Interest | Art & Culture

Review The Glory: Balas Dendam yang Berjalan Pelan, Menyakitkan, dan Memuaskan

Rabu, 15 Mar 2023 14:34 WIB
Review The Glory: Balas Dendam yang Berjalan Pelan, Menyakitkan, dan Memuaskan
Foto: Netflix
Jakarta -

Popularitas The Glory tak hanya didapat karena dipenuhi aktor tersohor seperti Song Hye-kyo atau Lee Do-hyun semata. Drama Korea ini mengangkat kisah tragis dari aksi bullying yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta upaya balas dendam yang sulit untuk tidak digandrungi banyak penonton.

The Glory menyorot kisah Moon Dong-eun, seorang wanita yang harus menanggung trauma masa lalu yang kelam. Menjadi korban kekerasan sekolah sewaktu dirinya masih remaja mengharuskan Moon Dong-eun untuk kehilangan segalanya; keluarga, teman, mimpinya, termasuk jati dirinya. Selama 18 tahun, Dong-eun merencanakan upaya balas dendam kepada 5 perundung yang telah meninggalkan luka fisik dan mental yang mendalam, serta orang-orang lain yang ikut terlibat.

Review The Glory: Balas Dendam yang Berjalan Pelan, Menyakitkan, dan MemuaskanThe Glory/ Foto: Netflix

Review The Glory

Sedari awal, penonton pasti akan berempati dengan sosok Dong-eun yang terus menjadi punching bag grup perundung berisikan anak-anak orang kaya dan berpengaruh yang tidak bermanusiawi. Bagaimana tidak, dirinya mengalami kekerasan sekolah yang ekstrem, mulai dari pemukulan, pelecehan seksual, hingga luka bakar akibat alat catok atau setrika yang ditempelkan ke seluruh badan yang membekas hingga ia dewasa. Saat ia meminta bantuan pun, tak seorang menghiraukannya entah itu temannya, guru, hingga pihak kepolisian. Dong-eun harus menggendong trauma psikologis yang sangat berat, sementara 'teman-temannya' melanjutkan hidup tanpa beban.

Review The Glory: Balas Dendam yang Berjalan Pelan, Menyakitkan, dan MemuaskanThe Glory/ Foto: Netflix

Berangkat dari The Glory, kasus perundungan di Korea Selatan menjadi sorotan utama setelah drama ini tayang. Banyak korban yang akhirnya buka suara dan mengungkapkan bahwa kekerasan yang mereka alami jauh lebih keji dari yang ditayangkan.

Faktanya, terdapat beberapa sisi cerita dari The Glory yang serupa dengan kasus bullying mengerikan yang terjadi di Korea Selatan. Melansir wawancara MBC Radio dengan seorang inspektur sekolah, Choi Woo Sung, ada satu kasus bullying di tahun 2006 dimana pelakunya menempelkan alat catok ke badan korban, memukulnya dengan tongkat baseball, juga menggores dadanya dengan penjepit jemuran. Insiden ini berlangsung terus menerus selama 20 hari hingga sang korban mengalami luka bakar parah dan tulang ekor menonjol. Cedera ini mengharuskannya menjalani rawat inap selama 5 hingga 6 minggu.

Review The Glory: Balas Dendam yang Berjalan Pelan, Menyakitkan, dan MemuaskanThe Glory/ Foto: Netflix

Sang sutradara, Kim Eun Sook sebelumnya telah melakukan penelitian secara ekstensif mengenai isu bullying di sekolah dengan berbicara kepada banyak korban. Mereka mengungkapkan bahwa sebenarnya yang mereka inginkan merupakan permintaan maaf yang tulus dari para pelaku, karena dari situlah mereka bisa kembali mendapatkan jati diri yang hilang.

Namun, hal ini absen dari aftermath The Glory sendiri. Malah, Dong-eun tak pantang mundur dalam melanggengkan aksi balas dendam yang telah ia rangkai selama 18 tahun secara cerdas. Mungkin hal ini yang juga membuat The Glory menjadi salah satu drama Korea terbaik yang pernah saya tonton, karena eksekusi dari pembalasan dendam Dong-eun dilakukan tanpa mengotorkan tangannya melainkan menyisipkan permainan psikologis untuk mendorong pelaku jatuh tepat ke jebakannya. Selalu selangkah lebih maju, Dong-eun layak disebut sebagai sang master dalam sebuah pertunjukan boneka.

Review The Glory: Balas Dendam yang Berjalan Pelan, Menyakitkan, dan MemuaskanThe Glory/ Foto: Netflix

Meski tema utama The Glory adalah balas dendam, namun drama ini juga tetap memiliki unsur komedi dan percintaan yang tidak overshadowing jantung cerita, alias disisipkan dalam jumlah yang sesuai. Meskipun berlandaskan 'bisnis', hubungan Dong-eun dengan kaki tangannya Kang Hyun-nam ataupun dengan sang dokter juga love interest-nya Joo Yeo-jeong, menjadi pemanis dalam lika-liku perjalanan Dong-eun melakukan aksinya. Bahkan, bisa dibilang bahwa semua karakter pendukung memiliki side story yang dikemas dengan kadar yang tepat, tak kurang dan tak lebih.

Secara keseluruhan, The Glory menang dalam menyuguhkan plot yang dirangkai dengan sangat padat dan utuh yang membuat aksi balas dendam Dong-eun terasa sangat memuaskan. Balas dendam yang terasa pelan biasanya lebih menyakitkan, dan The Glory sukses dalam menyajikan hal tersebut.

The Glory hadir di Netflix.

[Gambas:Audio CXO]

(HAI/tim)

Author

Hani Indita

NEW RELEASE
CXO SPECIALS