Interest | Art & Culture

Staff's Pick: Film Animasi Terbaik

Minggu, 24 Jul 2022 14:00 WIB
Staff's Pick: Film Animasi Terbaik
Jakarta -

Banyak orang sering kali memiliki persepsi bahwa film animasi umumnya merupakan tontonan yang dikhususkan untuk anak-anak. Hal ini tertanam karena anak kecil lebih gemar menonton film kartun yang tidak memiliki plot yang solid, mudah ditebak, terkadang tidak masuk akal, imajinatif dan diluar nalar. Sehingga, tidak sedikit orang dewasa yang sering meremehkan film animasi sehingga mereka pun enggan untuk menontonnya.

Padahal, tidak semua film animasi diperuntukkan untuk anak-anak. Meski film animasi dibuat untuk dinikmati oleh semua umur, bukan berarti anak-anak dapat menangkap pesan tersembunyi yang ingin disampaikan. Seperti misalnya Spirited Away karya Studio Ghibli yang menyisipkan beragam metafora tersirat. Sehingga, banyak produser yang menggunakan metode storytelling ini untuk menyampaikan pesan yang mungkin sulit diungkapkan dengan live action.

You can be an adult and have animated film as your comfort movie—no big deal! Maka dari itu, berikut adalah film animasi terbaik versi tim editorial CXO Media.

CocoCoco/ Foto: IMP Awards

Natasya Aulia, Social Media
Coco (2017)
Waktu pertama kali nonton Coco di bioskop benar-benar nggak ada ekspektasi sama sekali. Nggak tahu filmnya tentang apa, nggak pernah lihat trailer-nya, bahkan nggak pernah lihat posternya. Cuma tahu kalau ini film animasi dari Disney aja. Tapi pas ceritanya mulai, ternyata sebagus itu, benar-benar ngerasa terhibur sama semua scene-nya. Ketawa, kaget, sampai nangis-nangis di akhir film. Dan lagu-lagu yang ada juga ngebantu jalan cerita dan bikin filmnya lebih hidup. Nggak ada moment bosen sama sekali!

TangledTangled/ Foto: IMP Awards

Hani, Writer
Tangled (2010)
Dari sekian banyak opsi yang sempat terlintas di pikiran saat memilih film animasi terbaik, Tangled menjadi pilihan gue karena first impression yang sampai sekarang masih lasting di gue. FYI, gue nggak pernah suka cerita Rapunzel dibanding cerita fiksi putri-putri kerajaan lainnya. Tapi Disney, melalui Tangled, berhasil menyihir gue dengan segala hal di dalamnya, mulai dari grafis, lagu, karakter, hingga modifikasi jalan cerita yang beda dari cerita Rapunzel sebenarnya. Terlebih lagi, scene favorit "I See The Light" nggak pernah gagal untuk bikin semua hal terasa magical dan bikin gue nggak akan pernah bosen untuk rewatch film satu ini.

The Lion KingThe Lion King/ Foto: IMP Awards

Dian, Editor
The Lion King (1994)
The Lion King adalah salah satu film animasi yang cukup berkesan dalam masa kecil saya. Tokoh Simba, anak singa yang harus tumbuh berjuang untuk melindungi kawanannya tanpa sang ayah yang dibunuh oleh pamannya sendiri, membuat saya terenyuh dengan karakternya. Mungkin dari segi grafis, film ini masih kalah jauh dengan film animasi-animasi lainnya, namun dari segi jalan cerita, The Lion King tidak kalah dengan film animasi lainnya. Bahkan film ini telah di-remake berkali-kali dan dibuat live action-nya. Ini membuktikan bahwa film ini memiliki sisi yang mampu merangkul seluruh kalangan umur.

Isle of DogsIsle of Dogs/ Foto: IMP Awards

Handoko, Editor
Isle of Dogs (2018)
Film animasi stop motion selalu memiliki tempat yang spesial di hati saya. Tak cuma larut dengan kisah dan komposisi visualnya, tak jarang saya merasa kagum dan penasaran dengan proses produksinya. Tentu saja, tak lama setelah itu saya langsung mencari tahu behind the scenes proses pembuatan film ini. Semuanya dibuat dan digerakkan dengan tangan membuat film ini menjadi lebih spesial karena begitu banyaknya detail kecil dan kesempurnaan yang diperhatikan.

How To Train Your DragonHow To Train Your Dragon/ Foto: IMP Awards

Tasya, Writer
How to Train Your Dragon (2010)
"Why kill a dragon, when you can befriend them?" How to Train Your Dragon menempati peringkat teratas dalam daftar film animasi favorit saya sepanjang masa. Karakter Hiccup dan Toothless berhasil membuat film ini menjadi sajian penuh kehangatan yang membuat siapapun tersenyum dan tertawa ketika menontonnya. Film ini mengajarkan nilai-nilai persahabatan dan makna dari sebuah keluarga. Tapi yang terpenting, karakter Hiccup mengajarkan kita semua bahwa kekuatan tak hanya datang dari superioritas dan dominasi, tapi juga dari kepedulian dan kasih sayang.

ShrekShrek/ Foto: IMP Awards

Rolland, Sound Editor
Shrek (2001)
Menurut saya Shrek pada saat itu merupakan salah satu film animasi yang dapat melawan dominasi Pixar di industri film animasi. Voice acting dari Mike Myers dan Eddie Murphy yang memukau, kualitas animasi (yang pada saat itu) di atas rata-rata, dan humor yang lebih dewasa dibanding film-film animasi terdahulu, membuat saya terhibur setiap menonton Shrek bahkan hingga saat ini. Pengaruh kultural dari Shrek juga tidak dapat diragukan lagi, sudah ratusan meme template yang dibuat berdasarkan film besutan DreamWorks ini. Tidak heran jika Badan Preservasi Film Nasional Amerika Serikat memilih film ini untuk diarsipkan.

Wish DragonWish Dragon/ Foto: IMP Awards

Destya, Graphic Designer
Wish Dragon (2021)
Berceritakan seperti Aladdin namun Chinese version dengan Shanghai yang berbentuk modern dan hadirnya klise "money can't buy happiness." Dilihatkannya sosial ekonomi yang berbeda dari sepasang sahabat, hingga menemukannya naga yang bisa mengabulkan 3 permintaan agar ia dapat terlihat kaya. Film animasi yang vibrant dan colorful, juga gerakan karakter yang sangat ekspresif sangat lancar seperti karya seni Sony lainnya. Wish Dragon juga merupakan film animasi yang diproduksi oleh Jackie Chan!

Howl's Moving CastleHowl's Moving Castle/ Foto: IMP Awards

Mel, Editor
Howl's Moving Castle (2004)
It feels like picking to Hayao Miyazaki's wildest dream every time I watch this movie, I fall in love with everything in it instantly, every time! With a simple premise and a deep value, Howl's Moving Castle has become my most favorite piece of Studio Ghibli's animations besides Spirited Away, Ponyo, and Grave of The Fireflies. With the help of Joe Hisaishi's greatness of scoring and music, this piece is a home to me. I think to tell a good story, it doesn't necessarily need to have a massive 3D effect and all that, it doesn't have to be perfect—because nothing is and it lets your imagination go wild. This one will never get old!

If animated films are not your cup of tea, try revisiting the old cartoons you used to watch. Perhaps you'll understand a much deeper message they were trying to convey that you couldn't grasp when you were little—you'd be surprised.

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/HAL)

Author

Hani Indita