The Founder5 II: Unfinished Business sukses menutup akhir tahun dengan gelegar tawa di seluruh Istora Senayan pada Minggu (14/12). Acara ini juga sebagai penutup perjalanan The Founder5 dalam formasi lengkap lewat suguhan Stand-Up Comedy, Improve Comedy, dan ditutup oleh Sketch Comedy.
Grup founder komika yang diinisiasikan oleh Ernest Prakasa ini seperti diketahui telah menyatukan jagoan-jagoan komika negeri ini, seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ryan Adriandhy, hingga Isman HS. Ini dibuktikan dengan antusiasme penonton yang terbukti tiket yang terjual habis.
Sebelumnya The Founder telah suskes menggelar acara pertamanya di Sentul International Conventional Centre pada tahun lalu. Namun karena dirasa belum tuntas, The Founder pun hadir dengan sajian komedi yang beragam untuk menghadirkan materi komedi yang lebih segar dan berani. Dipandu duo Podcaster 'Pachinko', Barry Williem dan Erwin Wu, semakin menghangatkan suasana.
Adapun Hifdzi Khoir, Mister Aloy hingga Ummi Quary, tidak ketinggalan Adi Arkiang sukses melengkapi kelucuan quartet fouder Stand-up Comedy Indonesia. Penasaran seperti apa rangkaian acaranya? Simak rangkuman berikut ini.
Awal Manis Stand-Up dan Materi Komika Penyintas Kanker
Tak afdol rasanya pertunjukan komika bila tak ada Stand-Up Comedy di dalamnya. Ali Akbar pun dengan piawai membawakan materi dari background Ternate, memaknai keberagaman yang ada di Indonesia, Isman HS, Pandji Pragiwaksono, dan ditutup oleh Dany Beler dengan gaya khas-nya.
Dilengkapi oleh penampilan spesial dari komika penyintas kanker, Harry Hartanto dan Rafli Arrasyid, mereka bercerita tentang pengalaman tidak mengenakan menjadi seorang pengidap kanker. Mereka tanpa ragu mengungkapkan kegigihan mereka melewati masa sulit tersebut menjadi jadi sebuah komedi yang hangat.
Ini membuktikan bahwa untuk 'melucu' kita bisa merubah sebuah tragedi jadi sebuah komedi. Sajian yang lebih berani ini bukan hanya sebuah trik marketing belaka. Sebuah satire bahkan beberapa kali diungkap, Pandji Pragiwaksono, salah satu Founder yang memang paling bersuara soal ini, materi yang dibawakan saat Stand-Up juga jadi buktinya.
Improve Komedi: Kala Spontanitas Libatkan Penonton
Melalui segmen ini, di mana situasi sehari-hari diubah menjadi komedi. Suasana yang lebih dinamis, menyenangkan, dan berbeda dari suguhan sebelumnya. Dengan gaya improve komedi para Founders, mereka memainkan tiga game unik, dimulai dengan Game Wayang Robot, dibantu oleh 2 penonton yang secara acak dipilih untuk mendukung komedi spontan Radit dan Ernest.
Selain itu pada game Sound Effect, Pandji dan Ryan dibantu pula oleh 2 penonton, mengembangkan komedi yang berlatar di suatu bandara, dan susunan kalimat yang dijadikan lagu oleh Radit dan Pandji. Gelak tawa tak terhindarkan, setiap penonton yang hadir di Istora pada malam itu atau yang menonton melalui platform online jadi saksinya.
Seakan menjawab tantangan bahwa berkomedi itu suatu hal yang dinilai diatas kertas, spontanitas yang dihadirkan para Founders membuktikan jam terbang mereka di industri ini. Kolaborasi yang dilakukan dan melibatkan penonton juga jadi hal yang perlu diacungi jempol.
Capai Klimaks dengan Sketch Comedy, Komika Beradu Peran
Melibatkan banyak komika hebat, dalam melanjutkan cerita sebelumnya saat The Founder5 yang berperan sebagai arwah yang turun ke bumi untuk membantu permasalahan yang ada di negeri, Radit dan Ryan yang berpenampilan bak malaikat serta Pandji dan Koh Ernest dengan penampilan serba merahnya sebagai perwakilan dari neraka.
Sketsa komedi diperagakan dengan apik oleh para Founders, dengan cerita sekumpulan Mahasiswa yang berdemonstrasi, menyuarakan ketidakadilan dengan Mister Aloy sebagai pemimpin aksi demo, para arwah secara bergantian memberikan hasutan untuk Aloy.
Adegan yang menampilkan Aloy yang ditangkap oleh aparat sebab bentrokan yang tak terhindarkan, celetukan yang ada juga melengkapi komedi sketsa ini. Sampai kemunculan Ummi di tengah segmen yang mewarnai cerita sekaligus jadi penengah untuk kisah Aloy yang ditangkap oleh aparat, presiden yang diperankan oleh Adi Arkiang dengan suara khasnya.
Satu yang menyita perhatian saat penampilan kocak Hifdzi Khoir sebagai 'dalang' yang membacakan cerita, bernyanyi hingga menyambut antusias penonton yang semakin larut makin terhanyut oleh cerita yang dihadirkan para Founders, terutama dengan Guest Star yang meramaikan acara.
Walhasil, bentrokan tiada henti itu akhirnya menemukan titik akhir, saat dikisahkan presiden mengundurkan diri. Aparat dan mahasiswa yang terlibat bentrokan pun berdamai, kisah komedi yang dikemas dengan bahasa yang satire, pesan yang tersampaikan diharap mampu menjadi jawaban atas dahaga masyarakat terhadap ketidakadilan yang seringkali terjadi akhir-akhir ini.
Bukti bahwa lewat komedi, kita bisa menjadi satu untuk melakukan hal-hal positif dan sementara mengesampingkan hal buruk. Pada sesi break, atau perpindahan segmen pun terdapat kode QR untuk penonton bisa ikut serta meringankan beban bagi korban terdampak di Sumatera dan Aceh.
Penulis/Reporter: Muhammad Ridho Fachrezi
Editor: Dian Rosalina