Interest | Art & Culture

Review The Devil on Trial: Benarkah Iblis yang Mendalangi Kasus Pembunuhan?

Jumat, 20 Oct 2023 17:41 WIB
Review The Devil on Trial: Benarkah Iblis yang Mendalangi Kasus Pembunuhan?
Foto: Istimewa
Jakarta -

Belum lama ini, Netflix baru saja meluncurkan film dokumenter dengan genre horor yang berjudul The Devil on Trial. Dokumenter ini mengulas cerita tentang kasus pembunuhan di Amerika Serikat yang melibatkan tragedi spiritual, di mana tersangka dikatakan mengalami kesurupan ketika melakukan pembunuhan tersebut.

Pada saat itu, hakim menganggap pembelaan tersebut dianggap sebagai keterangan yang tidak sah. Hingga saat ini persidangan yang dilaksanakan di Brookfield pada tahun 1981 dikenal sebagai kasus "Devil Made Me Do It" dan kasus ini juga berhasil menarik perhatian seluruh negara, terutama pada Arne Cheyenne Johnson yang membantah telah membunuh bos kekasihnya, Alan Bono, dengan alasan kerasukan iblis.

Review The Devil on Trial

Kasus yang sangat ramai diperbincangkan dan disorot oleh media pada masanya itu kini semakin mendunia setelah lahirnya film layar lebar The Conjuring: The Devil Made Me Do It yang dirilis pada tahun 2021 lalu. Inti cerita dari awal mula hadirnya entitas gelap yang merasuki David-adik ipar Arne-hingga akhirnya Arne menantang sosok iblis tersebut untuk merasuki dirinya sebagai pengganti dari tubuh David.

Film dokumenter The Devil on Trial menyisipkan beberapa rekaman suara dan foto-foto yang diambil pada saat David yang berusia 11 tahun pada saat itu sedang dirasuki iblis, hingga wawancara langsung bersama Arne, David Glatzel serta saudara-saudaranya; Alan dan Carl Glatzel.

Film ini menyajikan kisah yang kredibel tentang kejadian yang meresahkan, yang melibatkan dugaan kerasukan seorang anak laki-laki dan pengusiran setan yang dilakukan di bawah bimbingan Ed dan Lorraine Warren yang mengaku sebagai pemburu hantu dan ahli demonologi.

Disutradarai oleh Chris Holt, film dokumenter yang berdurasi lebih dari satu jam ini mengajak penonton untuk membangun perspektif tersendiri terkait kasus ini dengan menyajikan perbedaan pendapat dari pihak-pihak terkait. Mulai dari David dan Arne yang mengaku bahwa hal ini memang benar-benar terjadi dan sangat sulit bagi keduanya untuk menjelaskan apa yang terjadi saat mereka mengalami kerasukan iblis hingga testimoni dari Carl Glatzel yang tidak pernah mempercayai hal-hal tersebut hingga saat ini meskipun sudah melihat kejadiannya secara langsung.

Kejanggalan Kasus

Menurut Carl Glatzel, sangat aneh bagi Ed dan Lorraine Warren untuk memberikan penjelasan mengenai seseorang yang kerasukan iblis di depan orang yang diduga mengalaminya. Hal ini dikarenakan bisa saja David yang pada saat itu diduga kerasukan iblis, mereka ulang apa yang telah dijelaskan oleh pasangan pemburu hantu tersebut.

Tidak hanya itu, Carl juga mengatakan bahwa ia pernah menemukan buku harian ibunya yang berisikan pengakuan bahwa ia seringkali memasukkan obat tidur Sominex di dalam masakan yang ia buat untuk keluarganya. Obat tersebut diduga dapat mengakibatkan mood swings, kenaikan berat badan, hingga halusinasi yang diduga menjadi pemicu apa yang dialami oleh saudaranya, David.

Berdasarkan testimoni yang dikerahkan oleh Carl, Arne Cheyenne Johnson yang merupakan tersangka atas pembunuhan Alan Bono memang memiliki perseteruan tersendiri dengan Alan karena pasalnya, Alan Bono yang merupakan bos dari Debbie Glatzel-kekasih Arne pada saat itu-memang sempat memiliki hubungan spesial dengan Debbie sebelum bertemu dengan Arne. Bahkan berdasarkan saksi yang ada, pada saat itu Arne dan Alan memang sedang meminum wine bersama-sama hingga akhirnya situasi menjadi tidak kondusif.

Pada bagian akhir, ia juga mengatakan bahwa Ed dan Lorraine Warren menulis buku yang mengadaptasi cerita tragedi mengerikan yang dialami oleh keluarganya. Ia pun sempat mendengar bahwa pasangan tersebut meminta penulis untuk membumbui ceritanya dengan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi untuk menambahkan kesan mistis yang lebih mendalam. Bahkan, keuntungan dari penjualan buku tersebut menghasilkan sebanyak $81,000 USD, sedangkan keluarga Gratzel hanya mendapatkan sebanyak $4,500 USD.

Tidak sampai di situ saja, kejanggalan juga semakin banyak dirasakan oleh Carl setelah ia menyadari bahwa sang ibu menjadi sosok yang sering disorot oleh media hingga diundang ke berbagai acara televisi. Carl mengatakan bahwa ibunya tercengang akan banyaknya media yang menyorotnya dan ia pun mengaku sangat senang hal tersebut terjadi padanya.

Jika sebelumnya kasus ini sangat diminati-terlebih lagi setelah rilisnya trilogi The Conjuring-karena adanya persilangan antara tragedi spiritual dengan aksi kriminal di dunia nyata, setelah menyaksikan film dokumenter ini, maka akan banyak hal-hal baru yang belum diketahui sebelumnya mengenai keanehan dan kejanggalan yang terdapat di dalamnya.

[Gambas:Audio CXO]

(DIP/DIR)

NEW RELEASE
CXO SPECIALS