Interest | Art & Culture

Mengenal Tradisi Lempar Buket Bunga Pernikahan

Jumat, 01 Jul 2022 18:00 WIB
Mengenal Tradisi Lempar Buket Bunga Pernikahan
Jakarta -

Setiap selebrasi pernikahan, biasanya pengisi acara akan mengumpulkan para tamu undangan untuk berkumpul di depan podium untuk melangsungkan rangkaian acara pelemparan buket bunga dari pengantin. Siapa yang berhasil mendapatkan bunga dari lemparan pengantin biasanya dipercaya akan menyusul si pengantin untuk menikah juga dalam kurun waktu dekat. Namun, sebenarnya, sejak kapan tradisi ini dimulai dan mengapa hal ini cukup sering dilakukan dalam acara pernikahan?

Tradisi pelemparan bunga saat perayaan pernikahan merupakan tradisiĀ asal Inggris yang telah dimulai sebelum tahun 1800. Dahulu, menyentuh pengantin dipercaya akan membawa keberuntungan sehingga banyak tamu-tamu perempuan yang berlomba-lomba untuk menyentuh para pengantin dalam harapan bahwa mereka juga mendapat kesempatan untuk menikah. Bahkan, perempuan yang lajang dulu sampai merobek gaun yang dipakai pengantin. Untuk melarikan diri dari kerumunan orang yang mencoba untuk menyimpan gaun pengantinnya, si pengantin dapat melemparkan bunga ke arah yang berbeda.

Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi tersebut dianggap terlalu ekstrem dan dapat mencelakakan para tamu. Ditambah lagi dengan gaun pengantin yang harganya pun tidak murah dan menyimpan memori tersendiri tentang pernikahan pengantin yang hanya terjadi satu kali seumur hidup. Guna menghindari beberapa kerugian tersebut, akhirnya tradisi lempar bunga dijadikan rangkaian acara pengganti untuk menyebarkan keberuntungan terhadap kehidupan asmara para tamu yang lajang ataupun yang sudah memiliki pasangan namun belum menikah. Dengan begitu, para mempelai pengantin wanita dapat tetap menyimpan gaun mereka secara utuh, namun tetap bisa memenuhi 'harapan' para tamu undangan terkait tradisi dalam suatu perayaan pernikahan.

Makna tradisi ini dipercaya memiliki makna yang penting oleh sejumlah kalangan. Bahkan, bunga yang dipegang oleh mempelai juga menjadi lambang kesuburan dan keindahan. Terlepas dari maknanya, tradisi ini pada akhirnya menjadi rangkaian acara yang menyenangkan bagi pengantin untuk membagikan euforia dan kebahagiaan dengan teman-teman terdekat. Sehingga, tidak sedikit yang mengikuti keseruan proses pelemparan bunga di penghujung acara pernikahan hanya untuk meramaikan suasana, membuat memori, dan tentunya bersenang-senang. Apakah kamu pernah berhasil mendapatkan buket bunga dari pengantin?

[Gambas:Audio CXO]



(HAI/HAL)

Author

Hani Indita