Interest | Art & Culture

Kastil Sabayil: Bangunan Megah di F1 Azerbaijan

Kamis, 16 Jun 2022 18:00 WIB
Kastil Sabayil: Bangunan Megah di F1 Azerbaijan
Foto: F1/Instagram
Jakarta -

Seri balap 'jet darat', Formula 1 kembali berlangsung di Sirkuit Kota Baku, Azerbaijan pada Minggu (13/06/22) kemarin. Balapan ke-8 pada lanjutan musim 2022 ini dimenangkan oleh Juara F1 musim lalu, Max Verstappen (Oracle Redbull), yang diikuti oleh rekan setimnya, Carlos Perez, dan George Russel (Mercedes-AMG).

Selain menyajikan balapan yang seru, F1 seri Baku juga dihiasi banyak pesona lainnya. Seperti menjadi salah satu sirkuit paling berbahaya dan menantang, di mana para pembalap dapat menempuh kecepatan maksimum dan minimum di tiap lap sembari berkelok tajam pada tikungannya yang sempit.

Di samping itu, F1 seri Baku juga disebut sebagai salah satu venue balapan dengan daya tarik yang menawan, terutama karena Baku berstatus sebagai kota warisan budaya UNESCO. Daya tarik utamanya terletak pada sebuah kastil batu megah, yang berdiri gagah di tengah-tengah lintasan sirkuit kota Baku.

Sabayil, Kastil Bersejarah di Baku

Sepanjang balapan, para pengemudi 'jet darat' memicu kecepatan mengitari Kastil Sabayil, yang membentang sepanjang 180 meter dan memiliki lebar 40 meter, yang terdiri atas 3 menara melingkar, dan 12 menara setengah lingkaran.

Bangunan bersejarah tersebut, didirikan pada masa pertengahan silam, tepatnya pada 1232-1233 di bawah arahan Fariborz, seorang putra dari Shirvanshah Garsasb, Pemimpin Negeri Shirvanshah (nama lain Azerbaijan) di masa lampau.

Mulanya, kastil ini berfungsi sebagai salah satu benteng pelindung kota Baku, yang dirancang oleh arsitek sekaligus ahli strategi perang bernama Abdul-Majid Mas'ud Oglu.

Nama Sabayil sendiri diambil dari nama kawasan Bayil, yang berada di tepian teluk Baku. Di masa lalu, tepatnya pada abad ke-14, kastil ini sempat terendam air laut karena aktivitas tektonik Bumi saat itu, dan baru muncul kembali ke permukaan setelah air laut Kaspia menyurut pada abad ke-18.

Sabayil di Masa Kini

Setelah mengalami pemugaran pada abad 18 silam, kastil Sabayil menyimpan banyak bukti sejarah dari masyarakat Al-Bakuvi (penduduk asli Baku). Seperti sejumlah prasasti dari batu bayil, yang mengandung informasi sejarah berharga yang terjadi di salah satu kawasan Persia tersebut.

Hingga saat ini, kemegahan kompleks Sabayil masih terjaga dengan baik. Terbukti dari kokohnya bangunan berbatu tersebut, yang pesonanya merekah setiap F1 digelar di Baku. Selain tampil gagah dan menjulang, kastil Sabayil juga menyimpan sejumlah lorong atau terowongan di dalamnya.

Salah satu terowongan pada kastil Sabayil disebut mengarah pada bagian Sabayil kuno, dan menembus bagian darat kota Baku. Sementara yang lainnya disebut mengarah ke inti Istana Shirvanshah, dan juga mengarah ke Synykh Gala, yakni sebuah masjid yang pernah aktif pada abad ke-15, yang berlokasi di Icheri Shekher.

Di zaman ini, kastil Sabayil menjadi bagian dari Sabail Raion (salah satu bagian dari kota Baku), yang meliputi kawasan Kota Tua Baku, Baku Boulevard serta pemukiman Badamdar dan Bibiheybet. Kawasan ini merupakan bagian utama dari Baku yang dialihfungsikan sebagai city circuit setiap gelaran F1 Azerbaijan.

***

Pesona F1 di Baku memang mengesankan. Selain menyuguhkan balapan yang intens, para pecinta jet darat juga dapat menikmati pesona keindahan sejarah Baku, Azerbaijan lewat kemegahan kastil Sabayil yang berdiri tegap di antara lintasan.

[Gambas:Audio CXO]



(RIA/HAL)