Interest | Art & Culture

"Politrik", Taktik Mutakhir .Feast Sebelum 'Membangun dan Menghancurkan'

Selasa, 11 Jun 2024 16:33 WIB
“Politrik” Sebagai Karya Terbaru .Feast/Foto: .Feast
Jakarta -

.Feast semakin siap merilis album penuh ketiga, Membangun & Menghancurkan. Menyusul single "Konsekuens" yang dilepas lebih dulu pada Mei lalu, kini giliran nomor anyar berjudul "Politirik" yang diperkenalkan kepada publik.

"Politrik" Sebagai Karya Terbaru .Feast

"Politrik" hadir bak peluru pamungkas dari .Feast menjelang album penuh Membangun & Menghancurkan yang akan dirilis Agustus mendatang. Sebab pada beberapa bagian, lagu ini memiliki pancaran yang lebih berwarna dari sederet karya terdahulu, namun masih memuat ciri dan identitas mereka yang khas.

Seperti judulnya, lagu ini memang membahas intrik-intrik seputar isu sosio-politik. Sebuah talian isu yang rutin dimuat .Feast ke dalam diskografi mereka selama ini. Tak heran apabila .Feast yang kini diperkuat Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha (gitar), Dicky Renanda (gitar) dan Fadli Fikriawan (bas) menyebut lagu baru ini sebagai sakramen pengakuan dosa, sementara album Membangun & Menghancurkan sebagai album .Feast yang paling bernuansa personal.

Hal ini juga dapat diintip dari lirik "Politrik" yang ditulis oleh Baskara. Di mana pertanyaan mendasar mengenai: apakah pemilihan isu sosial-politik di dalam lagu-lagu .Feast merupakan taktik berdagang? Atau memang berasal dari kepedulian? Yang cukup tergambar dari kalimat "Aku pernah di situ, kawan/Muak hanya dianggap jualan/Menjalankannya jadi beban/Sulit imbangi perkataan."

Di lain sisi, "Politrik" yang resmi diperkenalkan ke seluruh platform pemutar musik digital per 7 Juni lalu juga diproduseri oleh Pandu Fathoni (gitaris Morfem), sebagaimana lagus "Konsekuens". Selain telah merilis video lirik, video musik "Politrik" yang diproduseri oleh Fluxcup juga akan segera tayang di kanal resmi YouTube milik .Feast.

[Gambas:Youtube]

(cxo/tim)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS