Interest | Art & Culture

Ledakan Musik Nostalgia di Everblast Festival 2023!

Senin, 06 Mar 2023 15:36 WIB
Ledakan Musik Nostalgia di Everblast Festival 2023!
Foto: Timotius Manggala
Jakarta -

Everblast Festival 2023 yang sengaja dibentuk sebagai festival musik dengan nuansa nostalgia tahun 2000an terbukti sukses menarik perhatian khalayak, bahkan dari beberapa generasi sekaligus. Diadakan pada 4-5 Maret 2023 di Gambir Expo, Jakarta, salah satu keunggulan Everblast Festival terlihat dari bagaimana mereka berhasil mengundang beberapa band internasional yang menguasai tahun 2000an, sebut saja Simple Plan, Hoobastank, The Rasmus, The Red Jumpsuit Apparatus, Secondhand Serenade, hingga MYMP.

Namun tidak hanya mengandalkan band internasional saja, festival yang diadakan oleh Akselerasi Entertainment juga mengundang nama besar dalam industri musik tanah air, dari Padi Reborn, The Changcuters, hingga Cokelat yang sudah comeback dengan formasi original. Bagaimana keseruan weekend pada minggu pertama bulan Maret bersama Everblast Festival?

Hari Ke-1 Everblast Festival 2023

Hujan yang terus menghantui kota Jakarta dan sekitarnya tidak mampu meredam antusiasme penonton untuk datang ke hari pertama dari Everblast Festival 2023. Fakta ini terlihat dari antrian penukaran tiket yang semakin ramai untuk segera menyaksikan band-band yang ingin penonton saksikan. Apalagi pada hari ini pertama, The Changcuters, Seurieus x Candil, Garasi, Tika Tiwi (T2), Naff, Rocket Rockers, Vagetoz, Fade2Black, Closehead, The Banery, Kobe, Sind3ntosca, Hollywood Nobody, dan Geng Juara Kelas (DTBTNS S1) with special guest sudah menyiapkan repertoar terbaik mereka. Ditambah lagi performer band internasional dari Simple Plan, The Rasmus, dan MYMP yang sudah pasti paling ditunggu-tunggu.

Naff langsung menghajar Everblast Stage dengan efek nostalgia kuat lewat lagu "Kau Masih Kekasihku" dan "Akhirnya Ku Menemukanmu". Berpindah ke Untitled Stage, MYMP dari Filipina juga menghadirkan keseruan yang cukup membuat hati lebih adem di tengah Kemayoran menuju petang. Memasuki malam hari, Fade 2 Black tetap memiliki daya magis tersendiri dengan membawakan lagu-lagu yang diakui mereka sendiri sangat ramai pada saat zaman warnet masih merajalela di Supermusic Stage. Dari "Bunga" hingga "Ya Sudahlah", seluruh penonton tidak ragu untuk sing along dengan Fade 2 Black.

Selanjutnya, The Rasmus tampil untuk pertama kali di Indonesia yang diakui sang vokalis Lauri Ylönen sudah sangat mereka tunggu selama 20 tahun lebih. Euforia yang sudah mereka bangun sejak awal berhasil ditutup dengan manis lewat "In The Shadows" yang sempat meramaikan tangga lagu di radio dan channel musik internasional di TV.

Dari semua performer pada hari pertama, sudah jelas Simple Plan menjadi jagoannya. Bermain di panggung yang sama dengan The Rasmus, Pierre Bouvier memimpin rekan-rekannya untuk menciptakan paduan suara dari para penonton lewat lagu "Shut Up", "Welcome to My Life", dan "Jet Lag" yang sangat terkenal di Indonesia pada masanya. Kalimat seperti "aku cinta Jakarta" dan "terima kasih" terus mereka ucapkan sebagai bentuk apresiasi atas semangat yang dihadirkan para penonton.

Uniknya, Simple Plan juga menyisipkan medley di tengah setlist dengan menyanyikan lagu "All Star" dari Smash Mouth, "Sk8er Boi" dari Avril Lavigne", "Mr. Brightside" dari The Killers, dan "What's New Scooby-Doo" yang memang mereka pernah rilis pada tahun 2021. Riuh rendah penonton mengagumi betapa solidnya penampilan mereka memang menjadi suatu pujian yang pantas. Bayangkan saja, album Still Not Getting Any... yang dirilis pada tahun 2004 menjadi awal dari betapa besarnya nama Simple Plan di tanah air. Hal ini pun juga diakui oleh Bouvier yang mengucapkan terima kasih karena apresiasi kepada bandnya sudah diberikan sejak hampir 20 tahun silam. Sebagai rangkaian terakhir, "I'm Just a Kid" dibawakan Simple Plan dengan penuh semangat hingga membuat drummer Chuck Comeau berganti posisi dengan Pierre hanya demi crowd surfing yang disambut para penonton di barisan depan. "Perfect" dipilih Simple Plan sebagai lagu penutup yang melengkapi malam itu menjadi sempurna bagi siapapun yang hadir di Everblast Festival 2023.

Hari Ke-2 Everblast Festival 2023

Langit jauh lebih cerah ketika hari kedua Everblast Festival 2023 dimulai. Daftar band yang tampil pada hari Minggu tersebut memang jauh lebih padat. Hoobastank, The Red Jumpsuit Apparatus, Secondhand Serenade, Cokelat, Padi Reborn, Vierratale, Letto, J-Rocks, Kotak, Alexa, Pee Wee Gaskins, The Rain, The Upstairs, Saint Loco, Kuburan, Alone At Last, Monkey 2 Millionaire, dan Mad Elephant with special guest sudah siap menunjukkan lagu-lagu terbaik mereka.

Menyaksikan Saint Loco beneran membawa efek nostalgia yang kuat, mengingat mereka tetap konsisten memainkan genre hip metal yang besar pada awal dekade 2000an. Nomor-nomor seperti "Kedamaian", "Terapi Energi", hingga cover lagu "Bento" menunjukkan bagaimana kualitas mereka tetap terjaga walaupun perjalanan band ini cukup banyak mengalami lika-liku.

Kangen dengan Alexa? Mereka tampil di Untitled Stage di mana Aqi sebagai vokalis merangkap menjadi gitaris dengan menyanyikan lagu hits seperti "Jangan Kau Lepas" dan "Jangan Pernah Pergi" yang berhasil mengundang nyanyian dari para penonton. Matahari yang semakin terik juga tidak mengendorkan The Rain untuk menutup set mereka pada hari kedua dengan "Terlatih Patah Hati" yang harus diakui menjadi lagu mereka yang paling terkenal.

J-Rocks tampil di Everblast Stage dengan membawa beberapa lagu dari album pertama mereka, sebut saja "Lepaskan Diriku" dan "Ceria" yang memang menjadi heavy rotation pada masanya. Aksi Iman sebagai vokalis sekaligus gitaris membuktikan bagaimana J-Rocks tetap berdiri kokoh dengan konsistensi vibe ala Jepang yang kuat di atas panggung.

Setelah matahari tenggelam, Secondhand Serenade menjadi performer internasional yang tampil pertama pada hari kedua. Konsep akustik yang ditunjukkan John Vesely membawa nuansa sendu saat senja berakhir, apalagi ia juga menyanyikan "Fix You" dari Coldplay" sebelum akhirnya ditutup "Fall for You" yang juga sempat menjadi lagu galau nomor satu untuk beberapa generasi.

Kemudian The Red Jumpsuit Apparatus membuat malam menjadi lebih panas dengan distorsi gitar dan gebukan drum yang lebih tebal. Sama seperti performer lainnya, mereka juga membawakan lagu dari band lain, kali ini "All the Small Things" dari Blink-182 yang diakui vokalis Ronnie Winter baru pertama kali mereka mainkan di depan banyak penonton. "Guardian Angel" dan "Face Down" yang memang terkenal di Indonesia menjadi nomor andalan sebelum sang gitaris Randy Winter melakukan crowd surfing untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton yang hadir pada malam yang cerah.

Hoobastank akhirnya menjadi klimaks dari Everblast Festival 2023 dengan total 14 lagu yang dibawakan, seperti "Running Away", "My Turn", "Out of Control, "Crawling in the Dark", dan tentunya "The Reason" yang sudah sangat ditunggu sejak awal oleh para penonton. Kemampuan mereka untuk membuat para penonton lebih bersemangat patut diacungi jempol. Kehadiran Hoobastank memang menjadi puncak dari festival musik ini dan ternyata tidak mengecewakan sama sekali. Melihat apa yang berhasil dicapai oleh Everblast Festival 2023, maka kita hanya perlu duduk manis menunggu persembahkan mereka pada tahun depan.

[Gambas:Audio CXO]

(tim/alm)

Author

Timotius P

NEW RELEASE
CXO SPECIALS