Insight | Business & Career

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Work Fatigue?

Selasa, 20 Sep 2022 16:00 WIB
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Work Fatigue?
Ilustrasi work fatigue Foto: Unsplash
Jakarta -

Apakah belakangan ini kamu merasa sulit berkonsentrasi dalam pekerjaanmu? Apakah kamu merasa tidak bersemangat dalam memulai hari karena tahu kamu harus bekerja? Hati-hati, mungkin kamu sedang mengalami work fatigue atau job burnout. Work fatigue adalah kondisi kelelahan ekstrim baik dari segi fisik, mental, maupun emosional yang muncul karena pekerjaan.

Kondisi ini bisa membuat seseorang sulit untuk berfungsi seperti biasa dan kehilangan motivasi untuk bekerja. Work fatigue bukanlah kondisi kelelahan biasa yang bisa diatasi dengan sekedar beristirahat atau mengambil cuti. Sebab, work fatigue dipicu oleh stres yang akarnya berasal dari permasalahan di tempat kerja. Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa faktor yang bisa memicu work fatigue.

.Ilustrasi work fatigue/ Foto: Pexels

Faktor pertama yang bisa memicu work fatigue adalah ketika seseorang tidak memiliki kontrol atas pekerjaannya. Berbagai hal yang terjadi di luar kuasa kita bisa menimbulkan stres, tak terkecuali dalam konteks pekerjaan. Kecuali kalian adalah freelancer atau C-level, maka tidak akan ada privilege untuk mengatur jadwal dan beban kerja yang diambil. Belum lagi ketika kita tidak diberikan tools atau guidance yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal-hal ini akan membuat kita merasa tidak memiliki kontrol, tidak berdaya, dan hanya bisa menjadi 'yes man'.

Faktor kedua adalah dinamika tempat kerja yang disfungsional. Dinamika seperti apa itu? Kondisi ini biasanya ditandai dengan kehadiran orang-orang yang membuat suasana kerja tidak nyaman atau tidak sehat. Misalnya, adanya kolega yang menjadi perundung dan melakukan kekerasan emosional atau verbal sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi anggota tim yang lain. Atau, adanya atasan yang melakukan micro-manage sehingga workflow menjadi kacau dan membatasi ruang untuk kreativitas.

Faktor ketiga yang bisa memicu work fatigue adalah kurangnya dukungan sosial. Dukungan sosial bisa datang dari kolega-kolega yang suportif atau kerabat-kerabat terdekat di luar tempat kerja. Ketika kamu tidak memiliki kolega yang suportif dan cenderung mengeksklusifkan diri, kamu akan merasa asing di tempat kerja. Lalu apabila kamu tidak memiliki support system di luar tempat kerja yang bisa menjadi teman bercerita, rasa keterasingan ini juga akan terjadi di kehidupan pribadi.

Kemudian faktor keempat adalah adanya ketidakseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan personal atau work-life imbalance. Apapun jenis pekerjaannya, tidak seharusnya kamu mengorbankan kehidupan pribadi untuk menjalaninya. Sayangnya, tidak semua orang bisa memiliki work-life balance karena tak semua tempat kerja menyadari pentingnya kondisi mental pekerja. Pekerjaan yang menghalangimu untuk meluangkan waktu dengan diri sendiri atau keluarga akan membuatmu mengalami work fatigue.

.Ilustrasi kelelahan/ Foto: Pexels

Work fatigue tidak terlalu sulit untuk diidentifikasi. Gejala dari work fatigue biasanya menyangkut kondisi mental di tempat kerja, beberapa di antaranya adalah:

  • Dipenuhi dengan emosi negatif dan merasa sinis di tempat kerja
  • Sulit untuk berkonsentrasi di tempat kerja
  • Merasa tidak bersemangat ketika memulai sebuah pekerjaan
  • Menjadi tidak sabar atau mudah kesal dengan kolega atau klien
  • Merasa tidak puas dengan hasil kerja
  • Merasa tidak memiliki tenaga untuk terus-menerus produktif

Di samping gejala-gejala emosional yang dirasakan di atas, work fatigue juga berdampak terhadap kesehatan. Seseorang yang memiliki kondisi ini biasanya akan mudah sakit dan pola tidurnya akan berubah. Beberapa kondisi yang biasanya dialami adalah kesulitan tidur atau insomnia, sakit kepala, permasalahan pencernaan, hingga kecanduan terhadap obat-obatan dan alkohol.

Sebagian besar akar permasalahan work fatigue datang dari kualitas lingkungan kerja yang tidak manusiawi-dan hal ini akan sulit untuk diubah, apalagi jika kita berusaha mengubahnya sendirian. Tetapi, ada hal yang bisa dilakukan sebagai langkah-langkah awal untuk mengatasinya.

.Ilustrasi work fatigue/ Foto: Pexels

Buat batasan yang jelas
Senyaman apapun tempat kerjanya, kamu harus tetap memiliki batasan yang memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Apabila sudah waktunya untuk beristirahat, jangan merasa tidak enak untuk menonaktifkan grup WhatsApp kantor. Apabila atasanmu menghubungi di luar jam kerja untuk tugas tidak terlalu urgent, coba sampaikan secara baik-baik bahwa kamu baru bisa mengerjakannya di hari esok ketika sudah di kantor.

Ceritakan kondisimu ke orang terdekat
Stres yang kamu rasakan akan semakin parah apabila kamu tidak memiliki outlet untuk mencurahkan apa yang sedang kamu alami. Terkadang cara terbaik untuk meredakan work fatigue adalah untuk mengeluarkan semua uneg-uneg kepada orang terdekat. Ceritakan kondisi seperti apa yang memicu work fatigue dan gejala-gejala apa saja yang muncul. Jangan sampai stres ini dipendam sendirian.

Istirahat yang cukup
Meski pekerjaanmu menyita waktu, sebisa mungkin usahakan hal ini tidak mengganggu jadwal tidurmu. Hindari scrolling media sosial sebelum tidur agar kamu tidak membuang tenaga untuk yang lain-lain dan bisa segera beristirahat. Selain tidur yang cukup, beristirahatlah di sela-sela pekerjaan. Sebab bekerja tanpa henti bukanlah kebiasaan yang sehat. Kalau kamu takut pekerjaannya belum bisa diselesaikan, sampaikan kepada atasan bahwa kamu butuh waktu lebih untuk menyelesaikannya.

Resign
Resign atau berhenti bekerja adalah pilihan terakhir untuk mengatasi work fatigue apabila cara-cara di atas belum berhasil. Idealnya, kalau tempat kerjamu menyadari kebutuhanmu, maka akan ada perubahan dalam lingkungan kerja. Tetapi kalau kamu tetap merasa tidak nyaman dan fatigue-nya tidak teratasi, maka mungkin sudah waktunya kamu mencari tempat kerja lain.

Patut diingat, work fatigue adalah kondisi stres yang bisa mempengaruhi kehidupan sehari-harimu. Untuk mengetahui apakah kamu sudah mengalaminya, kamu bisa mengambil test singkat di sini. Tapi, apabila kamu merasa kondisinya sudah parah, segera temui psikolog untuk berkonsultasi.

[Gambas:Audio CXO]

(ANL/DIR)