Dalam beberapa kasus, tidak bisa berkata-kata dengan baik atau selalu gugup ketika berhadapan dengan rekan kerja atau atasanmu, kemungkinan ada ketakutan yang tidak kamu sadari telah menguasaimu. Jika kamu sering kehilangan kata-kata, kemungkinan besar kamu adalah korban bully diam-diam.

Cara Menghadapinya

Walaupun berat, mau tidak mau kamu memang harus menghadapinya. Menghindari hal-hal ini justru akan menumbuhkan rasa trauma yang berkepanjangan sehingga membuat profesionalitasmu dalam bekerja menjadi menurun. Jadi cobalah menghadapinya dengan berani lewat cara ini.

1. Laporkan ke atasan

Mungkin terasa sedikit menakutkan, tetapi melaporkan penindasan sering kali merupakan cara terbaik untuk menangani situasi tersebut. Pearson menyarankan untuk menghubungi atasanmu atau langsung ke HRD. Tapi persiapkan dirimu dengan contoh spesifik siapa, kapan, dan bagaimana kamu mengalami bully.

"Sebagian besar perusahaan mempunyai kebijakan yang tidak menoleransi perilaku pelecehan dan intimidasi, tetapi tidak terbatas pada pelecehan verbal. Lakukan riset mengenai undang-undang yang mengatur hal tersebut dan bersiaplah untuk menjelaskannya," ujarnya.

Ini juga berlaku jika atasanmulah yang menjadi pelakunya. Jangan takut untuk menghadapi mereka hanya karena mereka punya jabatan. Bawa masalah tersebut ke atasan langsung mereka.

2. Bicaralah langsung

Hanya karena dia adalah kolega atau supervisor kamu, bukan berarti kamu harus tetap bungkam ketika mereka melecehkanmu. Bicaralah langsung kepada atasanmu itu, tetapi lakukan dengan tenang dan profesional. Ingat, kita mengajari orang bagaimana memperlakukan kita. Jadi dengan mengatakan sesuatu seperti, "Tolong jangan bilang seperti itu" atau "Saya kurang paham kalau Anda memarahi saya saja" itu membuat orang lain tahu apa yang tidak kamu sukai.

3. Dokumentasikan penindasan itu

Sisi buruk dari pembullyan di tempat kerja adalah seringnya korban melakukan tindakan balasan dan ketika hal ini terjadi korban mungkin akan kehilangan pekerjaannya. Cobalah untuk merekam saat-saat di mana kamu sedang ditindas, simpan dalam email dan catatanmu. Tulis semuanya dan kalau sudah waktunya untuk melapor, kamu bisa memberikannya ke HR.

4. Bukan kamu, tapi mereka

Diintimidasi di tempat kerja mungkin terasa seperti sebuah pukulan bagi karakter kamu, ketahuilah bahwa ini sebenarnya bukan tentang kamu. Sebab pelaku sendiri merasa tidak nyaman dengan lingkungannya. Dengan kata lain, pelaku bully sering kali merasa terancam oleh korban mereka dan akan menggunakan dominasi yang mereka punya untuk mencoba mengisi kekosongan yang tidak aman tersebut.

"Kamu bisa tenang dengan mengetahui bahwa jika kamu menjadi korban serangan pelaku intimidasi, kemungkinan besar itu karena mereka merasa terintimidasi oleh pencapaian, keterampilan, dan kesuksesan kamu," kata Pearson.

5. Carilah dukungan

Penindasan bukanlah sesuatu yang harus kamu tangani sendiri. Falzoi merekomendasikan untuk mencari dukungan untuk membantu kamu melewatinya, baik dari terapis, anggota keluarga, teman tepercaya, atau kelompok dukungan sebaya.

6. Resign

Kalau kamu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki situasi dan sepertinya tidak ada yang berubah, mungkin sudah tiba waktunya bagi kamu untuk menggunakan kartu terakhir yakni resign dari kantor. Ya ini adalah kenyataan pahit bagi kamu sebab kamu yang menjadi korban kenapa kamu yang harus mengalah.

Namun, jika itu untuk kebaikan mentalmu, jalan ini mungkin adalah yang terbaik. Buatlah rencana ketika kamu memutuskan resign, seperti memperbaiki resume kamu, dan mulailah melamar pekerjaan baru. Setiap orang berhak bekerja di lingkungan yang nyaman, ramah, dan hangat.

Menjadi korban bully di tempat kerja memang bukan sesuatu yang menyenangkan dan membuatmu sedih. Tapi ingat apa yang menjadi tujuanmu untuk bekerja, yakni mencari uang bukan untuk mencari teman. Fokuslah pada tujuanmu dan sayangi dirimu lebih daripada perusahaanmu.

(DIR/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS