Interest | Art & Culture

Peluncuran Serial Netflix "Gadis Kretek" dan Segelintir Cerita di Balik Layar

Kamis, 02 Nov 2023 18:07 WIB
Peluncuran Serial Netflix
Foto: Dinar Pamugari - CXO Media
Jakarta -

Serial terbaru Netflix dengan judul Gadis Kretek yang tayang pada tanggal 2 November 2023 menggelar konferensi pers untuk merayakan perilisannya pada hari Rabu, 1 November 2023 di Hotel Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat. Dihadiri oleh sederet kreator dan pemeran yang terlibat di dalamnya, termasuk Rusli Eddy selaku content lead Netflix Indonesia, Shanty Harmayn sebagai produser, Kamila Andini dan Ifa Isfansyah sebagai Sutradara, serta para pemain utama seperti Arya Saloka, Putri Marino, Ario Bayu, hingga Dian Sastrowardoyo.

Berdasarkan novel populer Gadis Kretek yang terbit pada tahun 2012 karya Ratih Kumala, serial ini menghadirkan jalinan cerita yang saling bertaut antara dua masa. Shanty Harmayn mengaku bahwa novel ini pertama kali diperkenalkan padanya oleh Ifa Isfansyah yang merupakan sutradara untuk serial Gadis Kretek pada tahun 2014 silam.

Ia juga mengatakan bahwa Gadis Kretek yang memiliki cerita cinta, drama keluarga yang pelik, hingga industri kretek yang luar biasa membuatnya tertarik untuk menggarapnya ke layar kaca. Alih-alih menjadikannya sebuah film yang berdurasi singkat, Gadis Kretek dengan kompleksitas cerita yang terdapat di dalamnya akan lebih memuaskan apabila dijadikan serial.

Kamila Andini yang merupakan Sutradari dari serial Gadis Kretek ini juga mengatakan bahwa ia sangat terpukau dengan karakter Jeng Yah dengan semangatnya dalam menjalani berbagai lika-liku perjalanan hidupnya. “Saya ingin sosok perempuan seperti itu bisa melekat kepada kita, perempuan di zaman ini, untuk bisa mengingat ada semangat di masa lalu yang harus kita teruskan,” ungkap Kamila Andini. 

Tokoh Dasiyah atau Jeng Yah (Dian Sastrowardoyo) digambarkan teguh dan berani menentang tradisi di tahun 1960-an demi mewujudkan impian dan cinta bersama Soeraja (Ario Bayu). Pada konferensi persnya, Dian Sastrowardoyo menggambarkan karakter Jeng Yah sebagai perempuan yang ingin memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam industri kretek. Dengan pikiran yang sangat progresif, Jeng Yah sangat ingin mendapatkan kesempatan untuk membuat saus dalam proses pembuatan kretek. 

Sebagai cara pendekatan karakter untuk mendalami sosok Jeng Yah, Dian Sastrowardoyo mengaku bahwa ia berhenti bertemu dengan teman-temannya selama 6 bulan lamanya, hingga tidak melakukan olahraga yang disukai, serta berhenti mendengarkan musik modern. Untuk mengenal dan mendalami karakter Jeng Yah, Dian Sastrowardoyo diharuskan menjadi orang yang antisosial.

“Saya juga berhenti mendengar musik modern dan hanya mendengarkan gamelan dan musik klasik. Di sini saya jadi belajar banget bahwa sebagai aktor, we serve the character. Kami harus ikhlas dan pasrah menyerahkan diri ke dalam karakter,” terangnya.

Sementara itu, Ario Bayu menjelaskan proses membangun chemistry terkait perannya sebagai Soeraja yang jatuh cinta pada Dasiyah.

“Dian adalah orang yang sangat mendetail. Dia membuat jurnal yang komprehensif tentang perjalanan Dasiyah dan itu saya perhatikan. Dia betul-betul ingin mendalami ini dengan sangat serius. Kemudian Dian sebagaimana karakter pribadinya, she is amazing. Sangat mudah bagi saya untuk memainkan Soeraja yang jatuh hati pada Dasiyah. Setiap hari saya cukup melihat Dian dan menimbang-nimbang ingin jatuh cinta pada sisi dia yang mana,” ujarnya.

Serial Gadis Kretek dapat kamu saksikan langsung mulai hari Kamis, tanggal 2 November 2023 hanya di Netflix.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/alm)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS