Interest | Art & Culture

Apa yang Diperingati pada Hari Waisak?

Senin, 16 May 2022 12:00 WIB
Apa yang Diperingati pada Hari Waisak?
Jakarta -

Perayaan hari raya Trisuci Waisak merupakan salah satu momen yang dinantikan oleh penganut agama Buddha. Namun, bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang memeluk agama lain, hari Waisak hanya dianggap sebagai "tanggal merah". Bagi kamu, pemeluk agama lain, mungkin bertanya-tanya, "Sebenarnya, hari Waisak itu ngapain sih?"

Hari raya Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam ajaran agama Buddha: lahirnya Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 SM, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Sempurna dan menjadi Buddha pada tahun 588 SM, dan wafatnya Buddha Gautama pada tahun 543 SM.

Sebagai konteks, Siddartha Gautama adalah sosok yang dimuliakan dalam agama Buddha. Ia adalah seorang manusia yang, setelah berlatih dan bertapa, sadar akan kenyataan di dunia ini. Kata Buddha asal-usulnya sama seperti istilah "budi" dalam Bahasa Indonesia yang artinya seseorang yang "sadar". Oleh karena itu, Sang Buddha dihormati oleh penganutnya sebagai Guru Besar.

Berbeda dengan agama lainnya, Buddha bukan Tuhan ataupun dewa. Beliau adalah manusia yang mencapai Penerangan Sempurna dan terbebas dari siklus reinkarnasi. Beliau bahkan dijuluki sebagai "guru para dewa dan manusia".

.Ilustrasi perayaan waisak di Borobudur/ Foto: Wikimedia Commons

Di Indonesia sendiri, Waisak juga dirayakan secara nasional di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Rangkaian pokok perayaan Waisak secara nasional meliputi: pengambilan air berkat dari mata air Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen, Grobogan; ritual "Pindapatta", suatu ritual pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/biksu oleh masyarakat (umat) untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan; dan semadi pada detik-detik puncak bulan purnama.

Dalam skala yang lebih kecil, umat Buddha biasanya berkunjung ke vihara setempat dan beberapa bahkan akan tinggal di sana sepanjang hari saat malam bulan purnama. Kegiatan pada hari itu biasanya diisi dengan menunaikan amal dan perbuatan baik bagi diri sendiri dan sesama, seperti bermeditasi, merenungkan ajaran Buddha, membawa persembahan, hingga melakukan kebajikan.

Demikian sekilas tentang perayaan Waisak 2566 yang jatuh pada tanggal 16 Mei 2022. Semoga amal ibadahmu membawakan berkah. Sabbe satta bhavantu sukhitatta. Semoga semua makhluk berbahagia.

[Gambas:Audio CXO]

(HAL/DIR)

Author

Handoko Lun