Interest | Art & Culture

Makanan Asia yang Serupa Tapi Tak Sama

Senin, 25 Apr 2022 12:00 WIB
Makanan Asia yang Serupa Tapi Tak Sama
Jakarta -

Asia adalah surga bagi para pecinta makanan. Meski setiap negara pasti memiliki makanan khasnya masing-masing, tapi Asia menawarkan palet rasa yang sangat beragam. Lewat kuliner, kita tak hanya bisa menjelajahi rasa, tapi juga budaya yang beragam dari masing-masing wilayah. Tapi, tahukah kalian, ada banyak kuliner di Asia yang memiliki kemiripan? Dalam sejarah, kuliner Asia Tenggara banyak dipengaruhi oleh budaya Asia Timur dan India yang masuk lewat jalur perdagangan. Misalnya saja, sate bukan hanya ada di Indonesia tapi juga di Malaysia dan Singapura. Kira-kira, apa saja makanan Asia yang memiliki banyak kemiripan? Simak rangkuman kami berikut ini!

Lumpia versus Popiah

Kita pasti mengenal lumpia sebagai salah satu jajanan khas Semarang. Lumpia sendiri pada umumnya berisi rebung, wortel, tauge, telur orak-arik, serta daging ayam yang kemudian dibungkus dengan kulit yang terbuat dari terigu lalu digoreng. Namun, hidangan sejenis lumpia banyak ditemukan di negara lain di Asia, seperti Singapura, Malaysia, dan Taiwan. Hanya saja, namanya bukan lumpia, melainkan popiah. Perbedaan antara lumpia dengan popiah adalah, popiah tidak menggunakan rebung dan tidak digoreng jadi bentuknya adalah lumpia basah. Kemiripan antara popiah dan lumpia disebabkan oleh asal mula hidangan ini yang datang dari Fujian, Tiongkok. Kata lumpia sendiri merupakan kata serapan dari bahasa hokkian Lun Pia.

Nasi Uduk versus Nasi Lemak

Nasi uduk dikenal sebagai salah satu kuliner khas Betawi. Ia biasa dimakan dengan lauk pauk seperti telur balado, tempe orek, dan ayam goreng. Nasi uduk terbuat dari nasi putih yang dikukus dengan santan, serai, dan daun salam, sehingga menghasilkan rasa yang gurih dan aroma yang wangi. Sementara itu di Malaysia, kita mengenal hidangan nasi lemak. Mirip seperti nasi uduk, nasi lemak juga memiliki rasa yang gurih dan disantap bersama dengan beragam jenis lauk pauk. Perbedaannya, nasi lemak disajikan dengan ayam berbumbu rendang, ikan teri, kacang, dan sambal. Persamaan ini disebabkan karena nasi uduk sebenarnya berasal dari bangsa Melayu yang datang ke pulau Jawa.

Bakwan versus Kakiage

Siapa yang tidak mengenal bakwan? Di kalangan masyarakat pecinta gorengan, bakwan adalah primadona di antara jajanan berminyak lainnya. Dari penjaja gorengan di pinggir jalan, hingga restoran di pusat perbelanjaan, pasti kalian bisa menemukan hidangan ini. Bakwan biasanya terbuat dari sayuran seperti wortel dan kol yang dicampur ke dalam adonan kemudian digoreng. Tapi, tahukah kalian kalau di Jepang ada hidangan serupa bernama kakiage. Kakiage merupakan sejenis tempura yang berbahan dasar potongan udang, scallops, atau kombinasi sayuran yang dimasukkan ke dalam adonan tepung. Perbedaan antara bakwan dengan kakiage adalah di komposisi adonan tepung yang lebih banyak di dalam bakwan. Selain itu, Kakiage biasanya dimakan dengan dicelup ke dalam saus shoyu.

Kue Putu versus Putu Piring

Dulu setiap sore, ketika ada bunyi khas dari mesin uap, saya pasti langsung tahu kalau itu penjual kue putu yang sedang lewat di depan rumah. Kue putu adalah salah satu jajanan manis favorit saya, karena menyuguhkan kue yang lembut dengan perpaduan rasa gurih dari kelapa dengan rasa manis dari gula merahnya. Kue ini terbuat dari tepung beras dan air pandan yang kemudian dikukus menggunakan bambu. Namun ternyata, kue putu tak hanya bisa dijumpai di Indonesia. Di Singapura, ada juga hidangan sejenis bernama putu piring. Mirip seperti kue putu di Indonesia, putu piring terbuat dari tepung beras yang diisi gula merah kemudian dikukus. Namun bedanya, apabila kue putu di sini berbentuk lonjong, di Singapura kue ini berbentuk bulat pipih. Warnanya pun juga bukan hijau, melainkan putih.

Fu yung hai versus Okonomiyaki

Fu yung hai merupakan makanan peranakan yang banyak ditemui di restoran chinese food Indonesia. Makanan ini berbahan dasar telur yang kemudian dicampur dengan berbagai macam sayuran dan seafood, lalu digoreng. Setelah digoreng, ia disajikan dengan saus asam manis. Di Jepang, ada hidangan yang serupa dengan fu yung hai, yaitu okonomiyaki. Okonomiyaki sendiri merupakan adonan yang berisi campuran sayuran dan seafood yang kemudian digoreng menggunakan teppan atau wajan yang datar. Meski sama-sama menggunakan telur dan sayuran, keduanya memiliki cita rasa yang berbeda. Apabila fu yung hai disajikan dengan saus asam manis, okonomiyaki disajikan dengan mayones dan saus khusus okonomiyaki yang manis.

Itu dia beberapa makanan Asia yang serupa tapi tak sama. Selain Asia, mungkin juga ada berbagai kuliner serupa yang bisa ditemukan di berbagai belahan dunia lainnya. Adanya kemiripan di antara kuliner-kuliner ini menunjukkan bahwa makanan adalah salah satu pertanda bahwa budaya sangatlah cair. Makanan yang selama ini kita kira adalah makanan nasional pun ternyata merupakan fusion dari beragam budaya lain. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada jenis makanan yang tidak bisa ditelusuri awal mulanya karena sudah terlalu banyak budaya yang bercampur di dalamnya. Menurutmu, apa lagi makanan di Asia yang serupa tapi tak sama?

[Gambas:Audio CXO]



(ANL/HAL)